Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:08 WIB
Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance (Anadolu)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat menggunakan pendekatan militer, ekonomi, dan diplomasi untuk mengakhiri konflik Iran.

  • Perpecahan faksi internal pemerintah Iran menjadi hambatan utama ketercapaian kesepakatan damai.

  • Presiden Donald Trump mengutamakan jalur diplomasi namun tetap menyiagakan opsi kekuatan militer.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat mengerahkan seluruh instrumen militer, ekonomi, dan diplomasi untuk menuntaskan konflik dengan Iran. Langkah komprehensif ini diambil guna memastikan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat tetap terlindungi secara optimal.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan bahwa penanganan faksi politik di Tehran menjadi tantangan utama proses perundingan. Karakteristik kepemimpinan Iran yang keras serta keterbelahan internal membuat proses negosiasi berjalan rumit.

Dualisme internal pemerintah Iran menciptakan hambatan besar dalam menyepakati perdamaian permanen. Faksi moderat menginginkan perang segera usai, sementara kelompok radikal terus memicu perpanjangan konflik.

Rudal Iran (Tasnimnews)
Rudal Iran (Tasnimnews)

"Ada orang-orang dalam sistem mereka yang ingin perang berakhir dan ada juga orang-orang dalam sistem mereka yang merupakan sangat radikal yang ingin perang berlanjut," kata Vance dikutip dari Anadolu, Kamis (6/8/2026).

"Tugas kita adalah menavigasi hal itu dan mendapatkan hasil terbaik bagi rakyat Amerika dan juga bagi Presiden Amerika Serikat," tuturnya.

Pemerintah Amerika Serikat mengarahkan negosiasi untuk menurunkan tensi ketegangan sekaligus menstabilkan pasar pasokan minyak global. Penurunan harga minyak dunia diproyeksikan terjadi begitu kesepakatan damai berhasil dicapai.

Gedung Putih memastikan Iran tidak akan pernah memiliki akses terhadap senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Langkah strategis ini ditempuh agar posisi kawasan dan geopolitik Amerika Serikat semakin solid.

"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan Amerika Serikat akan berada di posisi yang lebih kuat," kata Vance.

"Namun kita akan menggunakan semua alat yang kita miliki—militer, ekonomi, diplomasi—untuk memastikan kita membawa masalah ini ke penyelesaian yang tepat," ucapnya.

baca juga

Presiden Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mengutamakan opsi jalur diplomasi ketimpan pengerahan kekuatan militer. Walau demikian, opsi serangan militer tetap bersiaga apabila jalur perundingan diplomasi menemui jalan buntu.

"Saya lebih suka membuat kesepakatan karena saya tidak ingin membunuh orang," kata Trump.

Ketegangan senjata antar kedua negara memuncak di kawasan strategis Selat Hormuz usai konfrontasi militer terbaru. Jalur pelayaran internasional tersebut menjadi titik krusial negosiasi jaminan keamanan navigasi.

Washington dan Tehran sebenarnya telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada 18 Juni lalu. Namun, perundingan lanjutan mandek akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Eskalasi perselisihan memanas bulan lalu setelah militer Amerika Serikat menggempur sejumlah sasaran di dalam wilayah Iran. Tehran membalas aksi tersebut dengan menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri

Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?

Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama

Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×