Anak Jalan Jinjit di Usia 2 Tahun ke Atas, Hati-hati Tanda Gangguan Serius

Bimo Aria Fundrika
Anak Jalan Jinjit di Usia 2 Tahun ke Atas, Hati-hati Tanda Gangguan Serius
Ilustrasi anak belajar jalan jinjit. (Shutterstock)

Jika anak Anda berjalan dengan jinjit melewati usia dua tahun segera konsultasi ke dokter.

Suara.com - Anak Jalan Jinjit di Usia 2 Tahun ke Atas, Hati-hati Tanda Gangguan Serius.

Sadar atau tidak, hampir 5 dari persen dari semua anak kecil berjalan dengan kaki jinjit Namun, pada usia 5 tahun mereka akan mulai bisa mengatasi kebiasaan ini.

Seperti dilansir dari Times of India, berjalan dengan ujung kaki atau yang juga disebut jinjit sangat umum di antara anak-anak yang belajar berjalan.

Sebagian besar anak mengatasi kebiasaan itu seiring bertambahnya usia, tetapi beberapa anak terus berjalan kaki melewati usia balita dan melakukannya karena kebiasaan.

Jika anak Anda tumbuh dan berkembang secara normal, berjalan kaki bukanlah penyebab kekhawatiran. Meskipun dalam beberapa kasus yang jarang dapat menjadi indikasi kondisi tertentu, termasuk cerebral palsy, distrofi otot dan gangguan spektrum autisme.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi anak balita. (Sumber: Shutterstock)

Kondisi ini tidak menjadi masalah sampai anak Anda memiliki masalah perkembangan atau koordinasi lainnya. Jadi, jika anak Anda berjalan jinjit melewati usia dua tahun, sebaiknya bicarakan dengan dokter.

Anda harus menganggapnya agak serius jika anak Anda memiliki otot tungkai yang kaku, kekakuan pada tendon Achilles, atau kurangnya koordinasi otot.

Hal itu bisa menjadi tanda Tendon Achilles pendek. Jika otot ini pendek, itu dapat mencegah tumit menyentuh tanah.

Selain itu, berjalan jinjit disebabkan oleh gangguan gerakan, tonus otot atau postur, yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal pada bagian otak yang mengontrol fungsi otot.

Penyakit lain yang juga jadi penyebab jalan jinjit pada anak ialah Muscular dystrophy atau penyakit genetik di mana serat otot cenderung rusak dan melemah seiring waktu.

Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada anak-anak yang awalnya berjalan normal dan mulai berjalan kaki jinjit.

Berjalan jinjit juga dikaitkan dengan gangguan spektrum autisme, yang juga memengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS