5 Berita Kesehatan: Kerokan Jadi Wisata Kesehatan, Fakta Kacamata Ion

M. Reza Sulaiman

Selasa, 19 November 2019 | 20:35 WIB
5 Berita Kesehatan: Kerokan Jadi Wisata Kesehatan, Fakta Kacamata Ion
Kerokan sebagai pengobatan tradisional. (Shutterstock)

Suara.com - 5 Berita Kesehatan Menarik: Kerokan Jadi Wisata Kesehatan, Fakta Kacamata Ion

Pemerintah berencana mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. Selain jamu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga berencana menjual kerokan. Apakah laku?

Ada juga fakta soal kacamata ion yang disebut bisa menyembuhkan mata minus, hingga dampak minum ASI di usia remaja seperti yang dilakukan Bertrand Peto anak angkat Ruben Onsu dan Sarwendah.

Selengkapnya di 5 berita kesehatan menarik hari ini, Selasa (19/11/2019).

1. Betrand Peto Minum ASI Sarwendah di Umur Remaja, Ini Kata Pakar

Sarwendah dan Betrand Peto [Yuliani/Suara.com]
Sarwendah dan Betrand Peto [Yuliani/Suara.com]

Air susu ibu (ASI) memang kaya gizi. Nutrisi ASI juga tak tertandingi bahkan oleh susu formula termahal sekalipun. Dan belakangan, soal ASI, viral berita mengenai Betrand Peto, anak angkat Ruben Onsu, yang minum ASI perah Sarwendah. ASI perah ini semula merupakan persediaan bagi putri bungsu Ruben Onsu dan Sarwendah, Thania.

Kisah ini menjadi sorotan lantaran Betrand sudah bukan bayi lagi, ia sudah berusia 13 tahun. Memangnya, ada batasan usia maksimal anak mengonsumsi ASI?

Baca selengkapnya

2. Promosi Wisata Kesehatan RI, Menkes Terawan: Kita Jual Kerokan

baca juga
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto wacanakan kerokan sebagai wisata kesehatan RI. (Suara.com/Dini Afrianti)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto wacanakan kerokan sebagai wisata kesehatan RI. (Suara.com/Dini Afrianti)

Promosi Wisata Kesehatan RI, Menkes Terawan: Kita Jual Kerokan

Menteri Kesehatan RI dr Terawan Agus Putranto nampaknya tidak main-main dalam membangun wisata kesehatan (health tourism). Meluncurkan 1 dari 4 bagiannya, wisata kebugaran dan jamu jadi project yang siap dijalankan.

Baca selengkapnya

3. Peneliti Temukan Telur di Indonesia Terkontaminasi Dioksin, Apa Bahayanya?

Ilustrasi telur. (Shutterstock)
Ilustrasi telur. (Shutterstock)

Limbah plastik salah satu permasalahan terbesar di negara-negara berkembang. Tanpa disadari, limbah plastik ini tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga makanan.

Laporan penelitian baru, dilansir dari sinchew.com, menyebutkan bagaimana kondisi telur Indonesia yang diproduksi di daerah terkontaminasi limbah plastik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Promosi Wisata Kesehatan RI, Menkes Terawan: Kita Jual Kerokan

Promosi Wisata Kesehatan RI, Menkes Terawan: Kita Jual Kerokan

Health | Selasa, 19 November 2019 | 17:05 WIB

3 Berita Kesehatan Teratas: Gangguan Eksibisionisme hingga Disfungsi Ereksi

3 Berita Kesehatan Teratas: Gangguan Eksibisionisme hingga Disfungsi Ereksi

Health | Selasa, 19 November 2019 | 08:54 WIB

Kacamata Ion Ramai Dijual Online, Benarkah Bisa Atasi Mata Minus?

Kacamata Ion Ramai Dijual Online, Benarkah Bisa Atasi Mata Minus?

Health | Selasa, 19 November 2019 | 09:05 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×