Jangan Larang Anak Main di Genangan Air, Ada Manfaatnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 25 Desember 2019 | 18:15 WIB
Jangan Larang Anak Main di Genangan Air, Ada Manfaatnya!
Anak laki-laki main di genangan air (Pixabay/victoria_borodinova)

Suara.com - Musim hujan telah tiba, Anda pasti sering menemukan genang air di mana-mana. Pada musim seperti ini biasanya banyak anak-anak senang hujan-hujanan atau bermain genangan air.

Tetapi, seringkali orangtua khawatir ketika anak-anak bermain genangan air. Mereka mengira genangan air tersebut bisa menyebabkan penyakit karena tercampur dengan kotoran di jalanan hingga polutan.

Tetapi, apakah benar bermain genangan air buruk bagi kesehatan anak-anak dan tidak ada manfaatnya?

Cara terbaik untuk mengembangkan kesehatan usus anak justru membiarkan mereka berkotor-kotoran. Misalnya, membiarkan mereka bermain dengan hewan, mencuci tangan dengan sabun biasa daripada gen antibakteri, memberinya makanan tinggi serat dan mengurangi penggunaan antibiotik.

Menurut Profesor Brett Finlay dilansir dari Asia One, sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara kekurangan mikroba dalam usus anak dengan kondisi kronis potensial seperti asma, alergi, obesitas, diabetes dan perkembangan otak.

Anak-anak main di genangan air (Pixabay/qimono)
Anak-anak main di genangan air (Pixabay/qimono)

Ilmuwan mikroba Jack Gilbert, co-penulis Dirt Is Good, mengatakan bahwa kebiasaan memberihkan tangan anak-anak dengan tisu antiseptik setelah mereka bermain kotor-kotoran atau menjauhkannya dari binatang justru bukan pilihan tepat.

Jack Gilbert menganjurkan agar orangtua membiarkan anak-anak mengenal dunia lebih luas, seperti membiarkan mereka bermain kotor-kotoran untuk mengembangkan kesehatan usus.

Yoki Lau, ibu dua anak dari Hong Kong pun berusaha membiarkan anaknya yang berusia satu dan lima tahun bermain genangan air. Yoki Lau mengaku sebelumnya ia tidak boleh bermain genangan air hingga dewasa oleh orangtuanya.

Ia percaya bahwa bermain kotoran seperti di genangan air bisa membantu mengembangkan indera dan meningkatkan perkembangan anaknya.

"Cara ini juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus dan membangun koneksi saraf. Beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting untuk pertumbuhan otak dan banyak koneksi saraf dibangun selama fase ini," jelas Yoki Lau.

Ilustrasi anak main hujan-hujanan. (Shutterstock)
Ilustrasi anak main hujan-hujanan. (Shutterstock)

Karena itu, ia percaya bahwa banyak stimulasi yang diterima otak bayi. Maka semakin banyak koneksi yang akan dikembangkan. Yoki Lau pun merasa bahwa sanitasi kedua anaknya telah berubah setelah membiarkan mereka bermain kotor.

"Saya adalah orang OCD. Saya selalu membersihkan tempat makan dan tangan anak saya setiap kali mereka menyentuh sesuatu. Tetapi, mereka tetap sakit setiap bulannya. Ketika saya kurangi tingkat OCD-nya dengan membiarkan anak-anak bermain kotoran, mereka justru lebih sehat," katanya.

Penelitian dalam Perspectives in Public Health pun berpendapat bahwa paparan anak usia dini terhadap mikroorganisme tertentu dapat melindungi dirinya dari sejumlah penyakit, termasuk alergi.

Para peneliti berpendapat bahwa belum ada bukti kuat mengenai hubungan antara kebersihan pribadi atau rumah dengan peningkatan risiko alergi. Karena, kebersihan yang berlebihan tidak menghilangkan mikroba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Hujan Mendera, Ini Tips Rawat Motor Listrik

Musim Hujan Mendera, Ini Tips Rawat Motor Listrik

Otomotif | Kamis, 19 Desember 2019 | 18:05 WIB

Alergi Fatal pada Produk Susu, Mahasiswa Ini Ditemukan Meninggal

Alergi Fatal pada Produk Susu, Mahasiswa Ini Ditemukan Meninggal

Lifestyle | Selasa, 17 Desember 2019 | 18:47 WIB

4 Tips untuk Tetap Sehat Selama Musim Hujan, Catat Ya!

4 Tips untuk Tetap Sehat Selama Musim Hujan, Catat Ya!

Health | Senin, 16 Desember 2019 | 15:25 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB