Demi Membunuh Virus Corona Covid-19, Banyak Orang AS Kumur Cairan Pemutih

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 06 Juni 2020 | 11:41 WIB
Demi Membunuh Virus Corona Covid-19, Banyak Orang AS Kumur Cairan Pemutih
Ilustrasi cairan pembersih dan pemutih [shutterstock]

Suara.com - Beberapa orang Amerika Serikat memakai desinfektan dan cairan pemutih pakaian untuk membunuh virus corona Covid-19. Mereka memakainya bukan untuk membersihkan rumah, melainkan untuk mencuci makanan, mencuci tangga, menghirupnya hingga berkumur.

Pakar kesehatan pun memperingatkan agar orang-orang berhenti menggunakan produk pembersih dengan cara seperti itu.

Temuan ini berasal dari survei online terhadap 502 orang dewasa oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Mei 2020 lalu.

Sebanyak 39 persen di antaranya telah menyalahgunakan produk pembersih rumahan dan seperempatnya mengeluhkan efek kesehatan yang merugikan akibat pemakaian produk tersebut.

Berdasarkan ratusan responden tersebut, 19 persen mengaku telah menggunakan produk pemutih untuk mencuci makanan. Sebanyak 18 persen menggunakannya untuk mencuci tangan atau mengoleskannya langsung ke kulit.

Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Shutterstock)

Sebanyak 10 persen mengaku telah menyemprotkan desinfektan pada dirinya sendiri, 6 persen menghirup cairan pemutih dan 4 persen mencairkan pemutih untuk berkumur.

"Praktek-praktek ini bisa menimbulkan risiko kerusakan jaringan yang parah dan cedera korosif. Sehingga semua orang harus menghindarinya," kata peneliti CDC dalam sebuah makalah dikutip dari Stat News.

Meskipun efek kesehatan akibat pemakaian pemutih yang salah tidak bisa dikaitkan dengan risiko tinggi terhadap virus. Tapi, temuan ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan mengenai pemakaian cairan pemutih pakaian dan desinfektan yang tepat untuk mencegah virus corona Covid-19.

Banyak orang menggunakan cairan pemutih untuk berkumur dan semacamnya, setelah Presiden Trump menyatakan suntikan desinfektan ke dalam tubuh mungkin bisa membunuh virus corona.

baca juga

Lantas, produsen-produsen produk pembersih menegaskan bahwa desinfektan dan cairan pemutih tidak boleh dikonsumsi, dicerna atau disuntikkan langsung ke dalam tubuh.

Pejabat kesehatan telah menyarankan semua orang untuk jangan sembarangan menyimpan produk cairan pemutih pakaian serta desinfektan dan menggunakannya untuk membersihkan permukaan yang paling sering disentuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter dan Nakes Disebut Untung Besar saat Covid-19, IDI: Itu Semua Fitnah!

Dokter dan Nakes Disebut Untung Besar saat Covid-19, IDI: Itu Semua Fitnah!

News | Sabtu, 06 Juni 2020 | 11:38 WIB

Pasien Tekanan Darah Tinggi 2 Kali Berisiko Meninggal Akibat Covid-19?

Pasien Tekanan Darah Tinggi 2 Kali Berisiko Meninggal Akibat Covid-19?

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 16:52 WIB

Jelang New Normal, Kasus Corona di Indonesia Hampir Tembus 30 Ribu Orang

Jelang New Normal, Kasus Corona di Indonesia Hampir Tembus 30 Ribu Orang

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 16:38 WIB

Terkini

BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove

Surakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:54 WIB

Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir

Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir

Sumbar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:49 WIB

Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak

Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:49 WIB

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

Sumut | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:41 WIB

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:39 WIB

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:36 WIB

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:33 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Malang | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:31 WIB

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:28 WIB

×