Mahasiswa Kedokteran Rusia Ogah Praktik di RS Rujukan Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 14 Mei 2020 | 16:45 WIB
Mahasiswa Kedokteran Rusia Ogah Praktik di RS Rujukan Covid-19
Ilustrasi [Miguel Medina/AFP]

Suara.com - Mahasiswa Kedokteran Rusia Ogah Praktik di RS Rujukan Covid-19

Mahasiswa kedokteran di Universitas Sechenov, Moskow, Rusia harus melakukan pelatihan di bangsal virus corona untuk bisa lulus menjadi spesialis infeksi. Salah satu mahasiswa di sana, Alexandra, menolak kebijakan tersebut.

"Ini bukan pilihan sukarela. Virus corona berbahaya dan mereka harusnya menyerahkan kepada orang pilihan," kata Alexandra, mengutip dari situs Aljazeera.

Kampus tersebut membuat kebijakan untuk mengirim mahasiswa kedokteran tingkat empat, lima dan enam agar melakukan pelatihan medis di klinik atau rumah sakit rujukan Covid-19.

Kementerian Kesehatan setempat telah mengumumkan pada 27 April bahwa kebijakan itu berlaku mulai 1 Mei dan hanya siswa dengan kontraindikasi medis yang dapat menolak.

Siswa dari semua bidang medis, termasuk kedokteran gigi dan pediatri juga harus mengikuti aturan tersebut. "Mereka yang menolak untuk pergi tidak akan mendapatkan kualifikasi dan dapat menghadapi pengusiran," kata Svetlana, seorang mahasiswa tingkat enam.

Banyak mahasiswa mengatakan, mereka tidak ingin ditempatkan dalam kondisi seperti itu tanpa ada fasilitas rumah sakit yang dialokasikan dan jaminan alat pelindung diri.

Svetlana bersama Alexandra dan mahasiswa lainnya berbicara kepada kantor berita AFP dengan syarat anonim karena takut dikeluarkan atau mendapat sanksi lain dari kampusnya.

"Kami belum menjadi dokter, tugas kami adalah mendapatkan pendidikan. Ada kekhawatiran bahwa kita tidak akan ada gunanya dan justru menyebarkan infeksi sebagai gantinya," kata Alexandra.

baca juga

Dia juga mengatakan, para mahasiswa ditawarkan pelatihan di rumah sakit biasa atau rumah sakit rujukan virus corona termasuk zona merah Covid-19.

"Tidak ada perlindungan yang memadai, dan sulit dipercaya jika tidak ada kecukupan dokter," ucap Alexandra.

Melalui media sosial, mahasiswa di Universitas Kedokteran Pirogov di Moskow telah menyampaikan protes dan meminta rektor Sergei Lukyanov untuk membuat mobilisasi sukarela virus corona.

Namun, Pirogov dan Departemen Kesehatan di pemerintah Moskow tidak menanggapi permintaan komentar tersebut.

Sementara itu, wakil rektor Universitas Sechenov Tatyana Litvinova mengatakan bahwa bekerja dengan pasien virus corona tidak wajib dan sekolah tidak akan menghukum siapa pun yang menolak.

"Jika seorang siswa tidak ingin melakukannya, mereka dapat melakukan praktik di tempat yang berbeda, tidak ada yang akan memaksa mereka," katanya kepada AFP, yang bertentangan dengan Kementerian Kesehatan setempat.

Litvinova lebih jauh berjanji bahwa mahasiswa di Moskow akan gaji 100.000 rubel dan diberikan alat pelindung diri.

Menurut, Ivan Konovalov, juru bicara Aliansi Dokter, sebuah serikat yang terkait dengan politisi oposisi Alexei Navalny, mengatakan bahwa mahasiswa diminta praktik di RS rujukan covid-19 karena kekurangan tenaga medis.

"Reformasi layanan kesehatan selama beberapa tahun terakhir telah menyebabkan kepergian banyak dokter" dari Konovalov.

Layanan kesehatan di Rusia disebut melemah selama epidemi. Lebih dari 100 dokter telah meninggal selama menangani pasien Covid. Konovalov mengatakan bahwa terlepas dari kesulitan-kesulitan itu, melibatkan mahasiswa bukanlah solusi.

"Bahkan mereka yang tahun terakhir tidak memiliki pengalaman bekerja dalam kondisi seperti ini," katanya.

Para mahasiswa juga telah meluncurkan petisi online, menuntut agar dekrit kementerian dibatalkan. Kampanye melalui Instagram melawan "kerja paksa" itu juga sedang berlangsung

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astaga! Kasus Baru Virus Corona Rusia Tembus 10.000 Perhari Selama 2 Minggu

Astaga! Kasus Baru Virus Corona Rusia Tembus 10.000 Perhari Selama 2 Minggu

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:30 WIB

Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Meningkat

Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Meningkat

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2020 | 11:05 WIB

Best 5 Oto: Selera Mobil Syahrini-Reino Beda, Physical Distancing Motor

Best 5 Oto: Selera Mobil Syahrini-Reino Beda, Physical Distancing Motor

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2020 | 05:42 WIB

Terkini

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

×