Sering Kencing Tengah Malam? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Penyakit Bahaya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 08 April 2020 | 20:05 WIB
Sering Kencing Tengah Malam? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Penyakit Bahaya
Ilustrasi: Sering Kencing Tengah Malam? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Penyakit Bahayal. (Shutterstock)

Suara.com - Sering Kencing Tengah Malam? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Penyakit Bahaya.

Apakah Anda sering terbangun di tengah malam lantaran ingin buang air keci? Hati-hati, bisa jadi ini tanda penyakit serius seperti hipertensi.

Menurut sebuah riset yang dipresentasikan di European Society of Cardiology, asupan garam dan hipertensi sama-sama terkait dengan seringnya terbangun di malam hari untuk kencing.

"Studi kami mengindikasikan jika Anda harus kencing di malam hari atau yang disebut nocturia, mungkin Anda memiliki tekanan darah yang tinggi atau cairan berlebih di tubuh Anda," tulis periset Satoshi Konno, MD, dikutip dari Health.com.

Seorang lelaki kencing di toilet. [shutterstock]
Seorang lelaki kencing di toilet. [shutterstock]

Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak garam, tubuh bisa jadi mengalami retensi cairan. Retensi cairan sendiri terkait dengan tekanan darah tinggi. Artinya Anda menjadi lebih sering kencing di tengah malam.

Tapi hipertensi bukan satu-satunya penyebab nocturia. Ada tiga alasan lain yang membuat Anda harus terbangun tengah malam untuk kencing. Yakni yang pertama ialah kondisi bernama nocturnal polyuria.

"Nocturnal polyuria adalah sindrom di mana rasio produksi urine dari siang ke malam terganggu," demikian tulis sebuah laporan dari American Society of Nephrology.

Pengidap nocturnal polyuria memproduksi lebih dari 33 persen dari keluaran urine hariannya di malam hari, tulis laporan tersebut. Lalu yang kedua adalah kandung kemih Anda tidak bisa menahan jumlah air kencing yang Anda produksi di malam hari. Artinya Anda memiliki kapasitas kandung kemih malam yang rendah.

Sejumlah hal bisa menyebabkannya, termasuk infeksi dan inflamasi yang membuat Anda jadi lebih sering mengosongkan kandung kemih Anda di malam hari.

Yang terakhir adalah kondisi di mana Anda memang tak bisa tidur nyenyak. Beberapa orang harus terbangun dan kencing di tengah malam karena memang tidur mereka tidak nyenyak.

Karena sering terbangun, mereka juga menjadi sering ke kamar mandi, tapi tak selalu berarti ada masalah dengan kesehatan kandung kemih mereka. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa umumnya dalam kasus ini, bukan masalah kencing yang membangunkan seseorang.

Jika Anda mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter apa yang berpotensi menjadi penyebabnya. Masalah darurat seperti infeksi harus segera diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Alasan Mengapa Air Kencing Berbau Tidak Sedap, Nomor 6 Wajib Diobati!

9 Alasan Mengapa Air Kencing Berbau Tidak Sedap, Nomor 6 Wajib Diobati!

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 15:05 WIB

Ilmuwan Sebut Obat Diabetes dan Hipertensi dapat Atasi Covid-19

Ilmuwan Sebut Obat Diabetes dan Hipertensi dapat Atasi Covid-19

Health | Jum'at, 27 Maret 2020 | 19:20 WIB

Obat Hipertensi Dituding Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis, Benarkah?

Obat Hipertensi Dituding Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis, Benarkah?

Health | Kamis, 12 Maret 2020 | 13:16 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB