Kisah Demi Lovato Berjuang Lawan Gangguan Makan dan Obsesinya pada Olahraga

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 20 Februari 2020 | 13:48 WIB
Kisah Demi Lovato Berjuang Lawan Gangguan Makan dan Obsesinya pada Olahraga
Demi Lovato (Lisa O'Connor / AFP)

Suara.com - Demi Lovato mengungkapkan dirinya pernah berjuang melawan rasa tidak percaya diri terhadap penampilan tubuhnya dan berusaha menerima dirinya. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah podcast dengan Ashley Garaham, yang disiarkan pada Selasa (17/2/2020).

Ketidakpercayaan diri ini membuatnya mengalami salah satu bentuk gangguan makan. Ia menjadi terobsesi dengan makanan sehat dan olahraga.

Kondisi tersebut, ternyata membuat sang penyanyi menderita overdosis obat pada Juli 2018 silam.

"Aku pikir beberapa tahun terakhir adalah masa pemulihan dari gangguan makan," kata Demi pada Ashley.

Demi menambahkan, ketika dirinya berada di puncak gangguan makan, ia akan berolahraga tiga kali sehari. Bahkan, segera setelah makan, ia akan olahraga. Dan masalah ini sampai menyebabkan aktivitas lain dalam hidupnya terganggu.

Demi Lovato. (Instagram/@ddlovato)
Demi Lovato. (Instagram/@ddlovato)

Orang yang mengalami kecanduan olahraga seperti Demi ini, bisa melakukannya sampai pada titik olahraga itu dapat mencederai dirinya, mengorbankan kesehatan, hubungan sosial dan bahkan keuangan.

Meski dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan makan, penelitian terbaru menemukan orang dengan kelainan makan 4 kali lebih mungkin mengembangkan kecanduan olahraga dibanding populasi umum.

"Aku menyadari gejalaku tidak begitu terlihat tapi itu jelas merupakan gangguan makan," tambahnya.

Gangguan makan ini, dilansir Insider, disebut orthorexia. Sebuah gangguan makan yang membuat seseorang memiliki keharusan untuk makan makanan bersih dan sehat.

Musisi Demi Lovato. (Shutterstock/Helga Esteb)
Musisi Demi Lovato. (Shutterstock/Helga Esteb)

Mungkin sekilas tampak tidak berbahaya, tapi obsesi ini membuat seseorang membatasi apa yang dikonsumsinya, seperti karbohidrat, susu atau buah.

Gangguan makan ini juga dapat menimbulkan perasaan bersalah, malu atau cemas saat mengonsumsi makanan tertentu.

Orthorexia juga dapat terjadi bersamaan dengan jenis-jenis gangguan makan lainnya.

Demi mengaku ia sembuh setelah menjalani proses pemulihan yang melibatkan para ahli, termasuk terapis, ahli diet dan profesional medis lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Olahraga Intens dapat Menyebabkan Female Athlete Triad, Apa Itu?

Olahraga Intens dapat Menyebabkan Female Athlete Triad, Apa Itu?

Health | Rabu, 18 Desember 2019 | 17:21 WIB

Penggunaan Media Sosial dan Perilaku Makan pada Remaja, Ada Hubungannya?

Penggunaan Media Sosial dan Perilaku Makan pada Remaja, Ada Hubungannya?

Health | Selasa, 17 Desember 2019 | 15:03 WIB

Berusaha Kurus Bikin Depresi, Wanita Ini Relakan Tubuhnya Menggemuk

Berusaha Kurus Bikin Depresi, Wanita Ini Relakan Tubuhnya Menggemuk

Lifestyle | Selasa, 05 November 2019 | 19:15 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB