Demi Kesehatan Reproduksi, Terapkan Sustainable Feminine Hygiene

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 06 Februari 2020 | 17:00 WIB
Demi Kesehatan Reproduksi, Terapkan Sustainable Feminine Hygiene
Ilustrasi kesehatan reproduksi (Shutterstock)

Suara.com - Data dari Hardvard Technology Publication 2016 menunjukkan, setiap tahunnya terdapat 45 milyar pembalut dan juga tampon yang digunakan oleh perempuan di dunia dan menghasilkan 3,2 juta sampah.

Namun, kesadaran mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan reproduksi perempuan serta dampak lingkungan dari penggunaan produk kewanitaan pada saat menstruasi masih kurang.

Oleh karena itu, DKT Indonesia melalui siaran pers Andalan Feminine Care mendorong perempuan Indonesia untuk mulai menerapkan Sustainable Feminine Hygiene sebagai salah satu resolusi kesehatan yang wajib dilakukan pada tahun ini.

Sustainable Feminine Hygiene yaitu ajakan untuk lebih bijak menggunakan produk kewanitaan dari bahan/materi yang ramah lingkungan. Selain itu, produk yang digunakan juga harus memiliki dampak kimia rendah bagi lingkungan serta tubuh penggunanya.

Inilah Sustainable Feminine Hygiene yang dapat diterapkan selama tahun ini.

Ilustrasi pembalut (Shutterstock)
Ilustrasi pembalut (Shutterstock)

1. Bijak memilih produk feminine hygiene yang aman bagi kulit serta lingkungan

Hal ini dapat diterapkan dengan menggunakan menstrual cup dan reusable sanitary pads atau biasa disebut dengan pembalut kain.

"Pilih produk feminine hygiene yang memiliki kandungan bebas chlorine, parfum, serta cairan kimia yang berlebih, karena akan membahayakan kesehatan area vagina," ujar dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Dinda Derdameisya.

2. Bersihkan vulva dan lipatan labia dengan menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang aman dan mengandung bahan alami

baca juga

Pada saat mandi maupun setelah selesai buang air, usahakan untuk selalu membersihkan bagian luar organ kewanitaan yaitu vulva, klitoris, dan juga lipatan labia.

Gunakan sabun pembersih kewanitaan khusus yang memiliki kandungan alami, lembut dan mengandung prebiotic dan bahan alami.

3. Rajin ganti celana dalam dan selalu jaga kelembaban vagina

Ganti celana dalam minimal dua kali sehari, atau lebih bagus lagi, setiap selesai buang air.

Pastikan untuk menggunakan celana dalam yang memiliki bahan mudah menyerap keringat. Serta selalu gunakan handuk kering yang lembut sebelum memakai celana dalam, dan jemur celana dalam dan handuk di bawah terik matahari sehingga benar-benar kering.

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan. (Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan. (Shutterstock)

4. Bersihkan ekstra pada saat menstruasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadar Kesehatan Organ Reproduksi, Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Sadar Kesehatan Organ Reproduksi, Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 16:03 WIB

Mitos Seputar Endometriosis yang Masih Sering Dipercaya, Apa Saja?

Mitos Seputar Endometriosis yang Masih Sering Dipercaya, Apa Saja?

Health | Minggu, 02 Februari 2020 | 20:47 WIB

3 Penyebab Anemia saat Menstruasi, Jangan Anggap Remeh

3 Penyebab Anemia saat Menstruasi, Jangan Anggap Remeh

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 17:14 WIB

Benarkah Rasa Sakit Kram Menstruasi dan Serangan Jantung Itu Sama?

Benarkah Rasa Sakit Kram Menstruasi dan Serangan Jantung Itu Sama?

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 15:51 WIB

Terkini

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:37 WIB

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:35 WIB

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:31 WIB

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 15:12 WIB

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 15:10 WIB

Murka Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Sebut Penyebar Isu Pakai Ilmu 'Abu Leke'

Murka Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Sebut Penyebar Isu Pakai Ilmu 'Abu Leke'

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:06 WIB

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:05 WIB

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:02 WIB

×