Seberapa Jauh Droplet saat Batuk Bersin Sebarkan Virus? Pakar Ungkap Fakta

Ririn Indriani | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Minggu, 05 April 2020 | 14:00 WIB
Seberapa Jauh Droplet saat Batuk Bersin Sebarkan Virus? Pakar Ungkap Fakta
Ilustrasi perempuan batuk dan bersin. (Shutterstock)

Suara.com - Droplet atau percikan ludah saat seseorang batuk atau bersin menjadi salah satu penyebab utama penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Kebanyakan dari kita tidak memahami seberapa jauh droplet saat bersin dan batuk bisa tersebar sehingga membuat penyebaran virus ini begitu cepat.

Oleh karena itu Kementerian Kesehatan menyarankan kita untuk menjaga jarak dari orang lain sejauh dua meter.

Namun sebenarnya, seberapa jauh sih droplet saat batuk atau bersin bisa tersebar?

Dikutip dari SELF, para peneliti hanya pernah memperkirakan seberapa jauh droplet ini bisa tersebar, bukan dalam angka pasti. Dan hal-hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti seberapa keras seseorang batuk dan bersin.

Di dalam droplet seseorang mengandung patogen yang bisa tersebar sejauh dua meter saat seseorang yang sakit bersin atau batuk, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS).

Sebuah studi tahun 2014 dari para ilmuan MIT menyatakan bahwa partikel droplet yang lebih kecil bisa tersebar hingga 2,5 meter secara horizontal di udara dan 4-6 meter secara vertikal di udara.

Mereka mencatat bahwa secara teori angka tersebut cukup tinggi untuk masuk dan tersebar melalui sistem ventilasi atap dalam sebuah gedung.

Selain itu, yang menjadi masalah bukan hanya sejauh apa mereka tersebar, namun seberapa lama mereka bertahan di udara dan di beberapa benda.

Ilustrasi pasien batuk dan sesak dada, bisa jadi tanda terinfeksi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien batuk dan sesak dada, bisa jadi tanda terinfeksi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Untuk Covid-19, studi tersebut menyebutkan bahwa partikel virus corona terdeteksi di udara untuk rata-rata sekitar 2,7 jam. Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.

Meskipun Anda menahan napas saat ada seseorang di dekat Anda batuk atau bersin, tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan risiko Anda tertular.

"Partikel tersebut akan bertahan di sekitar situ untuk beberapa menit, dan dalam beberapa kasus bisa dalam jam, dan Anda tidak bisa menahan napas Anda selama itu," kata Keith Roach, MD, profesor kedokteran klinis di New York Presbyterian Hospital.

Alasan mengapa Covid-19 sangat menular karena virus ini masih baru, yang berarti belum ada orang yang kebal terhadapnya.

Akan tetapi dengan beberapa penyakit yang sudah ada seperti demam dan flu, berita baiknya adalah paparan sebelumnya dengan sejumlah virus dan riwayat vaksin bisa melindungi Anda dari penyakit tersebut.

Bila Anda adalah salah seorang yang mengalami demam ataupun flu, jangan lupa untuk menggunakan masker atau menutup wajah Anda menggunakan tisu atau bagian dalam siku saat batuk maupun bersin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Terlantar Menginap di RS karena Keluarga Positif Corona, Ini Faktanya

Anak Terlantar Menginap di RS karena Keluarga Positif Corona, Ini Faktanya

Jabar | Minggu, 05 April 2020 | 12:55 WIB

CDC AS: Orang-Orang Harus Pakai Masker Kain saat Berada di Tempat Umum

CDC AS: Orang-Orang Harus Pakai Masker Kain saat Berada di Tempat Umum

Health | Minggu, 05 April 2020 | 12:24 WIB

Tak Sampai 2 Menit, Sophia Latjuba Bagikan Tutorial Bikin Masker Kilat

Tak Sampai 2 Menit, Sophia Latjuba Bagikan Tutorial Bikin Masker Kilat

Entertainment | Minggu, 05 April 2020 | 12:15 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB