Mengenal Badai Sitokin, Sistem Imun yang Bisa Tewaskan Pasien Covid-19

Yasinta Rahmawati

Senin, 30 Maret 2020 | 07:30 WIB
Mengenal Badai Sitokin, Sistem Imun yang Bisa Tewaskan Pasien Covid-19
Ilustrasi demam saat musim hujan. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit seperti Covid-19 dan influenza dapat berakibat fatal karena reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang disebut badai sitokin.

Badai sitokin adalah komplikasi umum yang tidak hanya terjadi pada pasien  Covid-19 dan flu, tetapi juga penyakit pernapasan lainnya yang disebabkan oleh virus corona seperti SARS dan MERS.

Mereka juga berhubungan dengan penyakit non-infeksi seperti multiple sclerosis dan pankreatitis, demikian dilansir dari New Scientist.

Badai sitokin mungkin menjelaskan mengapa beberapa orang memiliki reaksi parah terhadap virus corona, sementara yang lain hanya mengalami gejala ringan.

Mereka juga bisa menjadi alasan mengapa orang yang lebih muda tidak begitu terpengaruh, sebab sistem kekebalan tubuh mereka masih kuat sehingga menghasilkan tingkat sitokin penggerak peradangan yang lebih rendah.

Sitokin adalah protein kecil yang dilepaskan oleh banyak sel berbeda di dalam tubuh, termasuk di dalam sistem kekebalan tubuh tempat mereka mengkoordinasikan respons tubuh melawan infeksi dan memicu peradangan. Nama 'sitokin' berasal dari kata Yunani untuk sel (cyto) dan gerakan (kinos).

Ilustrasi lelaki muntah [shutterstock]
Ilustrasi lelaki mual. [shutterstock]

Terkadang respons tubuh terhadap infeksi bisa menjadi overdrive. Sebagai contoh, ketika SARS -CoV-2 (virus di belakang pandemi corona Covid-19) memasuki paru-paru, ia memicu respons kekebalan, menarik sel-sel kekebalan ke wilayah tersebut untuk menyerang virus, yang mengakibatkan peradangan lokal.

Tetapi pada beberapa pasien, tingkat sitokin yang berlebihan atau tidak terkontrol dilepaskan yang kemudian mengaktifkan lebih banyak sel imun, yang menghasilkan hiperinflamasi. Inilah yang disebut badai sitokin, merupakan kondisi serius yang dapat membahayakan atau bahkan membunuh pasien.

Gejala utama dari badai sitokin sendiri adalah demam tinggi, pembengkakan dan kemerahan, kelelahan ekstrem dan mual. 

baca juga

Dikutip dari Vox, studi-studi penting yang muncul dari China menunjukkan bahwa bagi banyak pasien yang meninggal karena Covid-19, itu mungkin dikarenakan badai sitokin, bukan virus.

Selama badai sitokin, respons imun yang berlebihan merusak jaringan paru-paru yang sehat, menyebabkan gangguan pernapasan akut dan kegagalan multi-organ. Jika tidak diobati, sindrom badai sitokin biasanya berakibat fatal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2,5 Juta WNI Berpotensi Tertular Covid, Jika Tak Ada Intervensi Pemerintah

2,5 Juta WNI Berpotensi Tertular Covid, Jika Tak Ada Intervensi Pemerintah

Jabar | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Jika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Akankah Hanya Bisa Didapat Si Kaya?

Jika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Akankah Hanya Bisa Didapat Si Kaya?

News | Minggu, 29 Maret 2020 | 18:14 WIB

Jaga Kebersihan, Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan di Sepatu 5 Hari

Jaga Kebersihan, Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan di Sepatu 5 Hari

Health | Minggu, 29 Maret 2020 | 18:27 WIB

Terkini

Batik Tulis Jadi Statement Fashion Pria Modern Lewat Koleksi Terbaru Mahavira

Batik Tulis Jadi Statement Fashion Pria Modern Lewat Koleksi Terbaru Mahavira

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:25 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Lewat SIMKAH?

Bagaimana Cara Daftar Nikah Lewat SIMKAH?

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:25 WIB

Perbandingan Honda Jazz RS Bekas vs Toyota Yaris Bakpao: Cek Harga Seken, BBM, dan Penyakit Khasnya

Perbandingan Honda Jazz RS Bekas vs Toyota Yaris Bakpao: Cek Harga Seken, BBM, dan Penyakit Khasnya

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 11:23 WIB

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:22 WIB

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:10 WIB

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 11:09 WIB

Arti Telinga Terasa Panas atau Memerah Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Arti Telinga Terasa Panas atau Memerah Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:07 WIB

Pengekspor Pakaian Terbesar, Gaji Buruh Garmen di Negara Ini Tak Cukup untuk Sekali Makan Sehari

Pengekspor Pakaian Terbesar, Gaji Buruh Garmen di Negara Ini Tak Cukup untuk Sekali Makan Sehari

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:05 WIB

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:02 WIB

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 10:57 WIB

×