Akademisi: Pandemi Covid-19 Bisa Sebabkan Generasi yang Hilang

Risna Halidi

Sabtu, 16 Mei 2020 | 17:03 WIB
Akademisi: Pandemi Covid-19 Bisa Sebabkan Generasi yang Hilang
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Bisa Sebabkan Generasi yang Hilang

Suara.com - Akademisi: Pandemi Covid-19 Bisa Sebabkan Generasi yang Hilang

Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Dr Desvian Bandarsyah MPd mengatakan pandemi Covid-19 berpeluang menyebabkan generasi yang hilang. 

Pada akhirnya, pandemi ini akan mengganggu bonus demografi Indonesia.

"Peluang generasi yang hilang dalam situasi pandemi Covid-19 cukup terbuka. Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi hingga 2,5 persen lebih dan diperkirakan angka moderate satu persen serta konservatif itu bahkan minus," ujar Desvian dalam webinar yang diselenggarakan PG PAUD Uhamka di Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Desvian menambahkan, rendahnya pertumbuhan ekonomi memiliki dampak pada daya beli masyarakat yang semakin melemah karena pengangguran yang meningkat dan akses pendidikan ikut melemah.

"Peluang terjadinya generasi yang hilang itu terbuka, seperti yang terjadi pada rentang 1997 dan 1998 saat terjadinya krisis ekonomi," terang dia.

Dia menambahkan daya beli masyarakat yang melemah, membuat kemampuan masyarakat mengakses pendidikan serta membeli kebutuhan pokok yang bergizi semakin turun. Terutama pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.

"Mereka akan kesulitan membelikan pangan yang bergizi untuk anak mereka yang berusia nol sampai enam tahun. Kalau dari sisi gizi tidak bisa terpenuhi dan akses pendidikan juga tidak terjangkau. Jadi peluang generasi yang hilang itu semakin terbuka," jelas dia seperti yang Suara.com lansir di Antara.

Oleh karena itu, dia meminta para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta untuk memperhatikan dampak pandemi Covid-19 tersebut.

baca juga

Jika kondisi itu dibiarkan maka akan berdampak pada bonus demografi pada 100 tahun Indonesia merdeka atau 2045. "Kalau tidak diiringi dengan kemampuan mengakses pendidikan serta kemampuan pemerintah dalam pemerataan pendidikan, maka ini akan menjadi masalah ke depannya," kata dia lagi.

Desvian menambahkan, berdasarkan sejumlah lembaga dunia, Indonesia memiliki peluang untuk tumbuh besar pada 2030.

Namun semua itu harus ditopang dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia yang baik serta infrastruktur mumpuni.

Selain itu, pendidikan perlu mengarah pada tren yang berkembang pada masa depan tetapi dengan teguh berpijak pada nilai dan cita-cita tradisional yang luhur dari pendidikan serta menjadikan manusia yang berakhlak mulia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terdampak Covid-19, dr Tirta Bongkar Tabungan S2 untuk Bayar THR Pegawai

Terdampak Covid-19, dr Tirta Bongkar Tabungan S2 untuk Bayar THR Pegawai

Jogja | Sabtu, 16 Mei 2020 | 16:13 WIB

Menparekraf Wishnutama Optimis Pariwisata RI Pulih dalam Lima Tahun

Menparekraf Wishnutama Optimis Pariwisata RI Pulih dalam Lima Tahun

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2020 | 11:37 WIB

Siapkan Diri, Ini 4 Tren Wisata yang Akan Berubah Karena Pandemi Covid-19

Siapkan Diri, Ini 4 Tren Wisata yang Akan Berubah Karena Pandemi Covid-19

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×