Demi Harga Obat yang Murah, BPOM Lakukan Satgas Pendampingan Izin

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 Desember 2019 | 18:17 WIB
Demi Harga Obat yang Murah, BPOM Lakukan Satgas Pendampingan Izin
BPOM lakukan satgas pendampingan izin demi harga obat murah. (Dok. BPOM)

Suara.com - Demi Harga Obat yang Murah, BPOM Lakukan Satgas Pendampingan Izin

Permasalahan Indonesia dalam memerangi persebaran penyakit memang punya beragam tantangan. Salah satunya ketergantungan obat impor, yang membuat harga obat mahal.

Mengatasi ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencari solusi agar perusahaan yang membuat obat bisa semakin mudah mendapatkan izin, dengan melakukan pendampingan kepada para peneliti obat maupun pelaku usaha.

"Pendampingan tersebut bertujuan untuk mengawal agar produk inovasi riset yang siap dihilirisasi memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin edar," ujar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Pendampingan ini dilakukan sebagai perpanjangan tangan Satgas (satuan tugas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Fitofarmaka dan Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Biologi, yang ditetapkan dalam SK Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada 13 September 2019 lalu.

Anggota tim satgas terdiri dari seluruh kementerian, lembaga, akademisi, institusi penelitian, serta pelaku usaha. Di mana seluruh anggota wajib melakukan percepatan peredaran obat, jadi obat tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah saja tapi bisa digunakan secara luas.

Beruntung, beberapa produk yang sudah mendapatkan izin, diantaranya Stem Cell dari Pusat Pengembangan Penelitian Stem Cell Universitas Airlangga Surabaya bersama PT. Phapros, Albumin dari ikan gabus yang dikembangkan oleh Universitas Hasanudin Makassar bersama PT Royal Medika.

BPOM lakukan satgas pendampingan izin demi harga obat murah. (Dok. BPOM)
BPOM lakukan satgas pendampingan izin demi harga obat murah. (Dok. BPOM)

"Selain itu, terdapat produk biologi yang sedang dikembangkan yaitu enoxaparin bersumber domba, trastuzumab, dan sejumlah vaksin antara lain MR, Hepatitis B, Tifoid, Rotavirus, Polio. Sedangkan untuk produk fitofarmaka antara lain ekstrak seledri, binahong, daun kelor, daun gambir dan bajakah," jelasnya.

Sementara itu, terkair dengan kemandirian pasokan darah dikembangkan induatri fraksionasi plasma, dengan pendampingan dan percepatan sertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai langkah awal.

baca juga

Hingga saat ini telah tersertifikasi tiga belas UTD PMI dan empat sertifikat CPOB di antaranya akan diserahkan secara resmi hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Izin Edar Obat Tak Lagi Dipegang BPOM, Menkes Terawan: Untuk Efisiensi

Izin Edar Obat Tak Lagi Dipegang BPOM, Menkes Terawan: Untuk Efisiensi

Health | Sabtu, 30 November 2019 | 07:55 WIB

Beredar Surat Larangan Vape, Begini Tanggapan BPOM

Beredar Surat Larangan Vape, Begini Tanggapan BPOM

Health | Selasa, 26 November 2019 | 19:29 WIB

BPOM Larang Rokok Elektronik, Vaper Jawa Timur Melawan

BPOM Larang Rokok Elektronik, Vaper Jawa Timur Melawan

Health | Minggu, 24 November 2019 | 22:10 WIB

Terkini

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit

Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Polda Jatim dan BNNP Gerebek Kampung Kunti, 19 Pria Diamankan!

Polda Jatim dan BNNP Gerebek Kampung Kunti, 19 Pria Diamankan!

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Samjin Company English Class: Perjuangan Naik Jabatan yang Tidak Biasa

Samjin Company English Class: Perjuangan Naik Jabatan yang Tidak Biasa

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?

Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Kemensos Siapkan Program Pemberdayaan untuk 2,7 Juta Penerima Bansos Berusia Produktif

Kemensos Siapkan Program Pemberdayaan untuk 2,7 Juta Penerima Bansos Berusia Produktif

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:46 WIB

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:46 WIB

Foundation Wardah untuk Kulit Kuning Langsat No Berapa? Ini Pilihan Shade Terbaik

Foundation Wardah untuk Kulit Kuning Langsat No Berapa? Ini Pilihan Shade Terbaik

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Mauresmo Hinoke Bersinar di Belanda, Mengapa Tak Bisa Membela Timnas Indonesia?

Mauresmo Hinoke Bersinar di Belanda, Mengapa Tak Bisa Membela Timnas Indonesia?

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Dinkes DKI Buru Puluhan Ribu Kasus TBC 'Tersembunyi' di Jakarta, Hadapi Tantangan Stigma Warga

Dinkes DKI Buru Puluhan Ribu Kasus TBC 'Tersembunyi' di Jakarta, Hadapi Tantangan Stigma Warga

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:43 WIB

×