Ratusan Ribu ODP Covid-19 dalam Pengawasan Ketat Pemerintah

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 14 April 2020 | 20:07 WIB
Ratusan Ribu ODP Covid-19 dalam Pengawasan Ketat Pemerintah
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Capture Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Sebanyak 139.137 orang dalam pemantauan (ODP) saat ini sedang mendapat perhatian ketat oleh pemerintah terkait virus corona atau Covid-19.

Juru bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ODP kebanyakan tidak sakit tapi bisa menjadi sumber penularan virus.

"Sementara saudara-saudara kita termasuk dalam kategori ODP, sampai saat ini sudah tercatat 139.137 orang. Ini jadi perhatian terbesar kita," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2020).

"(ODP) berpotensi jadi sumber penularan apabila tidak dirawat dengan baik, apabila tidak segera melaksanakan isolasi diri karantina diri dengan cara sebaik-baiknya," sambungnya.

Yurianto mengatakan perhatian diberikan pemerintah lantaran para ODP ini tidak merasakan gejala dan hanya mengalami gejala ringan.

Bahkan pada beberapa kasus, ODP tidak sakit tetapi tetap membawa virus SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19 dan bisa menularkan ke orang lain yang lebih berisiko, terlebih apabila tidak melakukan isolasi mandiri dengan benar.

"Karena tidak menutup kemungkinan, dari saudara-saudara kita yang masuk dalam pemantauan, dalam kondisi yang tidak sakit dengan kondisi yang sakit ringan, sehingga bisa dirasakan seakan-akan tidak sakit," paparnya.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sudah ada sebanyak 10.482 orang, dan sebagian telah menjalani tes PCR dengan 4.839 orang dinyatakan positif Covid-19.

Hingga kini pemerintah telah memeriksa sebanyak 33.678 spesimen sampel dahak yang diambil dari belakang tenggorokan dan hidung.

Sebanyak 26.789 sampel dinyatakan negatif Covid-19. Sampel ini kemudian diuji di 32 laboratorium berkapasitas biosafety level (BSL) II yang tersebar di seluruh Indonesia.

baca juga

"Hari ini untuk pengujian antigen berbasis realtime PCR di laksanakan di lebih dari 32 laboratorium beberapa lab yang lain sedang ditingkatkan kapasitasnya. Baik penambahan mesin atau menambahan lab baru, tentunya harus dilengkapi pelengkapan yang standar," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Negara dengan Kasus Corona Tertinggi: Amerika Teratas, Indonesia?

10 Negara dengan Kasus Corona Tertinggi: Amerika Teratas, Indonesia?

News | Selasa, 14 April 2020 | 20:01 WIB

Sering Diabaikan, 6 Gejala Ringan Virus Corona yang Perlu Diwaspadai

Sering Diabaikan, 6 Gejala Ringan Virus Corona yang Perlu Diwaspadai

Health | Selasa, 14 April 2020 | 20:00 WIB

Pandemi Covid-19, Begini Cara Cek Kesehatan Ibu Hamil di Rumah

Pandemi Covid-19, Begini Cara Cek Kesehatan Ibu Hamil di Rumah

Health | Selasa, 14 April 2020 | 20:05 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×