Kasus Corona Covid-19 di AS, Adakah Hubungannya dengan Tingkat Obesitas?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 29 April 2020 | 15:44 WIB
Kasus Corona Covid-19 di AS, Adakah Hubungannya dengan Tingkat Obesitas?
Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)

Suara.com - Amerika Serikat adalah negara yang berada di peringkat pertama dengan banyaknya kasus virus corona Covid-19. Jumlah kematian akibat virus corona Covid-19 di Amerika Serikat (AS) pun sudah melampaui jumlah korban tewas di Perang Vietnam, yakni lebih dari 58 ribu.

Selama beberapa dekade, AS juga memimpin dunia dengan tingkat kasus obesitas yang tinggi. Para profesional medis pun menduga tingginya kasus obesitas di AS mungkin berperan dalam tingginya kematian akibat corona Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menyatakan bahwa obesitas parah, yakni orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 40 atau lebih termasuk kelompok yang paling berisiko terinfeksi dan mengalami komplikasi akibat virus corona Covid-19.

BMI adalah jumlah ideal yang berasal dari massa dan tinggi badan seseorang. Meskipun hitungan ini agak kontroversial karena tidak memperhitungkan massa otot. Standar medis tetap menggunakannya untuk menghitung berat badan ideal seseorang.

"Saya menduga masalah inilah yang menyebabkan angkat kematian akibat corona Covid-19 di AS lebih tinggi dari daerah lain," Dr Jennifer Lighter, ahli epidemiologi rumah sakit di Langone Health Universitas New Yorrk dikutip dari Fox News.

Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

Pada orang obesitas di bawah usia 60 tahun, mereka 3 kali lebih mungkin menjalani perawatan di rumah sakit atau ICU. Lalu, tingkat kematiannya juga 3 kali lebih tinggi dibandingkat orang yang tidak obesitas.

Lighter juga pernah memimpi penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Infectious Diseases di rumah sakit menemukan pasien dibawah usia 60 tahun dengan BMI di atas 35 setidaknya 2 kali lebih mungkin dirawat di ICU karena corona Covid-19.

Tapi, kenapa obesitas meningkatkan risiko orang menderita corona Covid-19?

Lighter mengatakan orang yang mengalami obesitas memiliki cadangan paru-paru lebih sedikit. Sehingga risiko aspnea tidur obstruktif, asma, penyakit paru restriktif menjadi lebih tinggi.

baca juga

Kondisi itulah yang menyebabkan mereka berisiko mengalami manifestasi paru parah dengan virus pernapasan. Mereka juga berisiko menderita penyakit kardiovaskular, diabetes dan hiperlipidemia.

Karena, mereka memiliki reseptor ACE2 pada sel adiposa sehingga memiliki replika virus lebih tinggi yang menyebabkan banyak peradangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosennya Gugur Lawan Pandemi Corona, Kisah Ahli Gizi Tergerak jadi Relawan

Dosennya Gugur Lawan Pandemi Corona, Kisah Ahli Gizi Tergerak jadi Relawan

News | Rabu, 29 April 2020 | 15:06 WIB

Ribut Sembako Corona, Anak Ibu RT dan Warga di Koja jadi Tersangka

Ribut Sembako Corona, Anak Ibu RT dan Warga di Koja jadi Tersangka

News | Rabu, 29 April 2020 | 14:36 WIB

Istana: Psikologi Menurun Bisa Akibatkan Masyarakat Mudah Tertular Corona

Istana: Psikologi Menurun Bisa Akibatkan Masyarakat Mudah Tertular Corona

News | Rabu, 29 April 2020 | 12:58 WIB

Terkini

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 19:26 WIB

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:25 WIB

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 19:20 WIB

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:19 WIB

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

Bolehkah Viva White Waterdrop Sleeping Mask Dipakai Setiap Hari? Ini Jawabannya

Bolehkah Viva White Waterdrop Sleeping Mask Dipakai Setiap Hari? Ini Jawabannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

Hati-hati! Serahkan Akun Trading, Uang Bisa Melayang

Hati-hati! Serahkan Akun Trading, Uang Bisa Melayang

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:14 WIB

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

71 Orang Tewas, Bisakah Nakhoda KM Virgo Transport 8 Dipidana?

71 Orang Tewas, Bisakah Nakhoda KM Virgo Transport 8 Dipidana?

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:04 WIB

×