Peneliti AS Usulkan Penekanan Imun Alami untuk Pengobatan Covid-19

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Jum'at, 08 Mei 2020 | 03:15 WIB
Peneliti AS Usulkan Penekanan Imun Alami untuk Pengobatan Covid-19
Novel Coronavirus. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti Amerika Serikat mengusulkan penekanan sementara respons imun tubuh pada tahap awal infeksi sebagai pengobatan Covid-19. Penelitian tersebut telah diterbitkan di Journal of Medical Virology.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), peneliti menjalankan model untuk membandingkan Covid-19 dengan flu. Mereka menemukan bahwa perkembangan penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru lebih lambat.

Oleh karena itu, mereka berasumsi bahwa respons imun selanjutnya mungkin menjadi alasan untuk gejala yang lebih parah pada pasien Covid-19.

"Berdasarkan hasil pemodelan matematika, kami mengusulkan ide berlawanan bahwa rejimen singkat dari obat penekan kekebalan yang tepat diterapkan pada awal proses penyakit dapat meningkatkan kesembuhan pasien," kata Sean Du dari Universitas Southern California.

“Dengan agen penekan yang tepat, kita mungkin dapat menunda respons imun adaptif dan mencegahnya mengganggu respons imun bawaan, ini memungkinkan eliminasi lebih cepat dari virus dan sel-sel yang terinfeksi,” tambahnya.

Cara sistem kekebalan tubuh manusia merespons patogen invasif dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni bawaan dan adaptif.

Jenis pertama tidak spesifik dan diaktifkan dengan cepat untuk menyerang sel asing di dalam tubuh segera setelah terdeteksi. Sementara respons adaptif dimulai beberapa hari kemudian jika sel asing masih terdeteksi dan spesifik untuk jenis patogen tertentu.

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Flu adalah penyakit yang bergerak cepat.

Waktu inkubasinya yang khas adalah 48 jam atau kurang dan infeksi biasanya sembuh dalam tiga hingga lima hari. Sementara virus corona baru bertindak lebih lambat.

baca juga

Masa inkubasi rata-rata adalah enam hari dan waktu untuk benar-benar pulih sekitar 22 hari. Analisis tersebut menyarankan penekanan respons imun adaptif untuk pasien Covid-19 di awal infeksi sebelum sel-sel habis. Upaya itu dianggap bisa memperlambat infeksi dan mengganggu respons imun bawaan.

"Bahayanya adalah karena infeksi terus berlanjut, itu akan memobilisasi seluruh respons imun adaptif dengan beberapa lapisannya," kata Weiming Yuan, profesor di Universitas Southern California.

"Durasi aktivitas virus yang lebih lama ini dapat menyebabkan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang disebut badai sitokin, ini bisa membunuh sel-sel sehat dan kerusakan jaringan," tambahnya.

Terlepas dari temuan ini, ahli imunologi lainnya memperingatkan agar tidak mengganggu respons kekebalan alami tubuh sebagai pengobatan untuk Covid-19.

Ashley St. John, seorang ahli imunologi di Universitas Duke dan National University of Singapore Medical School, mengatakan bahwa penelitian ini masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

“Menekan sistem kekebalan adaptif adalah langkah yang sangat drastis. Ini bisa sangat berbahaya karena Anda melumpuhkan kemampuan tubuh Anda untuk membersihkan sedikit infeksi terakhir itu, " kata John.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramalan Tepat The Simpsons: Covid-19 dan Tawon Pembunuh Serang AS Bersamaan

Ramalan Tepat The Simpsons: Covid-19 dan Tawon Pembunuh Serang AS Bersamaan

Tekno | Kamis, 07 Mei 2020 | 20:09 WIB

Modifikasi Mercedes-Benz Vito RSE: Kabin Pakai Partisi Anti-Droplet

Modifikasi Mercedes-Benz Vito RSE: Kabin Pakai Partisi Anti-Droplet

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2020 | 20:08 WIB

Cerita Mistis Relawan PMI yang Kerap Makamkan Jenazah COVID-19 Malam Hari

Cerita Mistis Relawan PMI yang Kerap Makamkan Jenazah COVID-19 Malam Hari

Jogja | Kamis, 07 Mei 2020 | 19:55 WIB

Terkini

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:33 WIB

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 13:31 WIB

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU

Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum, Tiga Orang Disiapkan untuk Disomasi soal Muktamar NU

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 13:28 WIB

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Revisi RKAB Disetujui, UNTR Optimistis Kinerja Meningkat di Semester II 2026

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:27 WIB

Dubbing Tak Lagi Bikin Aneh, AI Kini Bisa Sinkronkan Gerak Mulut Aktor

Dubbing Tak Lagi Bikin Aneh, AI Kini Bisa Sinkronkan Gerak Mulut Aktor

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 13:26 WIB

5 Shio Paling Susah Diatur dan Diperintah, Punya Pendirian yang Keras

5 Shio Paling Susah Diatur dan Diperintah, Punya Pendirian yang Keras

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:25 WIB

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:22 WIB

×