Pakar Belum Bisa Pastikan Lama Corona Covid-19 Bertahan di Permukaan Benda

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 18 Februari 2020 | 15:23 WIB
Pakar Belum Bisa Pastikan Lama Corona Covid-19 Bertahan di Permukaan Benda
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Suara.com - Semakin merebaknya virus corona baru atau Covid-19 semakin membuat orang-orang khawatir dan menyebabkan beberapa orang mempertanyakan hal lain tentang virus.

Sekarang, dilansir CNN, orang-orang bertanya berapa lama virus dapat bertahan hidup di permukaan suatu benda hingga bank sentral China mengambil langkah untuk membersihkan uang, yang akan berpindah tangan beberapa kali sehari, dalam upaya mengurangi penyebaran virus.

Sebenarnya, belum diketahui secara pasti berapa lama virus corona dapat bertahan pada permukaan benda yang terkontaminasi dengan potensi menginfeksi seseorang. Tetapi beberapa peneliti menemukan petunjuk dengan mempelajari perilaku dari virus corona yang lain, penyebab SARS dan MERS.

Covid-19, layaknya SARS dan MERS, telah ditemukan dapat bertahan pada permukaan mati, termasuk permukaan logam, kaca atau plastik, selama 9 hari jika permukaan tersebut tidak disinfeksi, menurut studi yang terbit di The Journal of Hospital Infection awal Februari ini.

Membersihkan dengan produk rumah tangga biasa dapat membuat perbedaan, tulis penulis penelitian. Mereka menemukan virus corona dapat secara efektif diinaktivasi dengan 62-71% etanol, hidrogen peroksida 0,5% atau 0,1% natrium hipoklorit atau pemutih dalam satu menit.

Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

"Berdasarkan data yang tersedia saat ini, saya utamanya akan mengandalkan data dari virus corona SARS, yang merupakan kerabat terdekat dengan coronavirus novel, dengan kemiripan 80%, di antara coronavirus yang diuji. Untuk SARS, kisaran persistensi pada permukaan kurang dari lima menit hingga sembilan hari," kata Dr. Charles Chiu, seorang profesor penyakit menular di University of California, San Francisco.

Namun ia menambahkan, masih sangat sulit untuk menggunakan temuan ini ke dalam virus corona baru karena tetap masih ada beberapa perbedaan, seperti strain virus, titer virus dan kondisi lingkungan yang diuji dalam berbagai penelitian.

"Diperlukan lebih banyak penelitian dengan menggunakan kultur virus corona baru untuk menentukan durasi virus dapat bertahan di permukaan," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona Dirawat di RSMH Palembang

Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona Dirawat di RSMH Palembang

Foto | Selasa, 18 Februari 2020 | 15:09 WIB

Jepang Pakai Obat HIV Sembuhkan Pasien Virus Corona

Jepang Pakai Obat HIV Sembuhkan Pasien Virus Corona

News | Selasa, 18 Februari 2020 | 10:42 WIB

3 Alasan Indonesia 'Kebal' Virus Corona Covid-19, Benar karena Doa?

3 Alasan Indonesia 'Kebal' Virus Corona Covid-19, Benar karena Doa?

Health | Selasa, 18 Februari 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×