Meski Introvert Beresiko Depresi, Tapi Ia Juga Sosok yang Peduli Orang Lain

Ade Indra Kusuma
Meski Introvert Beresiko Depresi, Tapi Ia Juga Sosok yang Peduli Orang Lain
Ilustrasi orang pendiam, introvert, tertutup. (Shutterstock)

Jawaban studi mengerucut pada datangnya depresi pada pribadi introvert dimulai dari cara merespon rasa stres dengan menarik diri dari orang lain.

Suara.com - Meski Introvert Beresiko Depresi, Tapi Ia Juga Sosok yang Peduli Orang Lain

Menurut penelitian, para introvert lebih rentan terhadap depresi. Menjadi seorang introvert yang memiliki fase panjang ketika dulu merasa sedih dan tidak bahagia semakin membuat faktor resiko depresi menjadi lebih besar.

Menurut penelitian Janowsky (2001), ia menunjukkan banyak bukti yang menunjukkan hubungan antara depresi dan kepribadian introvert.

Sebuah studi yang dipublikasi Moeller et al. 2015, melakukan riset yang dicoba pada 301 pasien Denmark (tidak termasuk orang yang menderita gangguan bipolar, gangguan kejiwaan nonafektif atau depresi berulang). Antara usia 18-70 untuk menganalisis situasi depresi tunggal.

Jawaban studi mengerucut pada datangnya depresi pada pribadi introvert dimulai dari cara merespon rasa stres dengan menarik diri dari orang lain yang menyebabkan mereka menghadapi beban kecemasan yang semakin berat tanpa adanya teman.

Dalam skenario seperti itu, tidak adanya penegasan positif pada akhirnya dapat menyebabkan episode depresi.

Karena itu, mungkin juga benar bahwa introvert lebih rentan terhadap depresi. Tidak seperti ekstrovert yang mencoba menyelesaikan masalah mereka dengan berdiskusi dengan orang lain, Introvert menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk merenungkan masalah mereka dan mencoba mencari solusi. Kadang-kadang ini bisa terlalu membebani mereka dan mungkin mulai mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Ilustrasi laki-laki introvert. [shutterstock]
Ilustrasi introvert. [shutterstock]

"Orang introvert adalah orang yang sangat sensitif dan mereka dapat dengan cermat mengamati gerakan dan tindakan orang lain sejauh mereka dapat merasakan apa yang orang lain pikirkan atau rasakan," seru psikolog Elaine Aron seperti mengutip Themindsjournal.

Selain itu, Elaine juga menyebut bahwa orang yang Introvert juga orang yang peduli dengan penderitaan orang lain dan itu sangat mempengaruhi mereka. Ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka dapat memberikan banyak hal negatif ke dalam pikiran seseorang seperti ini.

"Namun, akan salah jika menganggap introvert pada dasarnya adalah orang yang lemah. Mereka adalah manusia hebat yang tahu tentang diri mereka sendiri dan bagaimana berinteraksi dengan mereka," lanjut Elaine.

Kecenderungan mereka untuk menginternalisasi hal-hal memungkinkan mereka mencapai pemahaman yang mendalam tentang masalah dan akhirnya menemukan solusi.

Kelebihan lainnya menjadi Introvert adalah dengan mengatasi masalah mereka hampir sendirian, mereka muncul sebagai manusia yang lebih kuat, tidak seperti ekstrovert yang mungkin mengabaikan atau menekan masalah mereka. [Aflaha Rizal]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS