Anak Jalan Jinjit di Usia 2 Tahun ke Atas, Hati-hati Tanda Gangguan Serius

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 10 April 2020 | 09:00 WIB
Anak Jalan Jinjit di Usia 2 Tahun ke Atas, Hati-hati Tanda Gangguan Serius
Ilustrasi anak belajar jalan jinjit. (Shutterstock)

Suara.com - Anak Jalan Jinjit di Usia 2 Tahun ke Atas, Hati-hati Tanda Gangguan Serius.

Sadar atau tidak, hampir 5 dari persen dari semua anak kecil berjalan dengan kaki jinjit Namun, pada usia 5 tahun mereka akan mulai bisa mengatasi kebiasaan ini.

Seperti dilansir dari Times of India, berjalan dengan ujung kaki atau yang juga disebut jinjit sangat umum di antara anak-anak yang belajar berjalan.

Sebagian besar anak mengatasi kebiasaan itu seiring bertambahnya usia, tetapi beberapa anak terus berjalan kaki melewati usia balita dan melakukannya karena kebiasaan.

Jika anak Anda tumbuh dan berkembang secara normal, berjalan kaki bukanlah penyebab kekhawatiran. Meskipun dalam beberapa kasus yang jarang dapat menjadi indikasi kondisi tertentu, termasuk cerebral palsy, distrofi otot dan gangguan spektrum autisme.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi anak balita. (Sumber: Shutterstock)

Kondisi ini tidak menjadi masalah sampai anak Anda memiliki masalah perkembangan atau koordinasi lainnya. Jadi, jika anak Anda berjalan jinjit melewati usia dua tahun, sebaiknya bicarakan dengan dokter.

Anda harus menganggapnya agak serius jika anak Anda memiliki otot tungkai yang kaku, kekakuan pada tendon Achilles, atau kurangnya koordinasi otot.

Hal itu bisa menjadi tanda Tendon Achilles pendek. Jika otot ini pendek, itu dapat mencegah tumit menyentuh tanah.

Selain itu, berjalan jinjit disebabkan oleh gangguan gerakan, tonus otot atau postur, yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal pada bagian otak yang mengontrol fungsi otot.

Penyakit lain yang juga jadi penyebab jalan jinjit pada anak ialah Muscular dystrophy atau penyakit genetik di mana serat otot cenderung rusak dan melemah seiring waktu.

Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada anak-anak yang awalnya berjalan normal dan mulai berjalan kaki jinjit.

Berjalan jinjit juga dikaitkan dengan gangguan spektrum autisme, yang juga memengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedih! Ibu Positif Corona Covid-19, Bayi Prematur Usia 1 Hari Meninggal

Sedih! Ibu Positif Corona Covid-19, Bayi Prematur Usia 1 Hari Meninggal

Health | Selasa, 07 April 2020 | 19:46 WIB

Kulit Bayi Mudah Memar dan Bengkak saat Merangkak, Waspada Hemofilia

Kulit Bayi Mudah Memar dan Bengkak saat Merangkak, Waspada Hemofilia

Health | Kamis, 04 April 2019 | 16:30 WIB

Ini yang Dibutuhkan Anak Saat Belajar Jalan

Ini yang Dibutuhkan Anak Saat Belajar Jalan

Health | Kamis, 17 September 2015 | 19:05 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB