Hits Health: Fase Baru Virus Corona, Gejala Psikosomatik Dikira Covid-19

Risna Halidi

Senin, 22 Juni 2020 | 07:51 WIB
Hits Health: Fase Baru Virus Corona, Gejala Psikosomatik Dikira Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Badan Kesehatan Dunia WHO mengungkapkan bahwa pandemi virus corona penyebab sakit Covid-19  telah memasuki fase baru dan berbahaya. Terlebih ketika angka infeksi di dunia terus meningkat.

Di sisi lain, Covid-19 juga telah membuat banyak orang di dunia merasa was-was. Ketika badan tak enak dan demam menyerang, tak jarang kita akan menganggap dan berasumsi bahwa kita teinfeksi Covid-19. Tapi apakah betul selalu begitu? Adakah penjelasan lain?

Berita mengenai fase baru pandemi Covid-19 serta perasaan was-was dan mengira telah terinfeksi Covid-19 masuk dalam daftar berita kanal Health paling populer di Suara.com edisi Senin, 22 Juni 2020 berikut ini.

1. WHO Sebut Pandemi Virus Corona Memasuki Fase Baru dan Masih Berbahaya

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi virus corona telah memasuki fase baru dan berbahaya ketika kasus Covid-19 harian meningkat mencapai rekor tertinggi pada Kamis (18/6/2020) lalu.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan pada Kamis lalu sebanyak 150.000. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan itu adalah peningkatan terbanyak dalam sehari sejauh ini.

Baca selengkapnya

2. Berpikir Kena Covid-19 Setiap Kali Merasa Demam? Awas Gejala Psikosomatik

Ilustrasi Demam. (Shutterstock)
Ilustrasi Demam. (Shutterstock)

Demam yang menjadi gejala umum Covid-19 memang agak sulit dibedakan dengan demam pada sakit flu biasa. Tak heran kalau banyak orang was-was dan cemas diri mereka terkena Covid-19 ketika merasa demam atau suhu tubuh naik. Apalagi jika ditambah kepala pusing, tubuh terasa pegal, batuk hingga pilek.

baca juga

Ya, di masa pandemi seperti sekarang, orang rasanya mudah saja mengaitkan beragam gejala dengan virus corona. Meski kenyataannya, Covid-19 hanya bisa terkonfirmasi setelah melakukan dua kali rapid tes atau uji PCR.

Baca selengkapnya

3. Dipaksa Orangtua Minum Air 4 Botol, Anak 11 Tahun Meninggal Dunia

Ilustrasi botol air minum. (Pixabay)
Ilustrasi botol air minum. (Pixabay)

Pada awal pekan lalu, seorang ayah dan ibu tiri menyerahkan diri ke polisi dengan dugaan pembunuhan terhadap putra mereka sendiri yang berusia 11 tahun. Mereka mengaku memaksa si anak minum air dalam jumlah banyak.

Ryan dan Tara Sabin, dari Black Forest, timur laut Colorado Springs, telah didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama dan kekerasan pada anak.

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi, Tim Ilmuwan China Masuki Uji Klinis Tahap Dua Vaksin Covid-19

Lagi, Tim Ilmuwan China Masuki Uji Klinis Tahap Dua Vaksin Covid-19

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 07:37 WIB

Waspada! Lingkungan Padat dan Kemiskinan Tinggi Tingkatkan Risiko Corona

Waspada! Lingkungan Padat dan Kemiskinan Tinggi Tingkatkan Risiko Corona

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 06:40 WIB

Biar Tak Ada Kasus Tambahan, Donald Trump Minta Tes Covid-19 Diperlambat

Biar Tak Ada Kasus Tambahan, Donald Trump Minta Tes Covid-19 Diperlambat

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 06:05 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×