Penderita Penyakit Mental Akut Juga Berisiko Tinggi Terkena Covid-19 Parah

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 13 April 2020 | 10:49 WIB
Penderita Penyakit Mental Akut Juga Berisiko Tinggi Terkena Covid-19 Parah
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah pakar mengatakan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang telah ada (diabetes, penyakit jantung, dll) adalah yang paling berisiko mengalami sakit parah akibat Covid-19.

Tapi, ternyata kelompok dengan gangguan penyakit mental parah juga dapat terkena hal yang sama.

Berdasarkan artikel yang terbit di JAMA Psychiatry menyebut masalah kesehatan mental seringkali bertepatan dengan serangkaian tantangan unik yang menyulitkan orang untuk mengakses kebutuhan, terutama yang paling dasar, seperti makanan, obat-obatan dan perawatan kesehatan.

Gabungan semua faktor ini menempatkan orang dengan penyakit mental parah pada risiko yang jauh lebih tinggi untuk tertular dan menularkan virus corona baru.

Fumi Mitsuishi, direktur UCSF/ZSFG Division of Citywide Case Management di San Francisco mengatakan ada daftar panjang tantangan yang menempatkan orang dengan penyakit mental, seperti skizofrenia, gangguan bipolar atau depresi, dalam risiko tinggi alami Covid-19 parah.

Ilustrasi gangguan jiwa [shutterstock]
Ilustrasi gangguan jiwa [shutterstock]

"Kita berbicara tentang populasi yang berjuang selama dirumahkan, (agar) bisa makan, (agar) bisa menangani masalah medis, (agar) memiliki pendapatan yang cukup," kata Mitsuishi, dikutip Healthline.

Banyak orang yang Mitsuishi lihat di Citywide Case Management berjuang mempertahankan pekerjaan mereka. Beberapa hanya membawa pulang 25 USD (sekitar Rp395 ribu) per minggu setelah membayar sewa rumah.

Tempat tinggal saling berdekatan. Orang-orang tidur berdampingan satu sama lain dan berbagi kamar mandi. Jika satu orang terinfeksi Covid-19, ada kemungkinan virus 'merobek' kelompok ini.

Orang dengan penyakit mental parah seringkali tidak memiliki smartphone, laptop atau TV, sehingga mereka harus bergantung pada dokter kesehatan jiwa untuk mendapatkan pembaruan informasi mengenai Covid-19, kata Dr. Collin Reiff, seorang psikiater spesialis kecanduan di NYU Langone Health.

baca juga

Ini artinya mereka bisa saja tidak mendapatkan perawatan yang dibutuhkan apabila mereka tidak memiliki akses terhadap teknologi.

Pasien penyalahgunaan zat juga terkait dengan peningkatan kerentanan terhadap penyakit menular. Memungkinkan mereka rentan terhadap perilaku berisiko juga.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Reiff mengatakan penyebabnya adalah karena penyalahgunaan zat dapat mencegah orang mengambil langkah keamanan, seperti perawatan diri dan social distancing.

"Usia biologis mereka jauh lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya. Pasien kami berada dalam kategori sangat berisiko tinggi mengalami komplikasi dari sebagian besar penyakit, dan Covid-19 adalah salah satunya," tutur Carrie Cunningham, direktur medis di Citywide Case Management.

Pneumonia dan influenza adalah beberapa penyebab utama kematian pada orang dengan penyakit jiwa. Sebagian besar karena penyakit paru-paru yang mendasarinya, tambah Cunningham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Petugas Medis Inggris Kewalahan Tangani Pasien Corona

Saat Petugas Medis Inggris Kewalahan Tangani Pasien Corona

Video | Senin, 13 April 2020 | 10:42 WIB

PSBB Palangka Raya Ditolak, Ainun Najib: Pembantaian Massal Pakai Birokrasi

PSBB Palangka Raya Ditolak, Ainun Najib: Pembantaian Massal Pakai Birokrasi

News | Senin, 13 April 2020 | 10:37 WIB

Jawaban Pilu Perantau Dicegat Polisi saat Pulang Kampung dan 6 Berita Lain

Jawaban Pilu Perantau Dicegat Polisi saat Pulang Kampung dan 6 Berita Lain

News | Senin, 13 April 2020 | 10:38 WIB

Terkini

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

×