Viral! Cerita Raissa Turun Berat Badan 25 Kg, Ternyata Ini Rahasianya

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Senin, 18 Mei 2020 | 05:30 WIB
Viral! Cerita Raissa Turun Berat Badan 25 Kg, Ternyata Ini Rahasianya
Kisah Viral Raissa menurunkan berat badan. (dok: Twitter/@brigita_raissa)

Suara.com - Viral! Cerita Raissa Turun Berat Badan 25 Kg, Ternyata Ini Rahasianya

Mencapai berat badan ideal menjadi impian terpendam banyak perempuan. Bukan hanya soal penampilan, berlebihan berat badan juga berisiko terhadap sejumlah penyakit seperti misalnya obesitas dan diabetes.

Hal ini juga dirasakan oleh Brigitta Raissa asal Bandung, Jawa Barat. Akrab disapai Raisa, kisah gadis ini berjuang menurunkan berat badan viral di media sosial.

Kisah Viral Raissa menurunkan berat bada. (dok: Twitter/@brigita_raissa)
Kisah Viral Raissa menurunkan berat badan. (dok: Twitter/@brigita_raissa)

Raissa menceritakan perjuangan menurunkan berat badannya dari 105 kg hingga menjadi 70 kg. Diakuinya, sejak kecil ia memang bertubuh gemuk, bahkan saat sempat menacapai 60 kg semasa kelas 6 SD. 

Saat menginjak SMA, beratnya semakin naik hingga 105 kg. Ia juga sempat mencoba menguruskan badan saat kelas 9 SMP dengan metode akupunktur, namun tak membuahkan hasil.

"Gue sering banget dikatain tapi bahkan gue udah lupa dikatain apa aja karena emang secuek itu sama badan gue. Tapi ada dua perkataan orang yang sampai sekarang masih gue ingat, karena nggak tau, berbekas aja sakitnya," tulis Raissa dalam media sosialnya, dikutip Suara.com pada Minggu (17/5/2020).

Kisah Viral Raissa menurunkan berat bada. (dok: Twitter/@brigita_raissa)
Kisah Viral Raissa menurunkan berat bada. (dok: Twitter/@brigita_raissa)

Hingga pada Januari 2018 lalu, ia mulai mengalami perasaan aneh pada tubuhnya. Seperti wajahnya yang penuh jerawat, haid yang terlambat tiga bulan, sering merasa sesak, dan tangan yang sering kebas.

Perempuan berusia 19 tahun ini lalu berkomitmen untuk hidup sehat. Raissa menyebut tertarik pada metode menghitung kalori dan juga diet yang dijalani salah satu temannya.

"Jadi pagi tetap sarapan apa aja, terus siang dan malam aku makan selada ditambah protein. Nah ini nggak ada takarannya, sih, jadi ngira-ngira aja yang penting kenyang. Aku juga masih ngemil, kok, tapi dikontrol biar nggak overeating. Metode setiap orang pasti beda, tergantung kondisi badannya, dan cuma dirinya yang tahu badannya. Jadi find and create your own healthy lifestyle!" ungkap Raissa saat berbincang dengan Suara.com.

baca juga

Lantas, bagaimana kisah selanutnya sampai Raissa berhasil menurunkan badan? Simak di halaman berikutnya.

Raissa mencoba membawa bekal selada dan daging setiap hari sembari menghitung jumlah kalori alias kalori defisit. Dia juga rutin menghitungnya lewat aplikasi penghitung kalori.

Menurut Raissa, selada yang memiliki 0 kalori ini cukup mengenyangkan dan enak saat diolah. Selama dua minggu ia melakukannya, berat badan Raissa turun menjadi 98 kg.

Ia juga mulai berolahraga meskipun awalnya cukup sulit. Akan tetapi Raissa gigih untuk terus berjuang dan olahraga pun menjadi rutinitasnya.

Daun selada. (Shutterstock)
Daun selada. (Shutterstock)

Sempat terbentur, diet konsumsi selada ini tak bertahan lama karena Raissa mengaku tak mampu menahan godaan makanan enak. Meski tak menyukai minuman manis dan bersoda, ia sangat menyukai gorengan.

"Akhirnya aku tetap makan apa aja tapi aku perhatiin kalori yang masuk ke badan aku dan melakukan defisit kalori," lanjutnya.

Berat badannya sempat naik-turun saat Raissa mulai masuk ke jenjang perkuliahan.

Akhirnya ia merutinkan pola makan dengan sarapan roti atau minuman sereal, makan siang apa saja, makan malam dengan buah, namun ia juga tak menolak jika ada ajakan makan di luar.

Kini berat badannya telah mencapai 70 kg. Untuk menjaga agar tetap ideal, Raissa berhati-hati untuk tidak berlebihan makan, tapi tetap bisa makan apa saja selama karantina di rumah.

Kisah Viral Raissa menurunkan berat bada. (dok: Twitter/@brigita_raissa)
Kisah Viral Raissa menurunkan berat bada. (dok: Twitter/@brigita_raissa)

"Mindset aku bukan biar kurus atau diet, tapi aku pengin punya gaya hidup sehat yang berlaku jangka panjang," tuturnya.

Selain itu Raissa juga mengingatkan bahawa diet yang dijalaninya belum tentu bisa berlaku untuk semua orang, karena berhasil atau tidaknya tergantung badan masing-masing.

Baginya, gaya hidup sehat jangka panjang lebih baik daripada diet ketat tapi berjangka pendek, karena dengan begitu pasti akan mengalami fase kembali lagi seperti semula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hebat, Satu Kota di New York Kompak Diet Bareng Demi Cegah Corona Covid-19

Hebat, Satu Kota di New York Kompak Diet Bareng Demi Cegah Corona Covid-19

Health | Jum'at, 08 Mei 2020 | 11:05 WIB

Adele Tampil Memesona di Foto Terbaru, Ini Rahasia Diet Suksesnya

Adele Tampil Memesona di Foto Terbaru, Ini Rahasia Diet Suksesnya

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2020 | 16:05 WIB

Puasa, Bolehkah Tetap Jalankan Diet Keto?

Puasa, Bolehkah Tetap Jalankan Diet Keto?

Health | Kamis, 30 April 2020 | 04:47 WIB

Terkini

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

×