Gunakan Darah Sapi, Ilmuwan Kembangkan Antibodi Virus Corona pada Manusia

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Rabu, 17 Juni 2020 | 19:50 WIB
Gunakan Darah Sapi, Ilmuwan Kembangkan Antibodi Virus Corona pada Manusia
Ilustrasi sapi (Dok: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah perusahaan di South Dakota, Amerika Serikat (AS), berencana memulai uji coba klinis kepada manusia untuk perawatan antibodi Covid-19 yang berasal dari plasma sapi, bulan depan.

Tapi ini bukan sembarang sapi. Para ilmuwan secara genetik merekayasa sapi untuk membangun sistem kekebalan yang merupakan bagian dari manusia.

Dengan begitu, hewan menghasilkan antibodi manusia yang melawan penyakit hingga Covid-19, kemudian diubah menjadi obat untuk menyerang virus.

"Hewan-hewan ini memproduksi antibodi penawar yang membunuh (virus corona) di laboratorium," kata Eddie Sullivan, CEO SAB Biotherapeutics. Mereka berharap terapi Covid-19 potensial ini dapat menyelamatkan nyawa pasien.

Dilansir CNN Internasional, perusahaan tidak mengatakan berapa banyak orang yang akan dipelajari dalam uji klinis atau berapa lama waktu yang dibutuhkan.

(Unsplash/James Hammond)
Ilustrasi sapi (Unsplash/James Hammond)

Untuk membuat obatnya, SAB mengambil sel-sel kulit dari seekor sapi dan menghancurkan gen yang bertanggung jawab menciptakan antibodi sapi, dan sebagai gantinya memasukkan kromosom manusia buatan yang direkayasa yang menghasilkan antibodi manusia.

Mereka memasukkan DNA dari sel-sel itu ke dalam sel telur sapi dan mengubahnya menjadi embrio.

Peneliti kemudian menanamkan embrio itu ke dalam seekor sapi agar hamil, dan selama dua dekade terakhir, mereka telah memiliki beberapa ratus sapi yang identik secara genetik, semuanya dengan sistem kekebalan manusia.

Para ilmuwan kemudian menyuntikkan beberapa sapi dengan bagian tidak menular dari virus. Sapi-sapi sekarang memproduksi antibodi manusia untuk virus corona. Antibodi itu akan secara alami melawan virus.

baca juga

SAB telah memproduksi ratusan dosis obat, yang disebut SAB-185, untuk digunakan dalam uji klinisnya. Perusahaan belum mengumumkan apakah akan mempelajari obat sebagai pencegahan atau pengobatan untuk Covid-19, atau keduanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 Diobati Antibodi Penderita Kanker, 5 Hari Lepas Oksigen?

Pasien Covid-19 Diobati Antibodi Penderita Kanker, 5 Hari Lepas Oksigen?

Tekno | Rabu, 17 Juni 2020 | 16:45 WIB

Studi: Orang Positif Covid-19 Belum Tentu Kembangkan Respon Antibodi

Studi: Orang Positif Covid-19 Belum Tentu Kembangkan Respon Antibodi

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 14:24 WIB

Ilmuwan Sebut Memahami Antibodi untuk Virus Corona Masih Membingungkan

Ilmuwan Sebut Memahami Antibodi untuk Virus Corona Masih Membingungkan

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 12:06 WIB

Terkini

Sederet Kritik soal Proyek Utopis Bahasa Asing Prabowo Sejak SD, Beban Siswa hingga Anggaran

Sederet Kritik soal Proyek Utopis Bahasa Asing Prabowo Sejak SD, Beban Siswa hingga Anggaran

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA

Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Gempa NTT: Warga Kepulauan Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Lihat Air Laut Surut Tiba-tiba

Gempa NTT: Warga Kepulauan Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Lihat Air Laut Surut Tiba-tiba

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah

Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an

Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:54 WIB

BNPB: Jauhi Pantai Pasca-Gempa Bumi NTT

BNPB: Jauhi Pantai Pasca-Gempa Bumi NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati

Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:34 WIB

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere

Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:24 WIB

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:20 WIB

×