Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Ditolak Donor Plasma Karena Gay

Silfa Humairah Utami, Fita Nofiana

Jum'at, 26 Juni 2020 | 08:30 WIB
Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Ditolak Donor Plasma Karena Gay
Ilustrasi plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang dokter Ruang Gawat Darutat (IGD) di Chicago, Dillon Barron berhasil selamat dari Covid-19. Ia berupaya untuk mendonorkan plasma darahnya setelah pulih, namun ditolak karena ia gay.

Dilansir dari Insider, Dillon Barron yang bekerja di sebuah rumah sakit di sisi utara Chicago, mengatakan kepada CBS Chicago bahwa ia dan partnernya ingin menyumbangkan plasma setelah pulih dari Covid-19.

Dia mengatakan bahwa darah mereka kaya akan antibodi yang dapat membantu pasien lain melawan virus.

"Kami berada di posisi yang bisa menyelamatkan hidup," kata Barron.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melarang pria yang berhubungan seks dengan pria lain dilarang menyumbangkan darah kecuali mereka sudah tidak melakukan hubungan seks selama tiga bulan.

Hingga April, FDA melarang laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki dalam satu tahun terakhir untuk menyumbangkan darah. Tetapi badan tersebut mempersingkat periode waktu menjadi tiga bulan untuk membantu mendorong lebih banyak donor darah selama wabah vurus corona.

Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Padahal CBS Chicago melaporkan bahwa bank darah telah kehilangan ratusan ribu liter darah dengan melarang pria gay mendonorkan darah mereka.

"Itu tidak akan tersedia karena kefanatikan atau kemalasan orang-orang yang tidak percaya pada sains," kata partner Barron, Eric Seelbach, kepada CBS Chicago.

Pria yang berhubungan seks dengan pria telah dilarang menyumbangkan darah sejak tahun 1985. Aturan itu diberlakukan untuk membantu menghentikan penyebaran HIV.

baca juga

Anu Hazra, seorang dokter penyakit menular di Universitas Chicago dan seorang staf dokter di Pusat Kesehatan Howard Brown, mengatakan kepada bahwa larangan tersebut didasarkan pada pedoman dari empat dekade yang lalu. Sementara saat itu penyaringan dan pengujian belum sebaik sekarang.

Hazra juga mengatakan bahwa saat ini tidak ada ilmu yang mendukung kebijakan pelarangan pria yang melakukan hubungan seks dengan pria untuk menyumbang darah mereka.

Ia menegaskan, bahwa seharusnya tidak ada komunitas spesifik yang dilarang untuk menyumbang tapi lebih pada penilaian risiko individu.

"Harusnya lebih pada penilaian risiko individu untuk setiap donor, terlepas dari apakah mereka gay atau straight," kata Hazra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Plasma Darah Pria Lebih Banyak Antibodi daripada Milik Wanita

Studi: Plasma Darah Pria Lebih Banyak Antibodi daripada Milik Wanita

Health | Rabu, 24 Juni 2020 | 08:00 WIB

WHO Prediksi Covid-19 Berlangsung Dua Tahun dan Berita Hits Health Lainnya

WHO Prediksi Covid-19 Berlangsung Dua Tahun dan Berita Hits Health Lainnya

Health | Selasa, 23 Juni 2020 | 10:11 WIB

Sempat Sembuh dan Donasikan Plasma, Perempuan Ini Malah Kena Covid-19 Lagi

Sempat Sembuh dan Donasikan Plasma, Perempuan Ini Malah Kena Covid-19 Lagi

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

×