Tak Peduli Rekomendasi WHO, Brasil Tetap Gunakan Hidroksiklorokuin

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2020 | 18:35 WIB
Tak Peduli Rekomendasi WHO, Brasil Tetap Gunakan Hidroksiklorokuin
Ilustrasi Hidroksiklorokuin (Hydroxychloroquine). [Shutterstock]

Suara.com - Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengubah rekomendasinya untuk tetap mengobati pasien virus corona dengan Hidroksiklorokuin (hydroxychloroquine).

Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk menunda uji coba Hidroksiklorokuin, karena masalah keamanan, demikian seperti dilansir dari Medical Xpress.

Seperti rekannya dari Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah menggembar-gemborkan manfaat hidroksi klorokuin yang diduga dan obat terkait, klorokuin, terhadap virus corona baru.

Ilustrasi Hydroxychloroquine.[AFP/NARINDER NANU]
Ilustrasi Hidroksiklorokuin (Hydroxychloroquine).[AFP/NARINDER NANU]

Meski demikian, penelitian telah mempertanyakan keamanan dan kemanjuran obat tersebut terhadap penyakit ini.

Dalam jurnal medis terkemuka The Lancet disebutkan obat-obatan itu sebenarnya meningkatkan risiko kematian.

Itu membuat WHO menunda percobaan klinis Hidroksiklorokuin di seluruh dunia sebagai pengobatan COVID-19.

"Kami tetap tenang dan tidak akan ada perubahan" pada pedoman Brazil yang dikeluarkan pekan lalu, kata pejabat kementerian kesehatan Mayra Pinheiro pada konferensi pers.

Pedoman tersebut merekomendasikan dokter dalam sistem kesehatan masyarakat untuk meresepkan klorokuin atau hidroksiklorokuin dari timbulnya gejala COVID-19.

Pernyataan itu dikeluarkan tak lama setelah pengunduran diri mantan menteri kesehatan Nelson Teich, yang dilaporkan berhenti atas desakan Bolsonaro untuk mendorong obat-obatan meskipun kurangnya bukti kuat.

Dia adalah menteri kesehatan kedua Brazil dalam waktu kurang dari sebulan.

Hingga saa ini, Brasil merupakan negara Amerika Latin yang paling parah dihantam oleh pandemi, dengan hampir 375.000 kasus.

Kondisi itu membuat mereka menempati posisi tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat dan lebih dari 23.000 kematian.

Hydroxychloroquine biasanya digunakan untuk mengobati penyakit autoimun, sedangkan klorokuin (chloroquine) umumnya digunakan untuk melawan malaria.

Studi pendahuluan di China dan Perancis telah menghasilkan harapan obat-obatan mungkin efektif melawan virus corona baru.

Itu membuat pemerintah Brasil membelinya dalam jumlah besar. Trump bahkan mengatakan minggu lalu menggunakan Hidroksiklorokuin sebagai tindakan pencegahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Banyak Mudarat, WHO Tangguhkan Uji Coba Hydroxychloroquine

Lebih Banyak Mudarat, WHO Tangguhkan Uji Coba Hydroxychloroquine

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 18:15 WIB

Waspada Efek Samping, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Waspada Efek Samping, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine

Tekno | Selasa, 26 Mei 2020 | 08:30 WIB

Donald Trump Akui Dirinya Konsumsi Hydroxychloroquine Setiap Hari

Donald Trump Akui Dirinya Konsumsi Hydroxychloroquine Setiap Hari

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 10:04 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB