Tak Hanya Paru-Paru, Covid-19 Juga Merusak Ginjal dan Berbagai Organ Lain

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 19 April 2020 | 08:11 WIB
Tak Hanya Paru-Paru, Covid-19 Juga Merusak Ginjal dan Berbagai Organ Lain
Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]

Suara.com - Virus corona memang ditemukan telah merusak bagian kantung kecil di paru-paru. Namun belakangan penelitian lain menunjukkan bahwa Covid-19 juga bisa merusak beberapa organ lain.

Melansir dari Washington Post, para dokter di seluruh dunia melihat bukti yang menunjukkan Covid-19 juga dapat menyebabkan peradangan jantung, penyakit ginjal akut, kerusakan neurologis, pembekuan darah, kerusakan usus, hingga masalah hati.

Perkembangan kerusakan pada organ telah mempersulit perawatan kasus covid-19 yang parah dan membuat proses pemulihan menjadi tidak pasti.

"Hampir separuh orang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 memiliki darah atau protein dalam urin mereka yang menunjukkan kerusakan dini pada ginjal," kata Alan Kliger, ahli nefrologi di Yale School of Medicine.

"Yang lebih mengkhawatirkan adalah data awal yang menunjukkan 14 hingga 30 persen pasien perawatan intensif di New York dan Wuhan kehilangan fungsi ginjal dan membutuhkan dialisis atau perawatan ginjal berkelanjutan," tambahnya.

Para peneliti di Wuhan melaporkan dalam jurnal medis Kidney International tentang penemuan efek Covid-19 pada ginjal. Mereka melakukan otopsi pada orang yang meninggal karena Covid-19. Mereka menemukan bahwa sembilan dari 26 orang memiliki cedera ginjal akut dan tujuh di antaranya memiliki partikel virus corona di ginjal mereka.

"Itu menimbulkan kecurigaan yang sangat jelas bahwa setidaknya sebagian dari cedera ginjal akut yang kita lihat disebabkan oleh keterlibatan virus langsung dari ginjal, seperti yang terlihat dalam wabah SARS pada tahun 2002," kata Paul. M. Palevsky, nephrologist Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh.

Virus corona juga merusak jantung. Dokter di China dan New York telah melaporkan miokarditis, peradangan otot jantung, dan irama jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan henti jantung pada 19 pasien.

Sementara itu, Mitchell Elkind, ahli saraf Universitas Columbia, menyatakan bahwa sebuah ulasan dari pasien yang sakit parah di China menemukan bahwa sekitar 40 persen menderita aritmia dan 20 persen mengalami beberapa bentuk cedera jantung.

baca juga

Dalam sebuah penelitian dari 19 kasus, para peneliti telah menemukan, sistem kekebalan melawan infeksi masuk ke hyperdrive. Respons yang tidak terkendali menyebabkan pelepasan banyak zat yang disebut sitokin yang secara berlebihan. Pelepasan sitokin berlebihan ini dapat mengakibatkan kerusakan pada banyak organ.

"Ketika sitokin Anda berada di luar kendali sistem, hal-hal buruk terjadi," kata Jeffrey S. Weber, wakil direktur Pusat Kanker Perlmutter di NYU Langone Medical Center.

"Itu bisa menjadi bencana total," tambahnya.

Selain ginjal, paru-paru, dan jantung para peneliti juga menemukan gangguan pencernaan, masalah hati, mata merah, hilangnya penciuman dan pengecapan, serta pembekuan darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Celananya Picu Tanda Tanya, Intip Gaya Jennifer Coppen Belanja Sembako

Celananya Picu Tanda Tanya, Intip Gaya Jennifer Coppen Belanja Sembako

Lifestyle | Minggu, 19 April 2020 | 07:34 WIB

Peneliti Harvard Sebut Nyeri Testis Bisa Jadi Gejala Infeksi Virus Corona

Peneliti Harvard Sebut Nyeri Testis Bisa Jadi Gejala Infeksi Virus Corona

Health | Minggu, 19 April 2020 | 07:15 WIB

Dua Dokter di Jogja Dinyatakan Positif Corona

Dua Dokter di Jogja Dinyatakan Positif Corona

Jogja | Minggu, 19 April 2020 | 07:40 WIB

Terkini

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

×