Berhubungan Seks Bisa Mencegah dan Atasi Migrain, Ini Alasannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 10 Juni 2020 | 20:00 WIB
Berhubungan Seks Bisa Mencegah dan Atasi Migrain, Ini Alasannya!
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

Suara.com - Migrain adalah sakit kepala sebagian yang bisa mengganggu aktivitas fisik. Penglihatan orang yang migrain juga lebih sensitif terhadap cahaya.

Karena itu, banyak orang yang mengalami migrain akan mengistirahatkan tubuh di kegelapan dan membuka matanya ketika rasa sakit kepala sudah hilang.

Efek samping lain dari migrain termasuk mual, muntah, perubahan nafsu makan, gangguan penglihatan, sensitivitas terhadap cahaya dan kelelahan.

Migrain lebih banyak memengaruhi wanita daripada pria. Menurut NHS dilansir dari Daily Star, sekitar 1 dari 5 wanita pasti menderita migrain. Sedangkan hanya 1 dari 15 pria yang mengalami migrain.

Penyebab migrain setiap orang pun bisa berbeda-beda. Tapi, penyebab paling umumnya adalah aktivitas otak yang tidak normal akibat beberapa hal.

Ilustrasi sakit kepala, migrain (shutterstock)
Ilustrasi sakit kepala, migrain (shutterstock)

Sementara itu, wanita lebih cenderung mengalami migrain karena siklus hormon mereka. Tapi, masih ada beberapa hal lain yang bisa memicu migrain.

Profesor Amanda Elisson, ahli ilmu saraf mengatakan bahwa dirinya menderita migrain akibat melihat pola bergaris-garis. Amanda mengaku bahwa pasangannya sering mengenakan pakaian bergaris-garis.

Artinya, penyebab migrain yang dialami oleh Amanda terkait dengan korteks visualnya. Masalah ini berada di area belakang otak yang memproses informasi visual dari mata.

Orang yang menderita migrain memiliki area yang lebih sensitif di korteks visualnya yang disebut V1. Area ini salah satu dari 5 bagian korteks yang memproses gambar garis-garis.

Area korteks visual lain yang disebut V2-5 berkaitan dengan respons penglihatan terhadap kontras warna, gerakan dan garis tepi.

Ilustrasi hubungan seks (Shutterstock)
Ilustrasi hubungan seks (Shutterstock)

Sementara orang yang menderita migrain mengalami hiper-ekstasi di bagian V1 dari korteks visualnya. Artinya, neuron-neuron mereka memicu rambut untuk aktivasi.

Dalam kondisi ini, seseorang tentu berusaha mencari cara untuk meringankan sakit kepalanya. Ada banyak cara alami yang bisa membantu meringankan migrain, salah satunya berhubungan seks dengan pasangan.

Hormon oksitosin, dopamin dan serotonin dipercaya berkaitan dengan tahap awal migrain yang disebut fase "prodome". Pada fase ini merupakan tahap peringatan yang bisa ditandai dengan perubahan perilaku, seperti menguap lebih sering dan mudah lapar.

Semua perubahan perilaku saat migrain ini dipercaya berkaitan dengan ketidakseimbangan serta kuranganya ketiga hormon tersebut.

Jika Anda bisa mengidentifikasi tubuh sedang dalam tahap peringatan ini. Anda bisa mencegah migrain dengan berhubungan seks. Karena, serotonin adalah hormon kebahagiaan, dopamin berkaitan dengan kesenangan dan oksitosin berkaitan dengan hormon cinta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sampaikan Pedoman Berhubungan Seks di Tengah Pandemi Covid-19

Ilmuwan Sampaikan Pedoman Berhubungan Seks di Tengah Pandemi Covid-19

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2020 | 21:35 WIB

Sakit Kepala dan Mimisan Saat Kepanasan, Apa Penyebabnya?

Sakit Kepala dan Mimisan Saat Kepanasan, Apa Penyebabnya?

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 07:54 WIB

Berhubungan Seks saat Menstruasi Aman dan Lebih Nikmat, Asal...

Berhubungan Seks saat Menstruasi Aman dan Lebih Nikmat, Asal...

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:05 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB