New Normal Indonesia, FKUI dan IDI Luncurkan Kartu Identitas Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
New Normal Indonesia, FKUI dan IDI Luncurkan Kartu Identitas Covid-19
Ilustrasi konsep new normal (Shutterstock)

Suara.com - Kemajuan teknologi sudah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meredam kasus Covid-19. Menjelang penerapan new normal di Indonesia, kita perlu aplikasi untuk melacak dan mengidentifikasi kasus Covid-19. Inovasi ini dikeluarkan oleh platform bantujiwa(dot)com yang meluncurkan KIRAB atau Kartu Identitas Regulasi PSBB yang mampu menjadi sistem penilaian diri sekaligus sistem registrasi nasional Covid-19 berbasis individu.

KIRAB ini dikembangkan IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan dukungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang secara langsung mengidentifikasi setiap penduduk Indonesia menjadi merah, kuning, atau hijau.

”Saat ini terdapat lebih dari 20 ribu kasus Covid-19 di seluruh Indonesia, dengan 1391 kasus kematian. Sebagai negara terluas dan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara, mengendalikan jumlah kasus Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah," ujar Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), Guru Besar FKUI sekaligus Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) FKUI-RSCM dalam teleconference, Rabu (27/5/2020).

Berbagai upaya juga telah banyak dilakukan pemerintah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai langkah pencegahan yang diawali di Jakarta pada 10 April 2020. Tapi dengan aplikasi ini, kita bisa dengan mudah mendeteksi ODP dan PDP dan pergerakannya.

"Disamping itu, penapisan massal digelar di banyak kota besar dengan total jumlah pemeriksaan mencapai ratusan ribu. Berdasarkan data, kita melihat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 49.361, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 12.342 di Indonesia,” jelas Prof. Budi.

Ia mengatakan penerapan aplikasi ini mencontoh kesuksesan pengendalian kasus Covid-19 di Taiwan dengan memanfaatkan teknologi. Sehingga KTP berbasis Covid-19 ini dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan.

“Data yang terintegrasi merupakan sebuah keniscayaan dalam bidang kesehatan sekaligus sumber energi baru, data bagaikan minyak baru dalam dunia industri serta kata kunci bagi kita untuk mengatasi pandemi ini," ujarnya.

Dijelaskan Prof. Budi yang juga Ketua Komisi 2 Senat Akademik UI dan Sekjen Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI), KIRAB bekerja dengan pemberian status kartu merah menandai sebagai pasien Covid-19, kartu kuning sebagai ODP dan OTG (orang tanpa gejala), dan kartu hijau menandai orang sehat dan negatif Covid-19.

“Kartu KIRAB merah direkomendasikan untuk istirahat di RS, sedangkan KIRAB kuning untuk isolasi mandiri, dan KIRAB hijau dapat beraktivitas menggunakan masker serta menjaga physical distancing," jelasnya.

baca juga

Posisi dan jumlah kartu ini akan dihadirkan secara real time. Sehingga dapat menggambarkan keberhasilan isolasi mandiri dan mobilitas penduduk saat PSBB. Nantinya juga akan dikirimkan notifikasi reguler edukasi kepada seluruh pemegang KIRAB untuk mencegah stres selama isolasi atau alarm pengingat bagi setiap penduduk tentang jadwal pemeriksaan ulang Covid 19 jika dibutuhkan.

Adapun proses pengisian dan pemanfaatan KIRAB ini dimulai dari tempat pengisian formulir penapisan Covid 19 di fasyankes (puskesmas), alur penapisan tindakan pembedahan, maupun tempat-tempat yang melakukan penapisan infeksi Sarscov-2 seperti di rumah sakit dan lokasi pemeriksaan.

"Dengan demikian, pengisian serta pemanfaatan data Covid-19 akan cepat dapat dipenuhi untuk menurunkan serta mengendalikan risiko penularan Covid-19 di Indonesia,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedang Digaungkan Pemerintah, 5 Politikus Ini Ramai-Ramai Kritik New Normal

Sedang Digaungkan Pemerintah, 5 Politikus Ini Ramai-Ramai Kritik New Normal

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 12:29 WIB

Panduan New Normal Indonesia Lengkap, untuk Perusahaan dan Sekolah

Panduan New Normal Indonesia Lengkap, untuk Perusahaan dan Sekolah

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 18:21 WIB

Jangan Diabaikan saat New Normal, 6 Tips Nyaman Pakai Masker Seharian

Jangan Diabaikan saat New Normal, 6 Tips Nyaman Pakai Masker Seharian

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2020 | 14:12 WIB

Terkini

Singapura Janji Lebih Galak Soal Kabut Asap Kebakaran Hutan saat Jadi Ketua ASEAN 2027

Singapura Janji Lebih Galak Soal Kabut Asap Kebakaran Hutan saat Jadi Ketua ASEAN 2027

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:55 WIB

Jangan Asal Instal, Ini 6 Cara Cek File APK Aman Sebelum Dipasang di HP Android

Jangan Asal Instal, Ini 6 Cara Cek File APK Aman Sebelum Dipasang di HP Android

Tekno | Selasa, 03 November 2026 | 13:50 WIB

Anti Ngembang! Ini 5 Rekomendasi Protein Cream Penjinak Rambut

Anti Ngembang! Ini 5 Rekomendasi Protein Cream Penjinak Rambut

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:50 WIB

Ciri-ciri Sepatu Adidas Spezial Original, Ini Cara Membedakan dengan yang KW

Ciri-ciri Sepatu Adidas Spezial Original, Ini Cara Membedakan dengan yang KW

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:50 WIB

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:47 WIB

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:46 WIB

Tren Stop the Wedding: Bukti Remaja Takut Menikah atau Sikap Realistis?

Tren Stop the Wedding: Bukti Remaja Takut Menikah atau Sikap Realistis?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:45 WIB

Piala Asia 2027 Ditunda, Jadi Digelar 23 Desember-21 Januari 2028

Piala Asia 2027 Ditunda, Jadi Digelar 23 Desember-21 Januari 2028

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:41 WIB

BPS Akui Sektor Pariwisata dan Industri Hotel RI Anjlok Imbas Karhutla

BPS Akui Sektor Pariwisata dan Industri Hotel RI Anjlok Imbas Karhutla

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:37 WIB

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:30 WIB

×