Remaja Banyak Makan Serat, Saat Tua Hidup Lebih Sehat

M. Reza Sulaiman
Remaja Banyak Makan Serat, Saat Tua Hidup Lebih Sehat
Makan banyak serat demi masa depan sehat. (Shutterstock)

Kurang makan serat menjadi salah satu penyebab masalah gizi pada remaja kekinian.

Suara.com - Kurang makan serat menjadi salah satu penyebab masalah gizi pada remaja kekinian. Padahal, studi mengungkap makan serat memiliki efek baik yang dirasakan hingga tua.

Dalam laporan yang diterbitkan di European Journal of Clinical Nutritition, 754 remaja asal Amerika Serikat diminta mencatat konsumsi serat harian. Setelah itu, mereka melakukan cek kesehatan yang meliputi tekanan darah, kadar gula darah, hingga resistensi insulin.

Laporan tersebut menyebut hanya 2 remaja yang memenuhi kebutuhan serat harian, yakni 38 gram bagi pria dan 25 gram bagi wanita. Rata-rata, partisipan mengonsumsi 10,9 gram serat per hari.

Nah, hasil studi menyebut kurangnya konsumsi serat meningkatkan risiko beberapa penyakit saat dewasa, mulai dari diabetes hingga hipertensi.

Remaja yang kurang mengonsumsi serat memiliki kenaikan tekanan darah hingga 6 mmHg. Pada wanita, efeknya masih terasa, meskipun lebih rendah yakni 3,7 mmHg.

"Remaja saat ini kurang sekali makan serat. Padahal serat penting untuk fungsi insulin dan tekanan darah, menjaganya tetap sehat," tutur Haidong Zhu dari Medical College of Georgia dan Augusta University, dikutip dari Reuters.

Karena itu, Zhu menganjurkan agar porsi serat pada menu makan remaja diperbanyak. Serat dapat ditemukan pada buah dan sayuran.

Serat juga bisa didapat dari gandum, kacang-kacangan, hingga biji-bijian.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS