4 Cara Ampuh Atasi Susah BAB saat Traveling

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Selasa, 24 Desember 2019 | 20:00 WIB
4 Cara Ampuh Atasi Susah BAB saat Traveling
ilustrasi perempuan susah buang air besar. (shutterstock)

Suara.com - 4 Cara Ampuh Atasi Susah BAB saat Traveling

Memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru, mengisi hari libur atau cuti kerja dengan bepergian memang jadi salah satu cara untuk melepas stres.

Sayangnya, kegiatan ini sering kali menyebabkan susah BAB atau sembelit. Bila tidak diatasi, kondisi ini bisa merusak suasana hati karena gejalanya yang mengganggu. Jangan cemas, simak tipsnya berikut ini.

Rata-rata jadwal BAB yang normal adalah 3 kali seminggu, tapi beberapa orang ada yang lebih dari itu. Bila Anda merasa rutinitas buang air besar berkurang dari biasanya, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang sembelit.

Cara mengatasi sembelit saat bepergian, sebenarnya tidak berbeda dengan cara yang umumnya dilakukan. Hanya saja, Anda perlu menyesuaikan dengan situasi Anda yang sedang menempuh perjalanan. Mari bahas satu per satu cara ampuh terbebas dari susah BAB saat traveling berikut ini dilansir Hello Sehat.

1. Makan makanan berserat

Kekurangan serat jadi penyebab umum susah buang air besar. Jadi, selama perjalanan pastikan Anda meningkatkan asupan makanan tinggi serat, contohnya pisang, apel, pepaya, melon, kacang-kacangan, dan sayuran. Anda bisa menyiapkan makanan ini sebagai bekal sebelum bepergian atau membelinya.

Makanan berserat dapat melunakkan tekstur feses sehingga mudah dikeluarkan. Selain itu, serat juga menambah jumlah feses sehingga lebih cepat melewati usus untuk dikeluarkan. Cara mengatasi susah BAB saat traveling ini sangat direkomendasikan karena mudah untuk Anda lakukan.

2. Minum obat pencahar

Cara mengatasi susah BAB saat traveling selanjutnya adalah minum obat pencahar. Anda bisa menggunakan obat pencahar tablet yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

Minum obat ini membantu melunakkan feses dan mengaktifkan usus untuk bergerak aktif sehingga mempermudah Anda untuk mengeluarkan feses. Pastikan Anda selalu baca aturan pakai dan minum obat sesuai dosis yang dianjurkan.

Jadi, jangan lupa untuk selalu menyediakan obat ini dalam daftar obat-obatan yang Anda bawa saat bepergian.

3. Banyak minum air

Supaya lebih cepat mengatasi BAB saat traveling, cara yang bisa dilakukan selanjutnya adalah minum yang banyak.

Memang, kebanyakan orang cenderung menahan diri untuk tidak minum air terlalu banyak. Padahal, kebiasaan tersebut justru semakin mempersulit BAB. Jadi, sebaiknya tetap minum yang banyak, karena cairan bisa membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Usus Bengkak karena Penuh Gas, Ketahui Gejala dan Komplikasi Volvulus

Viral Usus Bengkak karena Penuh Gas, Ketahui Gejala dan Komplikasi Volvulus

Health | Kamis, 07 November 2019 | 09:55 WIB

Olahraga HIIT Bisa Sebabkan Sembelit, Benarkah?

Olahraga HIIT Bisa Sebabkan Sembelit, Benarkah?

Health | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 15:45 WIB

Jet Lag Bikin Sembelit? Ini Tips dari Travel Blogger untuk Mengatasinya

Jet Lag Bikin Sembelit? Ini Tips dari Travel Blogger untuk Mengatasinya

Health | Rabu, 25 September 2019 | 11:55 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB