PSBB Palangka Raya Ditolak, Ainun Najib: Pembantaian Massal Pakai Birokrasi

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 13 April 2020 | 10:37 WIB
PSBB Palangka Raya Ditolak, Ainun Najib: Pembantaian Massal Pakai Birokrasi
Penanganan jenazah pasien covid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)

Suara.com - Aktivis Gerakan Kawal Covid-19, Ainun Najid mengkritisi keputusan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menolak rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya, Kalimantang Tengah. Ainun menyebut sikap pemerintah sebagai pembantaian massal dengan birokrasi.

Kritik tersebut disampaikan oleh Ainun melalui akun Twitter miliknya @ainunnajib. Ia menilai Menkes Terawan sudah terlambat dalam merespon penyebaran virus corona.

"Sekarang dia menghambat daerah-daerah yang mau bertindak cepat sebelum terlambat! Ini yang saya sebut pembantaian massal dengan birokrasi Pak @Jokowi," kata Ainun seperti dikutip Suara.com, Senin (13/4/2020).

Langkah Pemerintah Kota Palangka Raya mengajukan PSBB bertujuan untuk mencegah wabah corona masuk ke wilayahnya. Namun, usulan tersebut malah ditolak Terawan dengan alasan virus corona belum mewabah di daerah tersebut.

Sikap penolakan tersebut membuat Ainun bertanya-tanya. Siapa orang dibalik visi penolakan itu.

Jika memang itu merupakan visi menteri, Ainun mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mencopot Terawan dan menggantinya dengan ahli epidemiologi.

"Pertanyaannya: ini visi menteri atau visi presiden pak? Kalau visi presiden, inna lillahi wa inna ilaihi roji'un," ungkap Ainun.

Dalam wawancaranya dengan salah satu media online yang ia unggah di akunnya, Ainun juga mempertanyakan keseriusan Terawan dan pemerintah pusat dalam menangani penyebaran virus corona. Pemerintah justru mempersulit daerah yang telah proaktif mencegah dini penyebaran virus corona.

Bila angka pasien positif harus tinggi dijadikan syarat sebelum PSBB, maka syarat tersebut sangat terlambat. Sebab, virus corona diprediksi sudah terjadi 1-2 minggu sebelumnya dan angka kematian akan tinggi setelah PSBB 3 hingga 4 minggu.

baca juga

"Cuma stempel saja kenapa dipersulit, jangan sampai terjadi kematian massal karena penundaan birokrasi," tuturnya.

Ainun Najib kritik Pemerintah tolak PSBB di Palangka Raya (Twitter/ainunnajib)
Ainun Najib kritik Pemerintah tolak PSBB di Palangka Raya (Twitter/ainunnajib)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Sehari Dirawat, Bayi 2,5 Tahun Meninggal dengan Status PDP Corona

Baru Sehari Dirawat, Bayi 2,5 Tahun Meninggal dengan Status PDP Corona

News | Senin, 13 April 2020 | 10:32 WIB

Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan

Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan

Bisnis | Senin, 13 April 2020 | 10:29 WIB

Lagi Ada Wabah Corona, Bule-bule Asyik Telanjang Dada di Pantai Carita

Lagi Ada Wabah Corona, Bule-bule Asyik Telanjang Dada di Pantai Carita

Banten | Senin, 13 April 2020 | 10:25 WIB

Dokter Trenggalek Positif Corona, Alhamdulillah Anak dan Istrinya Negatif

Dokter Trenggalek Positif Corona, Alhamdulillah Anak dan Istrinya Negatif

Jatim | Senin, 13 April 2020 | 10:13 WIB

Kisah Ojol Dapat Order Dikira Fiktif, Endingnya Bikin Bahagia Lahir Batin

Kisah Ojol Dapat Order Dikira Fiktif, Endingnya Bikin Bahagia Lahir Batin

Otomotif | Senin, 13 April 2020 | 10:27 WIB

Pangeran Harry Tak Mau Archie Jadi Bangsawan, Anjing Telantar Gegara PSBB

Pangeran Harry Tak Mau Archie Jadi Bangsawan, Anjing Telantar Gegara PSBB

Lifestyle | Senin, 13 April 2020 | 09:57 WIB

Cerita di Balik Ganjar Siapkan Taman Makam Pahlawan Buat Medis Virus Corona

Cerita di Balik Ganjar Siapkan Taman Makam Pahlawan Buat Medis Virus Corona

Jawa Tengah | Senin, 13 April 2020 | 09:50 WIB

YLKI Bongkar Konflik antara Luhut dan Kemenhub di Kebijakan Larangan Mudik

YLKI Bongkar Konflik antara Luhut dan Kemenhub di Kebijakan Larangan Mudik

Bisnis | Senin, 13 April 2020 | 09:44 WIB

Jakarta PSBB Corona, IHSG Dibuka Loyo dan Letoy di Awal Pekan

Jakarta PSBB Corona, IHSG Dibuka Loyo dan Letoy di Awal Pekan

Bisnis | Senin, 13 April 2020 | 09:36 WIB

Terkini

Bahlil Merapat ke Istana, Benarkah Bakal Pegang Dua Jabatan Sekaligus?

Bahlil Merapat ke Istana, Benarkah Bakal Pegang Dua Jabatan Sekaligus?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Saatnya Algoritma Media Sosial Turut Bertanggung Jawab Mitigasi Bencana

Saatnya Algoritma Media Sosial Turut Bertanggung Jawab Mitigasi Bencana

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Rilis Sebuah Mahakarya di Hari Kesaktian Pancasila

Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Rilis Sebuah Mahakarya di Hari Kesaktian Pancasila

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:03 WIB

5 Moisturizer Mengandung Panthenol dan Cica untuk Menenangkan Jerawat Meradang

5 Moisturizer Mengandung Panthenol dan Cica untuk Menenangkan Jerawat Meradang

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Digantikan Suyudi Ario Seto, 3 Kasus Besar Selama Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Digantikan Suyudi Ario Seto, 3 Kasus Besar Selama Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Suyudi: Polisi Kuat Bukan karena Ditakuti, tapi Dipercaya

Suyudi: Polisi Kuat Bukan karena Ditakuti, tapi Dipercaya

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Efisiensi dan Asas Keadilan Jadi Alasan BGN Ubah Insentif Dapur MBG jadi Rp2.000 per Porsi

Efisiensi dan Asas Keadilan Jadi Alasan BGN Ubah Insentif Dapur MBG jadi Rp2.000 per Porsi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Dikabarkan Jadi KSP Gantikan Dudung, Listyo: Ya Mudah-mudahan Tak Meleset

Dikabarkan Jadi KSP Gantikan Dudung, Listyo: Ya Mudah-mudahan Tak Meleset

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:59 WIB

×