Dibandingkan Bulan Lalu, Kini Risiko Kematian Pasien Covid-19 Lebih Rendah

Silfa Humairah Utami | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 27 Juni 2020 | 12:28 WIB
Dibandingkan Bulan Lalu, Kini Risiko Kematian Pasien Covid-19 Lebih Rendah
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 [Shutterstock].

Suara.com - Para ahli mengungkapkan sekarang pasien virus corona Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit lebih kecil risikonya meninggal dunia, bila dibandingkan saat bulan April 2020.

Data yang dihimpun oleh Universitas Oxford mengungkapkan bahwa 6 persen pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan virus corona Covid-19 meninggal dunia selama puncak pandemi.

Pada Juni 2020, data tersebut menurunkan jadi 1,5 persen. Para ahli lantas mengatakan bahwa dokter mungkin lebih baik meresepkan obat pad pasien virus corona Covid-19.

Sejak akhir Maret 2020 dilansir dari The Sun, jumlah pasien yang meninggal di rumah sakit akibat penyakit menurunn. Data dari April 2020 menunjukkan bahwa dari 10.387 orang dengan virus corona Covid-19 di rumah sakit Inggris meninggal dunia sebanyak 644 orang.

Pada Juni 2020, sebanyak 50 dari 3.270 orang meninggal dunia. Jumlah ini menunjukkan bahwa angka kematian pada bulan April empat kali lebih tinggi daripada sekarang.

Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Pada 8 April, ada 899 orang meninggal dunia di rumah sakit Inggris. Kemudian jumlah menjadi menurunkan hingga 50 orang pada 12 Juni 2020.

Saat pandemi virus corona Covid-19 masuk ke Inggris, para ilmuwna telah berjuang menemukan perawatan yang paling efektif dan ada berbagai uji coba obat telah digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Salah satunya, dexamethasone atau deksametason yang berdampak pada kelangsungan hidup. Saat ini seseorang bisa memanfaatkan segajal layanan kesehatan secara online untuk mengonsultasikan kerjaan.

Di samping itu, para peneliti pun menjelaskan bahwa orang yang menderita virus corona Covid-19 dan menjalani perawatan medis di rumah sakit, baik yang berusia lanjut atau rentan. Maka mereka lebih mungkin meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa sekarang ada proporsi kematian yang lebih besar di atas usia 60 tahun dibandingkan dengan puncaknya pada bulan April 2020.

Tim peneliti sebelumnya telah mempertimbangkan bahwa tingkat kematian mungkin lebih rendah karena orang yang lebih muda dirawat di rumah sakit, tetapi data mengungkapkan bahwa ini tidak terjadi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Prof Carl Heneghan, Profesor Kedokteran Berbasis Bukti, Dr Jason Oke, dari Universitas Oxford dan Dr Jason Mahon dari University of York.

"Penting untuk memahami alasannya, mengapa lebih sedikit kematian dari orang yang rawat inap di rumah sakit dan mengakui bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan," kata Prof Heneghan dikutip dari The Sun.

Penyebab penurunan angka kematian di rumah sakit mungkin hasil kombnasi dari satu atau semua faktor ini. Karena beberapa alasan lain, kami belum mempertimbangkan.

"Dalam kedua kasus, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami tingkat kematian di rumah sakit telah menurun sangat tajam selama delapan minggu terakhir." Sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Divonis Tak Panjang Umur, Pria Ini Turunkan Berat Badan 133 Kg

Sempat Divonis Tak Panjang Umur, Pria Ini Turunkan Berat Badan 133 Kg

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 20:03 WIB

Jahat Banget, Keponakan Fitnah Pamannya Kena Corona hingga Dikucilkan Warga

Jahat Banget, Keponakan Fitnah Pamannya Kena Corona hingga Dikucilkan Warga

Jogja | Jum'at, 26 Juni 2020 | 18:54 WIB

Strategi New Normal Ala Swedia Mulai Tak Dipercaya Warganya Sendiri

Strategi New Normal Ala Swedia Mulai Tak Dipercaya Warganya Sendiri

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 18:11 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB