Dinar Candy Minum Susu Murni Langsung dari Sapi, Adakah Risikonya?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 28 Desember 2019 | 13:32 WIB
Dinar Candy Minum Susu Murni Langsung dari Sapi, Adakah Risikonya?
Dinar Candy [Suara.com/Yuliani]

Suara.com - Beberapa hari lalu Dinar Candy mengunggah video Instagram sedang mencoba susu sapi segar. Bukan susu sapi segar yang sudah diolah, Dinar Candy minum susu segar itu langsung dari sapinya.

Dalam video terlihat seorang pria membantu memeras susu sapi. Lalu, Dinar Candy yang berada di samping pria tersebut langsung membuka mulut dan meminum susu sapi itu.

"Susu murni mantap!!" tulis Dinar Candy di Instagram.

Aksi Dinar Candy minum susu langsung dari sapi tanpa proses pengolahan tentu mengundang perhatian publik. Anda mungkin bertanya-tanya, apakah minum susu sapi segar tanpa proses pengolahan atau masih mentah tidak berbahaya?

Perlu dipahami, susu sapi mentah artinya susu baru saja diperah dan belum melalui proses pengolahan. Sebenarnya dilansir dari Hello Sehat, susu sapi yang belum diperah masih bersifat steril dari bakteri dan kotoran.

Namun, proses pemerahan membuat susu sapi bisa saja terkontaminasi bakteri dari kulit, feses sapi, peralatan perah, tangan pemerah dan tempat penyimpanan susu.

Dinar Candy minum susu sapi mentah (Instagram/@dinar_candy)
Dinar Candy minum susu sapi mentah (Instagram/@dinar_candy)

Namun, banyak yang mengklaim kalau susu sapi mentah mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan susu hasil pasteurisasi. Susu sapi murni kaya kandungan nutrisi, air dan memiliki tingkat keasaman yang netral.

Kondisi itulah yang membuat susu sapi mentah bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Bakteri berbahaya yang terdapat dalam susu sapi mentah ini termasuk salmonella, e. coli, campylobacter, s.aureus, yersinia enterocolitica dan listeria monocytogenes.

Sejumlah bakteri tersebut akan mati ketika susu sapi segar dipanaskan atau melalui proses pasteurisasi. Jika tidak, bakteri dalam susu sapi mentah bisa menyebabkan masalah kesehatan.

baca juga

Adapun masalah kesehatan yang paling umum seperti keracunan makanan. Gejalanya bisa berupa mual, muntah, diare, nyeri perut, demam dan dehidrasi.

Bahaya minum susu mentah juga lebih berisiko pada anak-anak, lansia, wanita hamil dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Susu sapi mentah bisa berbahaya bagi wanita hamil karena mengandung bakteri listeria. Bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit pada janin, keguguran hingga kematian bayi yang baru lahir.

Bahkan, wanita hamil bisa juga mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi kehamilan akibat infeksi bakteri tersebut. Karena itu, Anda khususnya wanita hamil tidak disarankan minum susu sapi yang masih mentah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanda Anak Alergi Susu Sapi, Punya Tinggi dan Berat Badan yang Lebih Rendah

Tanda Anak Alergi Susu Sapi, Punya Tinggi dan Berat Badan yang Lebih Rendah

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:49 WIB

Nggak Jijik, Dinar Candy Minum Susu Langsung dari Sapinya

Nggak Jijik, Dinar Candy Minum Susu Langsung dari Sapinya

Entertainment | Senin, 23 Desember 2019 | 20:14 WIB

Susu Sapi Segar Melimpah, Boyolali Kembangkan Keju Lokal Rasa Internasional

Susu Sapi Segar Melimpah, Boyolali Kembangkan Keju Lokal Rasa Internasional

Lifestyle | Selasa, 17 Desember 2019 | 20:05 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×