Disebut Otak Kedua Manusia, Jangan Sepelekan Kesehatan Usus Anak!

Ririn Indriani | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Minggu, 03 November 2019 | 15:28 WIB
Disebut Otak Kedua Manusia, Jangan Sepelekan Kesehatan Usus Anak!
Ilustrasi nutrisi penting bagi anak. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan tidak hanya membantu pertumbuhan fisik anak, tetapi juga sangat memengaruhi kecerdasan mental dan otak anak, bahkan hingga mereka tumbuh dewasa.

Ini dikarenakan, kata psikolog anak, Saskhya Aulia Prima, ada hubungan kuat antara usus dan otak manusia. Oleh karena itu, sumber makanan yang dikelola usus, sambung dia, sangat memengaruhi cara kerja otak.

"Dalam beberapa penelitian bahkan diistilahkan bahwa usus merupakan otak kedua manusia. Bakteri di dalam usus yang terbentuk sejak seseorang masih bayi akan berkembang menjadi bakteri baik yang banyak fungsi," ucap psikolog Saskhya saat berbincang dengan Suara.com belum lama ini di Jakarta.

Bakteri ini, lanjut dia, tidak hanya mencerna makanan, namun juga menjaga sistem kekebalan tubuh, memproduksi berbagai vitamin dan mineral yang dihasilkan dari proses pencernaan, dan membantu meningkatkan kecerdasan, serta kemampuan kognitif. Saskhya mengatakan semakin banyak jenis bakteri yang dimiliki individu, maka semakin baik dampaknya bagi kesehatan.

Nah, untuk menjaga bakteri baik dalam usus, maka harus menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang. saskhya mengatakan, pola makan sehat itu sendiri harus diterapkan dari dua arah, yaitu orangtua dan anak.

"Membiasakan makanan sehat untuk anak bertujuan agar kesehatan dan pertumbuhan fisik dan anak terjaga. Meningkatkan fokus, konsentrasi, rasa percaya diri. Kalau anak mengonsumsi makanan sehat, fisiknya bugar sehingga anaknya semangat, konsentrasi saat belajar, percaya diri, dan menjadi unggul," terangnya.

Saskhy mengibaratkan bahwa makanan yang kita makan long term investment.

"Kalau masih kecil mungkin makan yang dimakan belum terlalu tampak dampaknya. Tapi kalau sudah agak dewasa sedikit mungkin akan lebih tampak dan terasa. Nah, kalau makanan yang dikonsumsi tidak sehat, efeknya bisa sulit fokus, daya tangkap kurang dalam menerima suatu materi, mental mudah drop, sering galau dan lain sebagainya. Makanya mengapa penting sekali mengatur makanan yang sehat untuk dikonsumsi, sebab efeknya jangka panjang," terangnya panjang lebar.

Meski kecerdasan anak dapat diperoleh dari faktor genetik, kata Saskhya, tetap saja nutrisi yang baik tetap diperlukan, karena stimulasinya berasal dari makanan.

"Percuma saja kalau gen-nya sudah bagus, tetapi dirangsang dengan nutrisi yang baik, maka kecerdasan itu tidak akan keluar," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, Ternyata Ini yang Terjadi pada Otak jika Sering Berpikiran Negatif

Ngeri, Ternyata Ini yang Terjadi pada Otak jika Sering Berpikiran Negatif

Health | Senin, 21 Oktober 2019 | 20:10 WIB

Minum Teh Baik untuk Kesehatan Otak? Ini Kata Peneliti

Minum Teh Baik untuk Kesehatan Otak? Ini Kata Peneliti

Health | Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:30 WIB

5 Cara Agar Otak Tetap Aktif pada Usia 80 Tahun, Apa Saja?

5 Cara Agar Otak Tetap Aktif pada Usia 80 Tahun, Apa Saja?

Health | Selasa, 08 Oktober 2019 | 07:15 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB