Berapa Banyak Serat yang Harus Dikonsumsi untuk Mencegah Penyakit?

Vania Rossa

Kamis, 21 November 2019 | 16:22 WIB
Berapa Banyak Serat yang Harus Dikonsumsi untuk Mencegah Penyakit?
ILustrasi sayuran sebagai sumber serat. (Shutterstock)

Suara.com - Studi menunjukkan berapa banyak serat yang harus kita makan untuk mencegah penyakit. Sebuah penelitian dilakukan selama 40 tahun dalam upaya untuk mengetahui jumlah serat ideal yang harus kita konsumsi untuk mencegah penyakit kronis dan kematian dini.

Para peneliti dan organisasi kesehatan masyarakat telah lama mengetahui manfaat serat. Tapi, berapa banyak serat yang harus kita konsumsi? Pertanyaan ini telah mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan studi baru yang kemudian hasilnya muncul dalam jurnal The Lancet.

Penelitian baru ini bertujuan untuk membantu mengembangkan pedoman baru untuk konsumsi serat, serta mengungkapkan jenis serat mana yang paling melindungi terhadap penyakit tidak menular dan dapat mencegah kenaikan berat badan.

Penyakit tidak menular ini umumnya merupakan penyakit kronis. Mereka biasanya bertahan untuk waktu yang lama dan berkembang perlahan. Menurut WHO, ada empat jenis utama penyakit tidak menular, yaitu penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes.
Profesor Jim Mann, dari University of Otago, di Selandia Baru, penulis penelitian, beserta Andrew Reynolds, seorang peneliti pascadoktoral di Sekolah Kedokteran Dunedin, Otago, adalah penulis pertama makalah ini.

Asupan harian 25–29 gram serat sangat ideal

Reynolds dan rekannya memeriksa data, termasuk 185 studi observasional - berjumlah 135 juta orang, dan 58 uji klinis yang merekrut lebih dari 4.600 orang secara total. Studi yang dianalisis berlangsung selama hampir 40 tahun. Para ilmuwan menyelidiki kejadian penyakit kronis tertentu serta tingkat kematian dini akibat penyakit tersebut.

Kondisi-kondisi yang dimaksud adalah penyakit jantung koroner, penyakit kardiovaskular, stroke, diabetes tipe 2, kanker usus besar, dan berbagai kanker yang berhubungan dengan obesitas, seperti kanker payudara, kanker endometrium, kanker kerongkongan, dan kanker prostat.

Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat paling banyak dalam makanannya 15-30 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal sebelum waktunya karena sebab apa pun atau kondisi kardiovaskular, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi serat paling sedikit.

Mengonsumsi makanan yang kaya serat berkorelasi dengan insiden penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar yang lebih rendah, sebanyak 16 persen. Makanan kaya serat yang dimaksud adalah biji-bijian, sayuran, buah, kacang polong, kacang-kacangan, lentil, dan buncis.

baca juga

Dilansir dari Medical News Today, analisis juga mengungkapkan bahwa jumlah serat yang harus dikonsumsi orang setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan ini adalah 25-29 gram. Sebagai perbandingan, orang dewasa di Amerika Serikat rata-rata mengonsumsi 15 gram serat setiap harinya.

Para peneliti juga menyarankan bahwa mengonsumsi lebih dari 29 g serat per hari dapat menghasilkan lebih banyak manfaat kesehatan. Namun, mereka memperingatkan bahwa, sementara penelitian itu sendiri tidak menemukan efek kesehatan yang merugikan dari mengonsumsi serat, namun makan serat terlalu banyak dapat berpotensi membahayakan pada orang yang kekurangan zat besi atau mineral.

Hal ini karena konsumsi biji-bijian utuh dalam jumlah besar dapat semakin menguras zat besi dari dalam tubuh, jelas para peneliti.

Akhirnya, uji klinis yang termasuk dalam penelitian ini juga mengungkapkan bahwa mengonsumsi lebih banyak serat berkorelasi kuat dengan berat badan yang lebih rendah dan kadar kolesterol yang lebih rendah.

Mengapa serat sangat baik untuk Anda

Prof. Mann mengomentari pentingnya temuan tersebut, dengan mengatakan, "Manfaat kesehatan dari serat didukung oleh lebih dari 100 tahun penelitian tentang sifat kimia, sifat fisik, fisiologi, dan efeknya pada metabolisme."

"Makanan utuh kaya serat yang membutuhkan mengunyah lebih keras dan mempertahankan strukturnya di dalam usus meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengontrol berat badan dan secara positif dapat mempengaruhi kadar lipid dan glukosa," tambahnya.

"Hancurnya serat di usus besar oleh bakteri usus memiliki efek besar, termasuk perlindungan dari kanker kolorektal," tutupnya. (Aflaha Rizal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Semua Buah & Sayuran Bisa Dijus, Berikut Daftarnya!

Tidak Semua Buah & Sayuran Bisa Dijus, Berikut Daftarnya!

Health | Selasa, 15 Oktober 2019 | 09:35 WIB

Atur Menu Makanan Anak untuk Cukupi Kebutuhan Seratnya, Ini Tipsnya

Atur Menu Makanan Anak untuk Cukupi Kebutuhan Seratnya, Ini Tipsnya

Health | Rabu, 18 September 2019 | 06:00 WIB

Sembelit Ada Hubungannya dengan Penyakit Jantung, Begini Penjelasannya

Sembelit Ada Hubungannya dengan Penyakit Jantung, Begini Penjelasannya

Health | Sabtu, 25 Mei 2019 | 14:50 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×