Pakar: Secara Umum, Terapi Baru Covid-19 yang Belum Diuji Lebih Berbahaya

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 13 Mei 2020 | 15:33 WIB
Pakar: Secara Umum, Terapi Baru Covid-19 yang Belum Diuji Lebih Berbahaya
Medical ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. Pabrikan otomotif juga akan menggarap ketersediaannya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Sekelompok tim dokter telah menerbitkan artikel korespondensi di American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology. Mereka memperingatkan bahwa metode baru untuk mengobati Covid-19 mungkin lebih berbahaya daripada sebaliknya.

Tim, dari Divisi Kedokteran Paru-Paru dan Perawatan Kritis, Departemen Kedokteran di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago, berpendapat bahwa dokter harus mengandalkan praktik perawatan intensif berbasis percobaan dan teruji daripada terapi baru.

Melansir Medical News Today, mereka telah mengamati peningkatan dalam penggunaan terapi dan perawatan yang belum diuji dan beberapa bahkan tidak memiliki bukti atau alasan untuk efektivitasnya.

Penulis mencatat, Covid-19 sebenarnya tidak benar-benar sesuai dengan beberapa definisi dari Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), seperti pneumonia yang disebabkan virus. Tetapi, Covid-19 telah disebut sebagai varian ARDS.

Seorang staf medis dengan pakaian pelindung terlihat di depan seorang pasien dengan penyakit virus Corona Covid-19 di dalam sebuah unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]
Seorang staf medis dengan pakaian pelindung terlihat di depan seorang pasien dengan penyakit virus Corona Covid-19 di dalam sebuah unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

Anggapan ini mendorong beberapa dokter untuk menggunakan terapi baru alih-alih perawatan ARDS standar ketika mengobati Covid-19.

Jadi, penulis percaya ini adalah kesalahan. Mereka mengingatkan bahwa ARDS adalah sindrom, yang artinya heterogen, sehingga dapat muncul dalam beragam cara.

Peneliti setuju bahwa terapi ARDS standar efektif, bahkan ketika digunakan pada pasien Covid-19 yang mengalami berbagai gejala langka.

Terapi baru dapat menyebabkan masalah

Meski terapi baru mungkin masuk akal secara biologis, kata peneliti, ini bukan alasan yang cukup baik untuk menerapkannya dalam konteks klinis.

baca juga

Namun, penulis menekankan bahwa studi ini tidak berarti dokter tidak boleh menggunakan metode terapi baru untuk Covid-19. Tetapi ada hal yang harus diperhatikan, yaitu penggunaan rutin terapi baru tersebut, terutama yang belum menghasilkan hasil yang meyakinkan dalam uji cobanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Inggris Sebut Mutasi Virus Corona Hambat Penelitian Vaksin dan Obat

Ilmuwan Inggris Sebut Mutasi Virus Corona Hambat Penelitian Vaksin dan Obat

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 13:40 WIB

Obat Maag  Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Obat Maag Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 07:32 WIB

Dokter Twindy Cerita Pengalaman Dirawat karena Covid-19, Dikasih Obat Apa?

Dokter Twindy Cerita Pengalaman Dirawat karena Covid-19, Dikasih Obat Apa?

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 22:25 WIB

Terkini

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 15:24 WIB

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

News | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

News | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

5 Cara Mengatasi Tali Strap Smartwatch Silikon yang Bikin Kulit Gatal dan Iritasi

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

9 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:15 WIB

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:11 WIB

×