Pengguna Vape Unggah Hasil Rontgen Parunya Sehat, Ini Tanggapan Dokter

Vania Rossa, Risna Halidi

Rabu, 27 November 2019 | 08:02 WIB
Pengguna Vape Unggah Hasil Rontgen Parunya Sehat, Ini Tanggapan Dokter
Ilustrasi foto rontgen paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp P(K), FISR, FAPSR, menanggapi aksi ramai-ramai pengguna rokok elektrik atau vape yang menunjukkan foto rontgen paru-paru mereka yang diklaim bersih dan sehat.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes para perokok elektrik atau vape karena adanya isu mengenai pelarangan penggunaan rokok elektrik di Indonesia oleh pemerintah.

"Saya cuma bisa bilang selamat. Selamat, paru-paru Anda masih sehat," kata dr. Agus di Rumah PDPI, Jakarta Timur, Selasa, (26/11/2019).

Ia melanjutkan, para perokok vape beruntung jika hingga kini kualitas paru-paru mereka masih baik. Hanya saja, lanjut dr. Agus, ia tidak bisa menjamin fungsi organ vital tersebut masih sama baiknya pada beberapa tahun ke depan.

Risiko Terkena PPOK yang Tinggi

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh rokok dan dapat menurunkan kualitas kerja paru-paru.

Biasanya, PPOK terjadi pada seseorang yang merokok lebih dari 20 tahun. Lalu, apakah rokok elektrik juga dapat menyebabkan PPOK?

Dikatakan oleh dr. Agus, meski belum ada data pasti, namun kandungan pada rokok elektrik terbukti dapat mengiritasi paru-paru.

"Kalau rokok konvensional sudah dipakai sejak lama dan dalam penelitian sudah terbukti sebagai penyebab PPOK. Sementara pada rokok elektrik, penelitian yang ada masih pada hewan percobaan. Dan dari penelitian yang ada, ada tingkat masalah pernapasan. Sehingga pada manusia sendiri potensi (PPOK) itu ada," tambahnya.

baca juga

Berdasarkan data BOLD (The Burden of Obstructive Disease), diperkirakan ada 384 juta kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di tahun 2010 lalu. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien PPOK menurut data Riskesdas 2013 adalah 9,2 juta jiwa.

Bukan hanya jumlah pengidapnya yang semakin tinggi, beban biaya yang diakibatkan oleh PPOK juga terbilang tak murah.

Dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Faisal Yunus Sp.P(K) saat ditemui dalam acara konferensi pers menyambut Hari Penyakit Obstruktif Kronik Sedunia di Jakarta, beban ekonomi akibat penyakit PPOK di Amerika Serikat sangat tinggi.

Hanya saja belum ada angka pasti beban ekonomi akibat PPOK di Indonesia. Beban sendiri masuk dalam dua kategori, yaitu beban ekonomi langsung dan tidak langsung.

Beban ekonomi langsung dilihat dari biaya pengobatan seperti obat dan rawat inap yang harus dikeluarkan keluarga pasien PPOK.

Misal, tambahnya, ada obat PPOK yang dijual seharga Rp 1 juta untuk satu bulan saja. Apalagi PPOK berbeda dengan masalah asma di mana pasien PPOK biasanya akan menjalani rawat inap lebih lama serta mengonsumsi obat seumur hidup.

Sementara beban ekonomi tidak langsung adalah ketidakmampuan pasien PPOK untuk bekerja akibat kehilangan pekerjaan karena sakit.

"Itu kenapa di negara maju, mereka melarang rokok karena tahu beban biaya sangat tinggi. Apalagi sekali PPOK, sumur hidup harus pakai obat," tutup Profesor Faisal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Surat Larangan Vape, Begini Tanggapan BPOM

Beredar Surat Larangan Vape, Begini Tanggapan BPOM

Health | Selasa, 26 November 2019 | 19:29 WIB

Presiden Filipina Perintahkan Tangkap Semua Orang yang Isap Vape

Presiden Filipina Perintahkan Tangkap Semua Orang yang Isap Vape

News | Kamis, 21 November 2019 | 14:38 WIB

WHO Cemas Orang Masih Percaya Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Biasa

WHO Cemas Orang Masih Percaya Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Biasa

Health | Selasa, 19 November 2019 | 11:37 WIB

Terkini

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 14:08 WIB

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:05 WIB

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:57 WIB

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:56 WIB

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:54 WIB

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:53 WIB

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

×