Kaleidoskop Kesehatan 2019: Regulasi Vape dan Risiko Penyakit Paru

M. Reza Sulaiman

Rabu, 18 Desember 2019 | 06:25 WIB
Kaleidoskop Kesehatan 2019: Regulasi Vape dan Risiko Penyakit Paru
Ratusan orang mengalami gangguan pernapasan dan sesak napas, diduga karena penggunaan produk rokok elektrik alias vape. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Kaleidoskop Kesehatan 2019: Regulasi Vape dan Risiko Penyakit Paru

Kaleidoskop Kesehatan 2019 membahas peristiwa, temuan, hingga pembahasan seputar seluk-beluk masalah kesehatan di tahun 2019.

Salah satu yang sempat ramai dibahas adalah fenomena vape alias rokok elektrik yang kembali jadi perbincangan hangat di pertengahan tahun. Sebabnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat melakukan investigasi terkait kasus penyakit paru-paru yang terjadi pada pengguna vape dan rokok elektrik. Temuan terbaru mengatakan tidak ada satu merek yang bertanggung jawab penuh terhadap masalah ini.

Berdasarkan data CDC per 10 Desember 2019, ada 2.409 kasus penyakit paru-paru karena penggunaan vape dan rokok elektrik, dengan korban meninggal terkonfirmasi sebanyak 52 orang. Penggunaan THC ilegal serta vitamin E asetat pada liquid menjadi penyebab utama masalah ini.

Kabar ini juga memantik keresahan para pengguna vape di Indonesia. Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) pun angkat bicara mengenai isu ini, yang menurutnya terjadi karena konsumsi liquid ilegal yang tidak standar.

"Pemberitaan itu kami konfirmasikan kepada Asosiasi Vape di seluruh dunia. Dan kami sekali lagi mendapatkan penjelasan bahwa kasus itu terjadi di Amerika dan benar adanya tetapi bukan karena liquid vape yang normal/legal/yang biasa digunakan oleh umumnya pengguna vape atau vapers," kata Ketua APVI Aryo Andrianto dalam keterangannya, Selasa (17/9).

Kasus pesakitan dan meninggal akibat rokok elektrik ini juga ditanggapi oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K). Menurutnya, apa yang terjadi di Amerika saat ini merupakan sebuah epidemi, yang sebelumnya juga sempat terjadi di beberapa negara lain.

Kerusakan ini terjadi secara cepat dan hebat, sehingga selain sesak napas, pasien juga bisa terancam nyawanya karena tidak bisa bernapas. Lalu, apakah sudah ada kasus serupa yang terjadi di Indonesia?

Menurut dr Agus berdasarkan laporan resmi Dinas Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan, hingga saat ini belum ada kasus gangguan fungsi pernapasan karena penggunaan rokok elektrik. Hal ini dikarenakan belum ada mekanisme pelaporan kasus gangguan paru-paru yang secara khusus disebabkan oleh rokok elektrik di fasilitas kesehatan, baik itu klinik, puskesmas, maupun rumah sakit.

baca juga

"Tapi berdasarkan pengalaman rekan-rekan sejawat dokter paru, ada pasien yang paru-parunya kolaps dan bocor setelah beberapa bulan gunakan vape," tuturnya.

Ratusan orang mengalami gangguan pernapasan dan sesak napas, diduga karena penggunaan produk rokok elektrik alias vape. (Dok. Suara.com)
Ratusan orang mengalami gangguan pernapasan dan sesak napas, diduga karena penggunaan produk rokok elektrik alias vape. (Dok. Suara.com)

Pro-kontra Regulasi Vape

Dukungan pembuatan peraturan soal rokok elektrik juga datang dari Ketua Komisi IX DPR-RI, Dede Yusuf. Ia mengimbau agar pemerintah segera berembuk membuat peringatan mengenai peredaran rokok elektrik di masyarakat.

"Menurut saya pemerintah harus mulai mengawasi rokok elektrik karena yang pakai rokok elektrik anak-anak pun sudah pakai, perempuan juga menggunakan rokok elektrik karena ada wanginya. Rokok elektrik bagaimana pun juga adalah sesuatu yang dibakar. Ketika sesuatu yang dibakar ada karbonnya di situ, pasti juga akan menghasilkan efek (negatif) pada akhirnya," kata Dede Yusuf.

Ingin tahu kaleidoskop kesehatan tentang vape? Simak di halaman selanjutnya ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badan Kesehatan AS Rilis Merek Rokok Elektrik 'Bermasalah', Ini Daftarnya

Badan Kesehatan AS Rilis Merek Rokok Elektrik 'Bermasalah', Ini Daftarnya

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 11:00 WIB

Pro dan Kontra: Rokok Elektronik

Pro dan Kontra: Rokok Elektronik

Your Say | Selasa, 10 Desember 2019 | 10:48 WIB

Dokter Sebut Vape dan Rokok Sama-sama Berisiko Bikin Kanker Paru, Kenapa?

Dokter Sebut Vape dan Rokok Sama-sama Berisiko Bikin Kanker Paru, Kenapa?

Health | Kamis, 05 Desember 2019 | 22:01 WIB

Terkini

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 17:17 WIB

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:13 WIB

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:09 WIB

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

×