Strategi New Normal Ala Swedia Mulai Tak Dipercaya Warganya Sendiri

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Jum'at, 26 Juni 2020 | 18:11 WIB
Strategi New Normal Ala Swedia Mulai Tak Dipercaya Warganya Sendiri
Siswa Swedia merayakan kelulusan mereka di Stockholm, April 2020. (Andres Kudacki/The New York Times/Redux)

Suara.com - Masyarakat Swedia mulai kehilangan kepercayaan terhadap penanganan pemerintah dalam memerangi pandemi virus Corona Covid-19.

Strategi Swedia yang sejak awal memberlakukan new normal alias tak pernah menerapkan pembatasan sosial ketat, mulai dipertanyakan.

Tingkat kematian akibat Covid-19 yang kian melonjak, membuat warga Swedia mulai khawatir bahwa tindakan pemerintah menangani pandemi Covid-19 telah keliru.

Menyadur The Guardian, survei yang dilakukan Ipsos untuk surat kabar Dagens Nyheter pekan ini, menunjukkan kepercayaan masyarakat pada manajerial negara turun 11 poin menjadi 45 persen sejak April.

Proporsi responden yang puas dengan tindakan pemerintah juga turun menjadi 38 persen pada Juni dari 50 persen di bulan sebelumnya.

"Perbedaannya cukup besar sehingga kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa telah ada perubahan nyata," kata seorang analis Ipsos, Nicklas Källebring, dikutip The Guardian, Jumat (26/6/2020).

"Pandangan terhadap kemampuan pihak berwenang telah berbelok ke sisi negatif yang jelas."

Swedia diketahui menjadi salah satu negara Eropa yang tidak memberlakukaan pembatasan sosial ketat, apalagi sampai menuju tahap lockdown atau karantina wilayah.

Negara beribukota Stockholm itu hanya menutup sekolah bagi siswa di atas usia 16 tahun, dan melarang pertemuan lebih dari 50 orang.

baca juga

Selebihnya, pemerintah Swedia mengandalkan tanggung jawab masing-masing warga untuk memenuhi pedoman jaga jarak. Toko-toko, restoran, hingga pusat kebukaran tetap buka seperti biasa.

Pemerintah Swedia bersikeras kebijakan new normal yang diterapkan sudah berjalan sesuai rencana, kendati memang angka kematian yang melonjak di luar perkiraan.

Melakukan lockdown disebut pemerintah Swedia hanya akan berefek negatif, terutama apabila dilakukan dalam jangka panjang. Tingkat pengangguran dan gangguan mental dinilai akan meningkat.

"Seolah-olah dunia menjadi gila dan semua yang kita diskusikan dilupakan," Anders Tegnell, kepala ahli epidemiologi dan penentu kebijakan penanganan Covid-19 di Swedia.

Menyadur Worldometers.info, Swedia hingga Jumat (26/6/2020) telah mencatatkan 63.890 kasus infeksi Covid-19, di mana angka kematian menembus 5.230 jiwa.

Kota Lund, Swedia. (pixabay.com/Frank_P_AJJ74)
Kota Lund, Swedia. (pixabay.com/Frank_P_AJJ74)

Tingkat rata-rata kematian di Swedia jauh melampaui negara-negara tetangganya yakni 511 kematian per juta penduduk. Berkali-kali lipat dari Denmark (104), Finlandia (59) dan Norwegia (47), yang semuanya memberlakukan pembatasan sosial ketat.

Kondisi iu membuat banyak negara Eropa yang mulai menutup akses pariwisata bagi warga Swedia hingga 30 Juni mendatang. Negara-negara tetangga juga telah mengeluarkan Swedia dari travel bubble kawasn Nordik.

Tegnell mengakui tingkat kematian di Swedia, khususnya bulan ini terlampau tinggi. Dia menyebut tengah mempertimbangkan untuk mengadopsi penanganan Covid-19 negara-negara lain kendati bersikeras bawha strategi saat ini masih berada di jalur yang tepat.

“Kasus (kematian Covid-19) menjadi terlalu banyak, dan tekanan politik menjadi terlalu besar. Dan kemudian (penanganan Covid-19) Swedia berdiri agak sendirian di sana," tandas Tegnell.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

New Normal: Tak Ada Batasan Usia, Lansia dan Balita Boleh Menginap di Hotel

New Normal: Tak Ada Batasan Usia, Lansia dan Balita Boleh Menginap di Hotel

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2020 | 13:22 WIB

Alasan Kenapa Manusia Bisa Kecanduan Narkoba

Alasan Kenapa Manusia Bisa Kecanduan Narkoba

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 13:15 WIB

Dokter Peringatkan Masalah Kesehatan Baru Pasca Pandemi Covid-19

Dokter Peringatkan Masalah Kesehatan Baru Pasca Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 13:27 WIB

Penerapan Normal Baru Indonesia Diprediksi Gagal, Kenapa?

Penerapan Normal Baru Indonesia Diprediksi Gagal, Kenapa?

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 13:22 WIB

Dibatasi Hingga 50 Persen, Bagaimana Mal Menghitung Jumlah Pengunjung?

Dibatasi Hingga 50 Persen, Bagaimana Mal Menghitung Jumlah Pengunjung?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2020 | 10:57 WIB

Terkini

UMKM Lokal Antusias Sambut Hadirnya Grand Prix of Indonesia 2026

UMKM Lokal Antusias Sambut Hadirnya Grand Prix of Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan

Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara

Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:08 WIB

382 Kios Pasar Andir Garut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

382 Kios Pasar Andir Garut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Yuk Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Yuk Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Penjualan Ritel September Diprediksi Naik, tapi Ada Sinyal Pelemahan Bulanan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Polisi Kerahkan Tim Sancang, Buru Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut

Polisi Kerahkan Tim Sancang, Buru Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Kemendagri Gandeng 2 Kementerian Benahi Layanan Haji dan Umrah

Kemendagri Gandeng 2 Kementerian Benahi Layanan Haji dan Umrah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Tak Harus Nunggu Teman: Seni Menemukan Ketenangan Lewat Solo Date

Tak Harus Nunggu Teman: Seni Menemukan Ketenangan Lewat Solo Date

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Perampok Aniaya Istri Pengusaha Barang Bekas, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Perampok Aniaya Istri Pengusaha Barang Bekas, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:51 WIB

×