Asap Rokok Elektrik, Apa Dampaknya terhadap Perokok Pasif?

Vania Rossa, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 03 Desember 2019 | 08:59 WIB
Asap Rokok Elektrik, Apa Dampaknya terhadap Perokok Pasif?
Asap rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - Permasalahan rokok di Indonesia terus menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Belum selesai masalah bahaya rokok tembakau bagi perokok aktif, muncul lagi tentang bahaya bagi perokok pasif. Belakangan ini, fenomena rokok elektrik yang dianggap bisa menjadi solusi alternatif bagi perokok juga menimbulkan pro dan kontra. Kini, bahaya paparan asap rokok elektrik pun dipertanyakan.

Untuk menjawab pertanyaan itu, ahli toksikologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Sho'im Hidayat, memiliki pandangan tersendiri yang ia kemukakan berdasarkan logika perpikir.

Menurutnya, di kalangan ilmiah ada imbauan kalau Anda menerima informasi ilmiah, Anda harus bersikap skeptis. Artinya, tidak percaya dulu. Termasuk tentang informasi kalau perokok pasif itu lebih berisiko terkena paparan berbagai penyakit ketimbang perokok itu sendiri.

"Secara pribadi, saya masih mempertanyakan logikanya. Apa iya, orang yang tidak merokok bisa lebih berisiko? Itu logikanya dari mana? Apakah penulis yang menyebarkan informasi itu sudah memberi penjelasan? Coba, logikanya di mana?, Kata Sho'im saat ditemui Suara.com dalam konferesi pers Pemerhati Kesehatan Ajukan Konsep Pengurangan Risiko Masalah Rokok di kawasan Cikini, Senin (2/12/2019).

Lebih lanjut ia melempear pertanyaan, jumlah atau dosis asap yang masuk ke perokok aktif dan perokok pasif itu kira-kira lebih banyak mana? Tentu perokok pasif. Lalu, kenapa bisa perokok pasif lebih berisiko? Nah, inilah yang perlu dicari jawabannya.

"Sejauh ini saya memanggapi itu masih skeptis. Namun sayang, hal itu hingga saat ini masih terus digaung-gaungkan. Sebagai orang yang berasal dari bidang keilmuan, itu masih sumir," ucapnya.

Mengenai rokok elektrik, ia berpendapat, dikarenakan nikotin dan TAR-nya lebih rendah, jadi logikanya paparan asapnya terhadap perokok pasif tentu bahayanya lebih rendah dari rokok konvensional.

"Sekali lagi ini masih berdasarkan logika saya. Dan, apabila kriterianya diambil dari ukuran dosis," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Harga Rokok Mulai Merangkak Naik

Perlahan Tapi Pasti, Harga Rokok Mulai Merangkak Naik

Bisnis | Senin, 02 Desember 2019 | 14:50 WIB

Pelarangan Vape Disebut Bukan Solusi Hentikan Perokok

Pelarangan Vape Disebut Bukan Solusi Hentikan Perokok

Bisnis | Rabu, 27 November 2019 | 15:38 WIB

Pengguna Vape Unggah Hasil Rontgen Parunya Sehat, Ini Tanggapan Dokter

Pengguna Vape Unggah Hasil Rontgen Parunya Sehat, Ini Tanggapan Dokter

Health | Rabu, 27 November 2019 | 08:02 WIB

Terkini

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 12:50 WIB

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:46 WIB

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 12:45 WIB

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Health | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:43 WIB

×