Array

Leher Tegang Tanda Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Minggu, 10 Mei 2020 | 21:15 WIB
Leher Tegang Tanda Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi leher tegang. (Shutterstock)

Suara.com - Leher Tegang Tanda Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Seringkali kita mengasosiasikan leher tegang tanda bahwa kolesterol dalam darah tinggi. Ini terkadang membuat banyak orang menjadi khawatir dan cemas.

Padahal, menurut dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA dari Mayapada Hospital, munculnya hiperkolesterolemia atau tingginya kadar kolesterol dalam darah tidak ditandai oleh gejala-gejala tertentu.

"Sebenarnya kalo dari literatur, dia silent. Sebelum dia menyumbat pembuluh darah, dia tidak memberikan gejala," jelasnya dalam Live IG Violad bersama dr Tompi dan dr Arti Indira, Minggu (10/5/2020).

Ilustrasi nyeri leher dan pinggang. (Shutterstock)
Ilustrasi leher tegang. (Shutterstock)

Akan tetapi ada salah satu tanda yang bisa dikenali seperti munculnya xanthelasma, yakni gumpalan lemak yang muncul di kelopak mata.

Meskipun begitu, tidak serta-merta jika tidak merasakan adanya leher tegang bukan berarti kolesterol tidak tinggi.

"Itulah kenapa kolesterol harus dicek secara laboratorium," lanjutnya.

Selain gejala, kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia juga memiliki beberapa faktor risiko yang bisa dikendalikan dan tidak bisa dikendalikan.

Dikutip dari Mayo Clinic, faktor risiko pertama yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi adalah pola makan yang buruk. Misalnya sering mengonsumsi lemak jenuh seperti gorengan, daging merah, dan produk susu tinggi lemak.

Baca Juga: Kisah Haru Ibu Bisu Tuli Sembuh dari Virus Corona, Tak Boleh Keluar 14 hari

Kemudian yang kedua adalah obesitas, di mana memiliki indeks massa tubuh lebih dari angka 30 membuat seseorang berisiko memiliki kolesterol tinggi. Namun orang yang bertubuh kurus juga tak lepas dari risiko ini.

Yang ketiga adalah kurang berolahraga. Olahraga dapat meningkatkan kolesterol 'baik' dan mengurangi jumlah kolesterol 'jahat dalam tubuh.

Faktor risiko keempat adalah merokok, karena merokok merusak dinding pembuluh darah, membuatnya lebih rentan mengumpulkan sisa-sisa lemak dan menurunkan kolesterol 'baik'.

Beberapa faktor risiko yang tak bisa dikendalikan antara lain usia, karena bertambahnya usia akan membuat hati akan sulit menyingkirkan kolesterol 'jahat'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI