Jumlah Obat HIV Anak Terbatas, Ini Tanggapan Kemenkes

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Rabu, 27 November 2019 | 19:12 WIB
Jumlah Obat HIV Anak Terbatas, Ini Tanggapan Kemenkes
Ilustrasi pengobatan HIV/AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Jumlah Obat HIV Anak Terbatas, Ini Tanggapan Kemenkes

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menanggapi masalah terbatasnya jumlah obat antiretroviral atau ARV yang diperuntukkan bagi pengidap HIV anak-anak.

Dari data Kemenkes tercatat, jumlah kecukupan stok ARV jenis ZDV sirup yang biasa dikonsumsi anak-anak pengidap HIV adalah 0 bulan. Meski demikian, masih ada sekitar 40.000 botol dan sudah didistribusikan serta 30.000 botol baru yang datang pada Oktober 2019 lalu.

Dikonfirmasi oleh media, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. Anung Sugihantono M.Kes mengatakan pihaknya bekerjasama dengan organisasi seperti Global Fund untuk pengadaan ARV bagi anak pengidap HIV.

"Kami kolaborasi dengan development partner. Bisa juga difasilitasi oleh Global Fund dan bisa beli obat tertentu dengan jumlah tertentu yang lebih masuk akal," kata Anung saat ditemui media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu, (27/11/2019).

Anung melanjutkan, masalah utama ketersediaan obat ARV untuk anak yang minim adalah karena jumlah pasien HIV anak yang terbilang kecil. Sehingga pemerintah kesulitan untuk menemukan produsen obat yang bersedia menjual obat dalam partai kecil.

"Beberapa kali kita bicara dan juga sudah diadakan. Persoalannya adalah, jumlahnya terlalu sedikit. Jadi kalau beli obat hanya untuk 200 anak misalnya, itu tidak ada yang bisa impor karena untuk mengimpor itu harus (beli) ribuan," tambah Anung.

Beberapa orangtua bahkan terpaksa harus memotong obat ARV tablet yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang dewasa. Dengan memotong obat tersebut, orangtua berharap anaknya mendapat manfaat untuk menekan jumlah virus HIV dengan dosis 'sesuai'.

baca juga

Ketika ditanya media apakah metode potong obat tersebut tepat, Anung mengatakan bahwa anak akan tetap mendapat manfaat yang sama, hanya saja presisi dosis harus benar. "Manfaat sama. Tapi lebih presisi dosis yang ada. Itulah yang harus disempurnakan baik dipotong supaya anak mau minum."

ARV, obat yang dikonsumsi PSK pengidap AIDS. [Suara.com/Erick Tanjung]
ARV, obat yang dikonsumsi pengidap AIDS. [Suara.com/Erick Tanjung]

Agar ketersediaan obat ARV bagi anak pengidap HIV tetap terpenuhi, pemerintah akan mendorong perusahaan farmasi plat merah serta swasta untuk memproduksi obat ARV sendiri.

"Kami mengupayakan produsen di dalam negeri mampu memproduksi hal-hal macam itu termasuk obat yang jarang."

Obat jarang, kata Anung, bukan hanya jenis ARV yang diperuntukkan bagi anak tetapi juga obat-obat bagi pasien dengan penyakit langka.

"Kalau ini bisa diproduksi di Indonesia oleh BUMN di bidang farmasi atau swasta yang ingin mengambil ini, sesungguhnya ini langkah yang sedang diupayakan oleh Kementerian Kesehatan, mempermudah investasi dan kemudahan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masalah Sanitasi, Lebih dari 1.000 Pasien Rumah Sakit Mungkin Terpapar HIV

Masalah Sanitasi, Lebih dari 1.000 Pasien Rumah Sakit Mungkin Terpapar HIV

Health | Selasa, 26 November 2019 | 08:54 WIB

Ilmuwan Temukan Strain HIV Baru, Akankah Jadi Ancaman Anyar?

Ilmuwan Temukan Strain HIV Baru, Akankah Jadi Ancaman Anyar?

Health | Rabu, 13 November 2019 | 18:35 WIB

Bahaya Kawat Gigi Palsu, Rentan Infeksi Bakteri hingga Tertular HIV

Bahaya Kawat Gigi Palsu, Rentan Infeksi Bakteri hingga Tertular HIV

Health | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:45 WIB

Terkini

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:34 WIB

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

×