Cerita Perempuan ODHA Bisa Miliki Pasangan dan 3 Anak, Ini Kata Pakar

Silfa Humairah Utami

Senin, 02 Desember 2019 | 11:07 WIB
Cerita Perempuan ODHA Bisa Miliki Pasangan dan 3 Anak, Ini Kata Pakar
Acara Media Talk Kemen PPPA peringati Hari AIDS sedunia. (Suara.com/Silfa Humairah)

Suara.com - Cerita Perempuan ODHA Bisa Miliki Pasangan dan 3 Anak, Ini Kata Pakar

Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia. Dalam rangka hari tersebut pula Putri Cherry orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) mengungkapkan stigma negatif dari masyarakat terhadap ODHA harus berubah. 

Kepada publik di acara Media Talk Kemen PPPA peringati Hari AIDS sedunia, Jumat (30/11/2019), Putri mengatakan masalah pada saat ODHA open status adalah diskriminasi dan hal itu sangat memperihatinkan hingga membuat penyintasnya tertekan. Tidak sedikit yang depresi hingga membenci diri sendiri dan meninggal karena hal tersebut membuatnya tidak semangat hidup dan tidak berjuang melawan penyakitnya.

Putri meminta masyarakat lebih mempelajari serta memahami apa itu HIV dan AIDS. Sehingga, diskriminasi terhadap ODHA pun tidak akan terjadi lagi.

Ia bahkan menegaskan diskriminasi terhadap ODHA harus diproses secara hukum. Agar masyarakat benar-benar paham tentang hak asasi yang tetap dimiliki para ODHA.

"Pakai secara hukum biar mereka juga tahu tidak boleh semena-mena dengan anak (dengan HIV dan AIDS)," tutur dia.

Ia pun bercerita, saat pertama kali menjadi ODHA sejak 2006. Putri mendapatkan penyakit tersebut dari mantan suami yang kini sudah meninggal dunia. Ia berani membuka statusnya sebelum melakukan operasi karena sebuah penyakit, tapi karena menyadari sang suami adalah ODHA, ia memberanikan diri untuk memeriksa dirinya agar tidak menulari dokter saat melakukan kontak langsung saat operasi nanti. 

"Ya dengan pemeriksaan dan hasilnya positif saya ODHA, maka dokter yang melakukan operasi mengikuti prosedur untuk menangani operasi ODHA. Ya semua sekarang ada metode dan prosedurnya," katanya.

Bahkan, menurutnya sekarang ilmu kedokteran sudah sangat canggih, ODHA bisa menikah dan berhubungan suami istri dan punya anak. 

"Ya yang penting rutin minum obat, minum antiretroviral (ARV) tidak boleh lepas seumur hidup dan konsisten hingga virus HIV/AIDS sangat kecil hingga aman untuk melakukan hubungan suami istri tanpa pengaman agar punya anak. Ada program dan metodenya yang disarankan dokter, jadi tolong stigma ODHA tidak bisa bahagia dan memiliki keluarga itu dimusnahkan, karena kami pantas untuk bahagia juga," katanya. 

Ya kini Putri telah bahagia karena sudah memiliki pasangan lagi serta memiliki tiga anak yang semuanya negatif HIV dan AIDS.

"Saya tetap rutin memeriksa kesehatan anak saya, cek darah untuk melihat ada virus atau tidak, saya bersyukur semuanya aman. Anak saya tiga-tiganya dan suami saya yang sekarang yang kedua ini, negatif HIV dan AIDS," kata dia lagi.

Sementara itu, dokter Hendra Widjaja, Pakar Kesehatan, menuturkan proseduran untuk melakukan hubungan suami istri tanpa pengaman atau kondom memang benar sudah bisa dilakukan oleh pasien ODHA. Tapi, ia harus memastikan dirinya sudah meminum obat ARV dan melakukan pemeriksaan sebelum melakukan hubungan badan.

"Ya diperiksa dulu apakah ARV dalam tubuhnya sudah bekerja dan virus HIV dan AIDS sudah sangat kecil, lalu kita perbolehkan. Kemudian jika ingin punya anak harus melakukan program khusus selama 6 bulan agar tidak menularkan virus. Ya baik itu si calon ibu atau si calon ayahnya yang ODHA," jelasnya. 

Hendra Widjaja juga menambahkan ibu ODHA yang sudah mengikuti program juga bisa menyusui jika dapat memastikan jika putingnya tidak luka dan berdarah saat menyusui anaknya, ya ada metode dan teknik yang akan diberikan dokter. 

Ia pun berharap stiqma negatif dari masyarakat itu dapat berubah, karena kini sudah ARV yang membuat ODHA bisa sehat dan melakukan rutinitas pada umumnya sama seperti yang dilakukan orang sehat lainnya. 

"Ya nggak ada itu harus takut satu tempat kerja, satu kamar, satu piring dan kontak langsung seperti salaman, pelukan dan lain-lain. Karena yang menularkan virus HIV dan AIDS itu cuma dari sperma melalui perilaku seksual dan darah melalui penggunaan jarum suntik dan kontak langsung atau transfusi darah,"katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Berita Kesehatan: Hari AIDS, Tren Jemur Anus, dan Atasi Asam Lambung

3 Berita Kesehatan: Hari AIDS, Tren Jemur Anus, dan Atasi Asam Lambung

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 07:36 WIB

5 Berita Kesehatan dan Lifestyle: Hari AIDS Sedunia, Tren Make Up 2020

5 Berita Kesehatan dan Lifestyle: Hari AIDS Sedunia, Tren Make Up 2020

Lifestyle | Minggu, 01 Desember 2019 | 21:35 WIB

Hari AIDS Sedunia, Ketahui Mitos yang Salah Kaprah Soal Penularan HIV

Hari AIDS Sedunia, Ketahui Mitos yang Salah Kaprah Soal Penularan HIV

Health | Minggu, 01 Desember 2019 | 16:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB