Duh, Penyakit Ini Jadi Mimpi Buruk Lelaki Saat Berobat ke Dokter Urologi

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 28 Februari 2020 | 21:47 WIB
Duh, Penyakit Ini Jadi Mimpi Buruk Lelaki Saat Berobat ke Dokter Urologi
Ilustrasi pasien dokter urologi. (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Penyakit Ini Jadi Mimpi Buruk Lelaki Saat Berobat ke Dokter Urologi

Konsultasi dengan dokter urologi tentang penyakit saluran kencing lazim dilakukan lelaki yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas. Lalu, apa kata dokter penyakit yang paling sering terdeteksi?

Dalam acara Doctor's Lunch Talk yang diadakan olch Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Anggie Novaldy, SpU, mengatakan batu saluran kemih dan pembesaran prostat adalah dua penyakit populer yang sering dikeluhkan pasien.

"Menurut Saya jumlah pasien yang mengidap batu saluran kemih dan pembesaran prostat meningkat dari tahun ke tahun dengan pola hidup yang tidak sehat yang dilakukan oleh masyarakat, terutama untuk laki-laki," ujar dr Anggie, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Menurut laman Alodokter, batu saluran kemih atau bladder calculi adalah batu yang terbentuk dari endapan mineral di dalam kandung kemih. Saat batu saluran kemih menyumbat saluran kemih, akan timbul keluhan berupa sulit dan nyeri saat buang air kecil, bahkan kencing berdarah (hematuria).

Batu saluran kemih bisa terjadi siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, penyakit ini lebih sering dialami oleh pria yang berusia di atas 52 tahun, dan risiko mengalami batu saluran kemih akan meningkat jika pria mengalami pembesaran prostat.

Sementara itu, pembesaran prostat terjadi ketika saluran prosta lelaki membesar. Hal ini bisa menyebabkan beragam gejala, termasuk nyeri saat buang air hingga kencing tidak lancar.

Doctor's Talk di RS SIloam TB Simatupang. (Dok. Siloam Hospitals)
Doctor's Talk di RS SIloam TB Simatupang. (Dok. Siloam Hospitals)

Ini merupakan acara ke dua yang diselenggarakan di tahun 2020. SHTB mengundang dokter-dokter di sekitar SHTB untuk menghadiri acara ini. Acara diselenggarakan pada 27 Februari 2020, di Auditoriutni lantai 21 Siloam Hospitals TB Simatupang.

"Oleh sebab itu saya sangat berusaha untuk mengedukasi para teman sejawat untuk dapat mendiagnosa gejala-gejala batu saluran kemih dan pembesaran prostat," ujar dr Anggie.

dr. Harijanto Solaeman, MM selaku Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang mengaku senang dengan acara Doctor's Talk. Doctor's Talk merupakan upaya Siloam Hospitals TB Simatupang untuk dapat memberikan pengetahuan baru terhadap dokter-dokter yang ada di sekitar.

Dengan begitu para dokter di puskesmas atau klinik melakukan rujukan terhadap Rumah Sakit yang dapat melakukan penanganan batu saluran kemih dan pembesaran prostat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siloam Hospitals Bekasi Timur Edukasi Tatalaksana Stroke

Siloam Hospitals Bekasi Timur Edukasi Tatalaksana Stroke

Press Release | Minggu, 16 Februari 2020 | 13:18 WIB

Agar Tak Sakit, Lakukan 5 Hal ini Setelah Berhubungan Seks

Agar Tak Sakit, Lakukan 5 Hal ini Setelah Berhubungan Seks

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 21:15 WIB

Fakta Baru, Orang  Vegetarian Lebih Kecil Berisiko Mengalami ISK

Fakta Baru, Orang Vegetarian Lebih Kecil Berisiko Mengalami ISK

Health | Jum'at, 31 Januari 2020 | 14:11 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB