Positif Corona, Wanita Ini Kembangkan Komplikasi Penyakit Otak Langka

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 02 April 2020 | 15:57 WIB
Positif Corona, Wanita Ini Kembangkan Komplikasi Penyakit Otak Langka
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita yang dites positif corona Covid-19 mengembangkan penyakit otak langka yang dikenal sebagai ensefalopati nekrotikans akut. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi virus seperti influenza atau herpes.

Namun, dokter belum mengaitkan kerusakan otak ini sebagai akibat dari infeksi Covid-19. Tetapi, dokter mengatakan ketika virus corona terus menyebar, mereka dan ahli radiologi harus mengawasi presentasi ini di antara pasien.

"Kami harus memikirkan bagaimana kami akan memasukkan pasien dengan penyakit neurologis parah ke dalam paradigma pengobatan kami," tutur ahli saraf di Henry Ford Health System di Detroit, Elissa Fory, yang ikut menangani pasien ini.

Menurutnya, dilansir Live Science, komplikasi ini sama menghancurkannya dengan penyakit paru-paru yang parah.

Sebelum memeriksakan diri, wanita 58 tahun tersebut mengalami beberapa gejala, seperti demam, batuk, dan adanya perubahan status mental. Sedangkan di rumah sakit sang wanita tampak bingung, lesu dan disorientasi.

Hasil MRI dari wanita 58 ini (Jurnal Radiology)
Hasil MRI dari wanita 58 ini (Jurnal Radiology)

Ia sempat mendapatkan tes untuk influenza, herpes, virus Varicella zoster yang menyebabkan cacar air dan virus West Nile. Semua tes ini hasilnya negatif.

Dokter juga memeriksa cairan serebrospinal, yang memenuhi otak dan sumsum tulang belakangnya, pun tidak mengandung jejak infeksi bakteri.

Memperhatikan gejalanya, dokter juga melakukan tes Covid-19 menggunakan tes diagnostik yang disediakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Ternyata hasilnya positif.

CT scan otak wanita itu pun menunjukkan adanya kerusakan jaringan simetris di thalamus, sebuah struktur yang 'terkubur' di pusat otak bertugas menyampaikan infromasi sensorik dari tubuh ke seluruh organ.

baca juga

Dibandingkan dengan CT scan orang yang sehat, milik wanita ini terlihat lebih gelap, yang artinya kurang padat dari biasanya. Ini umumnya disebabkan oleh edema, saat cairan membanjiri jaringan setelah cedera, atau nekrosis, ketika sel-sel yang membentuk jaringan mati dalam jumlah besar.

Untuk memastikan lagi, dokter melakukan tes MRI. Sekali lagi, mereka pun menemukan adanya kerusakan di thalamus, serta di bagian-bagian korteks serebral.

Akhirnya dokter pun mendiagnosis wanita ini dengan ensefalopati nekrotikans akut. Apabila kondisi ini tidak ditangani akan berkembang menjadi masalah hati, defisit neurologis, serta koma pada pasien.

Meski dokter tidak bisa secara langsung mengatakan virus corona baru memicu penyakit otak langka tersebut, sebuah laporan baru-baru ini dalam jurnal The Lancet justru menunjukkan ada kasus sekelompok pasien Covid-19 tampaknya rentan terhadap badai sitokin yang terikat otak.

Hasil CT Scan dari wanita 58 ini (Jurnal Radiology)
Hasil CT Scan dari wanita 58 ini (Jurnal Radiology)

Selain itu, ada juga laporan kasus yang terbit dalam Cureus Journal of Medical Science menggambarkan seorang pasien virus corona baru berusia 74 dan tanda-tanda ensefalopati.

Pada titik ini, gejala neurologis potensial dari Covid-19 tidak dipahami dengan baik. Tetapi mereka harus menyelidiki lebih lanjut pada pasien, kata dokter dan pakar yang menuliskan kasus wanita ini ke jurnal Radiology pada Selasa (31/3/2020).

Apa itu ensefalopati nekrotikans?

Umumnya, kondisi ini berkembang setelah seseorang mengalami infeksi virus, seperti yang disebabkan oleh influenza A, influenza B dan virus herpes manusia 6, menurut GARD.

Infeksi ini dapat memicu apa yang disebut badai sitokin di otak, ketika zat-zat peradangan yang biasanya membantu tubuh melawan penyakit malah menjadi rusak dan merusak jaringan yang terinfeksi.

Badai sitokin menghancurkan jaringan yang mengelilingi pembuluh darah di otak, yang dikenal sebagai sawar darah otak, dan dapat menyebabkan pendarahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Nyeri Dada Tanda Infeksi Virus Corona Covid-19? ini Penjelasannya!

Benarkah Nyeri Dada Tanda Infeksi Virus Corona Covid-19? ini Penjelasannya!

Health | Kamis, 02 April 2020 | 15:42 WIB

Dinyatakan Sembuh, PDP yang Positif COVID-19 Ini Sempat Mau Kabur dari RS

Dinyatakan Sembuh, PDP yang Positif COVID-19 Ini Sempat Mau Kabur dari RS

Jogja | Kamis, 02 April 2020 | 15:10 WIB

Rekomendasikan Empedu Beruang untuk Obati Covid-19, Beijing Dikecam

Rekomendasikan Empedu Beruang untuk Obati Covid-19, Beijing Dikecam

Tekno | Kamis, 02 April 2020 | 14:37 WIB

Terkini

Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji

Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji

DPR | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix

Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake

Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake

Jawa Tengah | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB

4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam

4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Pemerintah Izinkan Pesantren Kelola Dapur MBG, Syaratnya Minimal 1.000 Santri

Pemerintah Izinkan Pesantren Kelola Dapur MBG, Syaratnya Minimal 1.000 Santri

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape, DPR Minta Aparat Hukum Mengusut secara Tuntas

Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape, DPR Minta Aparat Hukum Mengusut secara Tuntas

DPR | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:05 WIB

×