Terbaru: Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah dan Hambat Kerja Multiorgan

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 13 Mei 2020 | 15:05 WIB
Terbaru: Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah dan Hambat Kerja Multiorgan
Ilustrasi pembekuan darah (Freepik/sci8indy)

Suara.com - Infeksi Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah dan Hambat Kerja Multiorgan

Kondisi pasien Covid-19 umumnya akan baik-baik saja selama 10 hari pertama pasca-terinfeksi. Seperti yang dialami seorang lelaki muda di New York, Amerika Serikat, bernama Just dan masih berusia 38 tahun.

Just  bukan termasuk pasien Covid-19 yang berisiko tinggi mengalami komplikasi penyakit.

Dokter ahli bedah vaskular di Pomona, New York, Dr Sean Wengerter bahkan mengatakan laki-laki itu hanya mengalami gejala ringan berupa batuk kecil. Namun tiba-tiba salah satu efek mengejutkan akibat Covid-19 muncul.

"Kemudian dia bangun dengan kedua kakinya mati rasa dan kedinginan serta sangat lemah sehingga dia tidak bisa berjalan," kata Wengerter, Kepala divisi bedah vaskular di Rumah Sakit Good Samaritan Westchester Medical Center Health, seperti dilansir dari CNN.

Just kemudian diketahui mengalami oklusi aorta atau gumpalan darah besar di arteri utama tubuh. Sehingga darah tidak mengalir ke arteri iliaka hingga membuat kakinya tidak mendapat asupan darah.

Ini adalah perkembangan yang sangat berbahaya yang dapat membunuh antara 20 hingga 50 persen pasien, kata Wengerter.

"Biasanya tidak terjadi pada orang berusia 38 tahun," katanya kepada CNN.

Diagnosis cepat dan prosedur bedah untuk memotong arteri dan mengangkat bekuan darah dapat menyelamatkan nyawa pasien.

baca juga

"Kami memiliki dua ahli bedah yang bekerja secara simultan padanya," kata Wengerter.

Dokter yang merawat pasien virus corona melihat berbagai sindrom aneh dan menakutkan, termasuk pembekuan darah di seluruh tubuh, gagal ginjal, peradangan jantung hingga komplikasi kekebalan tubuh.

"Satu hal yang membuat penasaran sekaligus berkembang dan membuat frustrasi adalah bahwa penyakit ini memanifestasikan dirinya dalam banyak cara yang berbeda," kata Dr. Scott Brakenridge, asisten profesor pada tim bedah perawatan akut di Fakultas Kedokteran Universitas Florida.

Infeksi Covid-19 juga dapat menyebabkan kegagalan organ multi-sistem. Brakenridge menambahkan, dalam beberapa kasus, ada efek parah pada kemampuan pasien untuk bernafas. Diperkirakan hal itu terkait dengan perkembangan kegagalan multi-sistem organ.

Sejauh ini virus corona baru ditetapkan sebagai virus pernapasan, jelas bahwa itu memengaruhi beberapa orang pada fungsi seluruh tubuh mereka. Gejala infeksi yang paling jelas adalah gejala pernapasan umum seperti demam, pneumonia, dan sindrom gangguan pernapasan akut.

Tetapi virus SARS COV-2 juga tampaknya menyerang beberapa organ lain secara langsung. Salah satu yang paling meresahkan adalah serangannya pada lapisan pembuluh darah yang menyebabkan pembekuan tidak wajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia Longgarkan Lockdown, Jalanan dan Transportasi Umum Masih Sepi

Malaysia Longgarkan Lockdown, Jalanan dan Transportasi Umum Masih Sepi

Video | Selasa, 05 Mei 2020 | 06:20 WIB

Penelitian Baru: Infeksi COVID-19 pada Anak-anak Lebih Ringan dari Dewasa

Penelitian Baru: Infeksi COVID-19 pada Anak-anak Lebih Ringan dari Dewasa

Tekno | Kamis, 09 April 2020 | 10:15 WIB

3 Hal Paling Berbahaya yang Membuat Anda Berisiko Terkena Serangan Jantung

3 Hal Paling Berbahaya yang Membuat Anda Berisiko Terkena Serangan Jantung

Health | Rabu, 29 Januari 2020 | 18:21 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×