Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 16 Januari 2020 | 17:00 WIB
Agar Tidak Makin Parah, Kelola Gangguan Kecemasan dengan 4 Makanan Ini
Ilustrasi gangguan kecemasan (Shutterstock)

Suara.com - Orang dapat melakukan berbagai perubahan gaya hidup untuk membantu mengelola gangguan kecemasan mereka. Seperti banyak makan sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dapat membantu mengelola gejalanya.

Gejala dari gangguan kecemasan umum seperti rasa takut, ketegangan, khawatir berlebihan tentang kejadian dan masalah sehari-hari, sifat lekas marah, kesulitan berkonsentrasi, jantung berdebar hingga merasakan sesak napas.

Dilansir Medical News Today, untuk mengelola gejala-gejala seperti di atas, orang yang memiliki gangguan kecemasan dapat mengonsumsi:

Ilustrasi kacang-kcangan  (Shutterstock)

1. Kacang Brazil

Kacang brazil tinggi selenium, yang dapat memeperbaiki suasana hati dengan mengurangi peradangan pada orang dengan gangguan kecemasan umum.

Selenium juga merupakan antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel.

Namun, batas mengonsumsi selenium adalah 400 mikrogram (mcg) per hari pada orang dewasa. Terlalu banyak mengonsumsi selenium dapat menyebabkan efek samping.

2. Ikan berlemak

Ikan seperti salmon, sarden, trout, dan mackerel. kaya akan omega-3. Asam lemak ini dinilai memiliki hubungan yang kuat dengan fungsi kognitif serta kesehatan mental.

baca juga

Rekomendasi saat ini menyarankan untuk makan setidaknya dua porsi ikan berlemak dalam seminggu. Sebuah studi menemukan, mengonsumsi salmon tiga kali seminggu dapat mengurangi kecemasan.

Ilustrasi fillet ikan salmon. (Shutterstock)
Ilustrasi ikan salmon. (Shutterstock)

3. Kuning telur

Kuning telur merupakan sumber vitamin D dan protein yang lengkap. Artinya, telur juga mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Telur juga mengandung triptofan, salah satu asam amino yang membantu membuat serotonin.

Serotonin adalah neurotransmitter kimia yang membantu mengatur suasana hati, tidur, memori dan perilaku. Serotonin juga dianggap meningkatkan fungsi otak dan menghilangkan kecemasan.

4. Kunyit

Bahan aktif di dalam kunyit, curcumin, dapat membantu menurunkan kecemasan dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang sering meningkat pada orang yang mengalami gangguan suasana hati, seperti kecemasan dan depresi.

Sebuah studi pada 2015 menemukan curcumin dapat mengurangi kecemasan pada orang dewasa yang obesitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deretan Tanda Gangguan Kecemasan, Apakah Anda Mengalaminya?

Deretan Tanda Gangguan Kecemasan, Apakah Anda Mengalaminya?

Health | Kamis, 12 Desember 2019 | 15:08 WIB

Mulai dari Anti-aging hingga Pencegah Kanker, Berikut 5 Manfaat Buah Naga

Mulai dari Anti-aging hingga Pencegah Kanker, Berikut 5 Manfaat Buah Naga

Health | Selasa, 10 Desember 2019 | 09:27 WIB

Pernah Tuai Kontroversi, Bagaimana Hipnoterapi Dapat Sembuhkan Pasien?

Pernah Tuai Kontroversi, Bagaimana Hipnoterapi Dapat Sembuhkan Pasien?

Health | Selasa, 05 November 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×