Studi: Pola Makan Tinggi Protein Dapat Membahayakan Kesehatan Jantung

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 05 Februari 2020 | 11:32 WIB
Studi: Pola Makan Tinggi Protein Dapat Membahayakan Kesehatan Jantung
Ilustrasi makanan tinggi protein. (Pixabay/RitaE)

Suara.com - Diet tinggi protein dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan berprotein tinggi sebagai sumber energi tubuh daripada konsumsi karbohidrat. Diet tinggi protein juga dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan dan membentuk massa otot.

Namun, semakin ke sini, para peneliti mulai mempertanyakan apakah makanan kaya protein memberikan manfaat yang cukup untuk mengimbangi risiko potensial.

Sebagian besar, berbagai penelitian baru-baru ini menunjukkan makanan berprotein tinggi dapat memengaruhi kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular.

Misalnya saja dalam sebuah studi terhadap hewan yang dilakukan oleh seorang profesor kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, menunjukkan pola makan tinggi mungkin dapat menyebabkan masalah kardiovaskular, seperti aterosklerosis.

Sekarang, sebuah studi baru pada manusia memperlihatkan hubungan antara makanan berprotein tinggi (dengan kandungan asam amino sulfur tinggi) dengan peningkatan risiko kardiometabolik.

Perlu diketahui, protein terdiri dari senyawa kecil yang disebut asam amino, yang memiliki variasi dalam komponennya. Beberapa mengandung atom unsur sulfur. Inilah mengapa disebut dengan asam amino dengan sulfur.

Sebenarnya, asam amino sangat dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Namun, jika kandungan ini berlebihan tentu akan menjadi berbahaya, sama seperti nutrisi lainnya.

Inilah yang peneliti Penn State perhatikan ketika mereka melihat data pola makan dan status kesehatan 11.576 orang yang diakses melalui National Health and Nutrition Examination Survey ketiga (NHANES III).

Ilustrasi daging kambing. (Pixabay/SvenHilker)
Ilustrasi daging kambing. (Pixabay/SvenHilker)

Peneliti mencoba untuk menilai risiko masing-masing peserta terhadap masalah kardiometabolik, seperti peyakit jantung, stroke dan diabetes.

baca juga

Hasilnya menunjukkan, yang dilansir Medical News Today, nilai risiko kardiometabolik pada peserta yang mendapatkan banyak asupan asam amino dengan sulfur cenderung lebih tinggi.

Hubungan ini tetap ada bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor pembaur, termasuk usia, jenis kelamin biologi, dan riwayat kondisi kesehatan seperti hipertensi dan diabetes.

Hampir semua makanan adalah sumber asam amino dengan sulfur, kecuali biji-bijian, buah dan sayuran.

"Daging dan makanan berprotein tinggi lainnya umumnya lebih tinggi dalam kandungan asam amino dengan sulfur," kata penulis utama, Zhen Dong, Ph.D.

Sedangkan orang-orang yang makan banyak produk nabati memiliki jumlah asam amino dengan sulfur yang lebih rendah.

Penelitian ini pun diterbitkan dalam EClinicalMedicine dan dilakukan oleh ennsylvania (Penn) State University di State College.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa temuan saat ini, sejauh ini, hanya pengamatan, menunjuk pada hubungan daripada memverifikasi kausalitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Joserizal Jurnalis Meninggal karena Jantung, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Joserizal Jurnalis Meninggal karena Jantung, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 11:27 WIB

Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini

Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini

Health | Kamis, 16 Januari 2020 | 17:00 WIB

Minum Teh 3 Kali Seminggu Bisa Buat Tubuh Lebih Sehat, Ini Alasannya!

Minum Teh 3 Kali Seminggu Bisa Buat Tubuh Lebih Sehat, Ini Alasannya!

Health | Kamis, 09 Januari 2020 | 16:24 WIB

Terkini

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×