Angka Kematian Virus Corona Covid-19 2,8 Persen, Pakar Jelaskan Dampaknya

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 06 Maret 2020 | 15:16 WIB
Angka Kematian Virus Corona Covid-19 2,8 Persen, Pakar Jelaskan Dampaknya
Ilustrasi Virus Corona covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Angka Kematian Virus Corona Covid-19 2,8 Persen, Pakar Jelaskan Dampaknya

Wabah virus Corona Covid-19 masih merajalela di dunia. Selain China dan Korea yang terdampak parah, Italia, Jepang, dan Iran juga mengalami peningkatan kasus yang signifikan.

Di Indonesia, 2 pasien positif virus Corona Covid-19 kini sedang mendapat perawatan di RS Penyakit Infeksi Sulianti Sarodo. Meski kewaspadaan wajib ditingkatkan, pakar mengatakan tidak perlu merasa panik berlebihan terkait penyakit ini.

Menurut ahli mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Titik Nuryastuti, virus corona tidak jauh berbeda dengan SARS yang menyebar pada tahun 2002.

"Virus corona 2019 masih paling sedikit angka mortality-nya. Sampai sekarang sekitar 2,8 persen. Tetapi yang mengkhawatirkan adalah penyebarannya, transmisinya memang luar biasa cepat. Jadi kalau kita lihat angka kematiannya yang rendah ini, tentunya kita tidak perlu panik ya. Tidak perlu menimbulkan kepanikan," kata Titik, dilansir VOA Indonesia.

Titik memaparkan data itu di depan puluhan tenaga kesehatan dalam kuliah tamu mengenai virus corona di Fakultas Farmasi UGM, Rabu (4/3/2020). Kehadiran para tenaga kesehatan dari Puskesmas berbagai wilayah, diharapkan mampu memperbaiki pemahaman mengenai virus corona.

Persentase Kematian Rendah

Kepada peserta kuliah tamu, Titik memaparkan perbandingan serangan SARS CoV, MERS CoV dan virus corona. SARS menyerang pada 2002 dengan 8.096 kasus terkonfirmasi dan 744 korban meninggal atau 9,19 persen. MERS pada 2012 mencatatkan 2.494 kasus terkonfirmasi dengan 858 korban meninggal atau 34,4 persen. Sedangkan virus corona hingga 20 Februari 2020 pagi, sesuai data yang ada, 75.725 kasus terkonfirmasi dengan 2.126 korban meninggal atau 2,8 persen.

Data Kementerian Kesehatan pada 2 Maret mencatat, total kasus konfirmasi virus corona di tingkat global adalah 88.948 kasus. Dari jumlah itu, 80.174 kasus di antaranya dilaporkan dari China. Total kematiannya adalah 3.043 kasus atau 3,4 persen, dengan 2.915 di antaranya dilaporkan dari China. Virus corona juga telah menyebar ke 64 negara.

baca juga

Jika melihat tren angka tersebut, virus corona memang menyebar secara luar biasa luas dan cepat, tetapi angka kematiannya kecil.

Titik juga menyebut, virus corona tidak cukup memiliki daya tahan.

Gejala dan pencegahan Virus Corona (Coronavirus) Covid-19.
Gejala dan pencegahan Virus Corona (Coronavirus) Covid-19.

“Kalau melihat strukturnya, yang hampir mirip dengan SARS CoV, ditengarai bahwa virus corona tidak tahan terhadap suhu tinggi dan tidak tahan terhadap kelembaban tinggi. Di permukaan kering dengan suhu 22 sampai 25 derajat Celcius, dia bisa tahan sekitar lima hari. Tetapi ketika suhunya meningkat, kemampuannya bertahan turun drastis,” kata Titik.

Titik juga menjelaskan, virus ini mudah dibunuh dengan pembasmi kuman yang biasa dipakai masyarakat saat ini. Penting dilakukan adalah menjaga kebersihan, baik diri maupun lingkungan. Masyarakat juga tidak perlu panik jika ada kasus ditemukan di satu lokasi, karena virus menular melalui cipratan ludah. Jarak terjauh yang bisa dicapai adalah 1,8 meter, sehingga mereka yang berada setidaknya dua meter dari korban, bisa dikatakan relatif aman.

Usia dan Penyakit Penyerta

Diwawancarai terpisah, Koordinator Tim Respon COVID-19 UGM, Riris Andono Ahmad kepada VOA mengatakan, virus corona menyerang manusia sebagaimana cacar, flu, demam berdarah, atau demam.

Riris menggarisbawahi bahwa manusia juga bisa diserang jenis flu parah. Sebelumnya, Indonesia juga mengalami sejumlah kasus kematian akibat flu burung. Agar bisa objektif, menurut Riris harus dibaca lebih detail data korban terkait usia dan penyakit penyertanya.

“Terkait dengan virus corona, yang kita tahu kan angka keparahannya kecil, itupun di usia tua dan ada komorbilitas atau penyakit penyerta yang lain, dan karena itu menjadi parah,” kata Riris. [VOA Indonesia]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Corona Mewabah, Pabrik Soju Sumbang Stok Alkohol untuk Jadi Hand Sanitizer

Corona Mewabah, Pabrik Soju Sumbang Stok Alkohol untuk Jadi Hand Sanitizer

Health | Jum'at, 06 Maret 2020 | 14:47 WIB

Pemprov DKI: 267 Orang Dalam Pemantauan Virus Corona

Pemprov DKI: 267 Orang Dalam Pemantauan Virus Corona

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 14:46 WIB

Cegah Penularan Corona Covid-19, Dokter Sarankan Sering Bersihkan Ponsel

Cegah Penularan Corona Covid-19, Dokter Sarankan Sering Bersihkan Ponsel

Health | Jum'at, 06 Maret 2020 | 14:48 WIB

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:33 WIB

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 08:26 WIB

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:23 WIB

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 08:22 WIB

Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW

Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 08:16 WIB

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 08:14 WIB

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 08:07 WIB

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:50 WIB

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 07:45 WIB

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 07:30 WIB

×