Tetap Perlu Asuransi Penyakit Kritis Meski Punya BPJS, Kenapa?

Arsito Hidayatullah

Kamis, 30 Januari 2020 | 20:05 WIB
Tetap Perlu Asuransi Penyakit Kritis Meski Punya BPJS, Kenapa?
Ilustrasi pasien penyakit kritis dalam perawatan di rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini, rata-rata pengguna layanan BPJS Kesehatan sudah bisa menikmati manfaat dari layanan yang dikeluarkan oleh pemerintah ini. Selama beberapa tahun belakangan, BPJS Kesehatan memang sudah banyak membantu para pesertanya yang membutuhkan layanan kesehatan, bahkan untuk kondisi-kondisi yang parah sekali pun.

Hampir semua jenis penyakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sehingga Anda bisa mendapatkan penanganan secara gratis selama mengakses layanan kesehatan yang Anda perlukan.

Jika melihat manfaat yang diberikan oleh layanan BPJS Kesehatan, maka sangat wajar bila pada akhirnya sebagian besar peserta beranggapan bahwa mereka sudah tidak membutuhkan layanan asuransi kesehatan lainnya.

Hal ini tentu tidak salah, namun tidak juga tidak sepenuhnya benar. Sebab, jika sewaktu-waktu Anda mengalami risiko penyakit yang cukup parah, maka sangat besar kemungkinan tidak mampu lagi bekerja.

Artinya, Anda akan kehilangan pekerjaan sekaligus penghasilan. Kondisi seperti inilah yang patut diantisipasi dengan baik, termasuk dengan mempertimbangkan penggunaan asuransi penyakit kritis untuk mengatasinya.

Untuk lebih jelas soal seberapa pentingnya asuransi penyakit kritis meskipun Anda sudah punya asuransi dari pemerintah lewat BPJS Kesehatan, berikut catatannya seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Asuransi Penyakit Kritis Melengkapi BPJS Kesehatan Anda

BPJS Kesehatan memang memberikan perlindungan terhadap risiko penyakit yang Anda derita. Seluruh biaya berobat Anda akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, tentunya sesuai dengan aturan dan kebijakan yang diterapkan dalam layanan tersebut.

Ini merupakan keuntungan dan sekaligus manfaat yang bisa didapatkan dari produk yang satu ini. Namun di saat Anda menderita sakit yang parah, Anda tentu akan kehilangan pekerjaan dan penghasilan di waktu bersamaan.

baca juga

Kondisi ini akan membuat keuangan memburuk, apalagi jika ternyata Anda sudah memiliki tanggungan. Sementara, uang pesangon yang Anda dapatkan dari perusahaan mungkin saja hanya cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Hal ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan saja tidak cukup untuk menanggung risiko yang terjadi tersebut. Artinya, Anda membutuhkan layanan asuransi penyakit kritis sebagai pelengkapnya.

Jika selama ini Anda berpikir biaya berobat saja sudah cukup untuk diantisipasi melalui penggunaan BPJS Kesehatan, sebaiknya perlu berpikir ulang. Selama masa sakit, Anda juga akan membutuhkan biaya hidup, termasuk sejumlah anggota keluarga yang selama ini menjadi tanggungan Anda.

Ada banyak biaya yang mungkin harus Anda tutupi dan masih terus akan berjalan seperti biasanya. Di antara adalah biaya sewa rumah, biaya sekolah anak-anak, biaya listrik serta tagihan rutin lainnya, biaya bulanan rumah tangga, dan lainnya.

2. Asuransi Penyakit Kritis Mengatasi Risiko Kehilangan Penghasilan

Saat Anda sakit dan tidak bisa mendapatkan penghasilan lagi, maka kondisi keuangan keluarga tentu harus diselamatkan. Inilah manfaat yang akan Anda dapatkan dari penggunaan asuransi penyakit kritis itu sendiri.

Di dalam praktiknya, asuransi penyakit kritis ini memang tidak akan memberikan penggantian biaya rumah sakit yang Anda keluarkan selama berobat. Namun Anda akan mendapatkan uang pertanggungan dari asuransi ini ketika mengalami risiko penyakit kritis.

Perusahaan asuransi akan memiliki kriteria khusus terkait dengan kondisi kritis ini, di mana Anda memang sudah tidak dimungkinkan untuk bekerja lagi dan mendapatkan penghasilan. Dalam kondisi kehilangan penghasilan seperti ini, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang pertanggungan kepada Anda.

Anda bisa menggunakan uang tersebut guna memenuhi berbagai kebutuhan hidup Anda dan keluarga. Sementara untuk mengatasi biaya berobat, Anda bisa mengandalkan layanan BPJS Kesehatan saja.

3. Uang Pertanggungan Bisa untuk Melindungi Keuangan Keluarga di Saat Tepat

Anda mungkin saja berpikir sudah memiliki layanan asuransi jiwa yang kelak akan membantu keuangan keluarga, jika sewaktu-waktu Anda sebagai tulang punggung keluarga mengalami risiko. Lalu, untuk apa menggunakan asuransi penyakit kritis seperti ini lagi?

Penting bagi Anda untuk memahami bahwa manfaat dari asuransi penyakit kritis dan juga asuransi jiwa akan sangat berbeda, meskipun keduanya memberikan sejumlah uang pertanggungan dalam bentuk tunai akibat risiko yang terjadi.

Manfaat asuransi jiwa didapatkan ketika terjadi risiko kematian pada diri Anda, di mana ahli waris/keluarga Andalah yang akan mendapatkan manfaat uang pertanggungan ini. Sebaliknya, pertanggungan asuransi penyakit kritis ini akan dibayarkan kepada Anda, jika Anda mengalami risiko penyakit kritis yang menyebabkan kehilangan pekerjaan dan sekaligus penghasilan.

Anda bisa menggunakan uang pertanggungan penyakit kritis ini untuk menjaga kondisi keuangan tetap berjalan dengan baik, meskipun Anda tidak menghasilkan sejumlah pendapatan lagi. Hal ini tentu akan sangat berguna dan sekaligus bisa mengurangi beban pikiran selama sakit, sehingga Anda bisa fokus pada proses berobat yang dijalani.

Pahami dan Miliki Asuransi Penyakit Kritis Secepatnya

Menggunakan layanan asuransi merupakan salah satu langkah bijak untuk menghadapi berbagai risiko di dalam kehidupan Anda. Selain asuransi kesehatan/BPJS Kesehatan dan juga asuransi jiwa, pastikan Anda punya asuransi penyakit kritis. Pahami dan beli asuransi ini secepatnya, dan dapatkan manfaat keuangan yang penting di masa-masa sulit Anda ketika menghadapi penyakit kritis.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Asuransi dari Kantor Cukup? Kenali 4 Jenis Asuransi Jiwa untuk Karyawan

Asuransi Jiwa Seumur Hidup, Apa dan Bagaimana?

Klaim Asuransi Dibuat Susah, BMAI Siap Membantu

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Merger Seluruh BUMN Asuransi Jadi 3 Perusahaan

Danantara Merger Seluruh BUMN Asuransi Jadi 3 Perusahaan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Solo Date: Saat Jalan-Jalan Sendiri Berubah Jadi Bentuk Perawatan Diri

Solo Date: Saat Jalan-Jalan Sendiri Berubah Jadi Bentuk Perawatan Diri

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Segar Sekaligus Kencang, 5 Eye Treatment Mentimun untuk Cegah Penuaan Dini

Segar Sekaligus Kencang, 5 Eye Treatment Mentimun untuk Cegah Penuaan Dini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

Universitas Sriwijaya Menghadirkan Taman Budaya Gotong Royong JKN

Universitas Sriwijaya Menghadirkan Taman Budaya Gotong Royong JKN

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 15:29 WIB

Apakah Setelah Menggunakan Air Mawar Harus Dibilas?

Apakah Setelah Menggunakan Air Mawar Harus Dibilas?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:35 WIB

Suahasil Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Rp 20 Triliun, Cair Oktober 2026

Suahasil Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Rp 20 Triliun, Cair Oktober 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:09 WIB

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:46 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Melampaui DNA Salmon: Mengenal DNA Ikan Trout, Tren Baru Rahasia Kulit Glowing Minim 'Downtime'

Melampaui DNA Salmon: Mengenal DNA Ikan Trout, Tren Baru Rahasia Kulit Glowing Minim 'Downtime'

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:32 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×